Thursday, 2 February 2017

Eksekusi Lahan Seluas 4 Hektare di Sukarami Berjalan Tanpa Gesekan


SOLOK, SN-
             Kasus sangketa lahan seluas lebih kurang 4 Hektare di jorong Sukarami, nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, berakhir ditangan juru sita Pengadilan Negeri Koto Baru, Kamis (2/2).
        Meski eksekusi yang menurunkan pengamanan sekitar 165 orang anggota Polres Arosuka yang dipimpin langsung Kapolres arosuka, AKBP Reh Ngenana, namun eksekusi lahan yang terdiri dari beberapa unit bangunan rumah, puluhan pohon cengkeh, lahan persawahan, pisang, nangka dan pohon lainnya, berakhir damai tampa ada gesekan dari pihak yang kalah. Eksekusi dimulai pukul 08 WIB dan berakhir sekitar pukul 10 WIB, meski eksekusi lahan sempat menjadi perhatian masyarakat yang melintas karena terletak sekitar 100 meter dari RSUD Arosuka atau hanya sekitar 400 Meter dari Kantor Bupati Solok, Arosuka. Tampak ratusan warga yang menyaksikan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Koto Baru membacakan amar putusan Pengadilan Tinggi (PT) di lokasi objek perkara tampak diam tanpa aksi.
Pihak yang berperkara antara penggunggat Dubalang dan tergugat Amril Kayo yang kasusunya sudah berjalan sejak 2013 silam, dimenangkan oleh Dubalang (Almarhum) dengan putusan PN Koto Baru dengan perkara Nomor 43/PDT.G/2013/PN/Kbr jo Perkara No.170/PDT/2014/PTPdg  jo Perkara No.1442 K/Pdg/2015 . Usai pembacaan putusan inkrah, sekitar 20 orang eksekutor langsung bergerak merambah tanaman padi subur berusia sekitar 2,5 bulan menggunakan mesin pemotong rumput. Sekitar 20 batang cengkeh berusia sekitar 5 tahun berhasil ditumbangkan dengan dua unit sinso dalam waktu sekitar 2 jam lebih. Selain itu, tiga unit rumah semi permanen yang berdiri di lokasi objek perkara juga dibongkar tanpa rasa kasihan.
Dari informasi yang dihimpun KORAN PADANG menyebutkan, sekitar 4 hektare lahan di Sukarami Nagari Koto Gaek Guguk yang dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Koto Baru itu merupakan objek perkara persengketaan antara Dubalang, warga Sukarami Kecamatan Gunung Talang dengan Amril Malin Kayo Warga jorong Sukarami.
            “Aneh juga, pihak juru sita pengadilan Koto Baru seperti tidak punya hati saja dan kami sangat dirugikan dalam hal eksekusi ini.. Padahal perkaranya saat ini juga sedang dilakukan proses hukum di PN Koto Baru. Takutnya eksekusi ini akan bisa mengganggu proses persidangan tentang objek yang disengketakan. Untuk itu kami sudah meminta juru sita untuk menunda eksekusi tapi diabaikan,” jelas Kuasa Hukum Amril Malin Kayo, Poniman, kepada awak media. Sementara itu, salah seorang keluarga pihak yang kalah, Ija (40), mengaku menyesali keputusan juru sita yang terlalu cepat melakukan eksekusi karena menurutnya saat ini proses hukum sedang berlanjut di PN berupa PK dan sudah dua kali dilakukan sidang. “Kalau objek lokasi dihancurkan, maka tentu akan merubah objek perkara dan kami melihat banyak sekali kejanggalan dalam putusan PN ini,” terang Ija. Dirinya mengaku akan terus melaukan perjuangan karena merasa tanah lahan sangketa itu milik keluarganya secara tutun-temurun.
              Kapolres Arosuka Solok, AKBP Reh Ngenana mengatakan, proses eksekusi ini dilakukan setelah melakukan upaya mediasi beberapa waktu lalu dengan niniak-mamak, keluarga yang kalah serta seluruh pihak terkait dan Bupati Solok di Mapolres Arosuka. Setelah itu, pihaknya mengirim petugas Intel untuk memantau pergerakan masyarakat.

"Mediasi sudah disepakati bersama dan kita turun ke lokasi setelah mengetahui lokasi aman dari pihak intel di lapangan dan petugas kita memantau dulu ke lokasi kejadian. Ini untuk meredam aksi-aksi yang tidak diinginkan," terang AKBP  Reh Ngenana yang didampingi Kasat Intel, AKP Sosmedia (wandy)

Sunday, 8 January 2017

Pasca Banjir, Debet Air Danau Singkarak Mulai Menyusut


SOLOK, SN- Debet air Danau Singkarak yang sempat melebihi ambang batas atau melebihi daya tampung Danau terbesar kedua di Sumatera ini, sejak Minggu siang (8/1) tampak mulai menyusut.
            Sebelumnya sejak Kamis lalu hingga Sabtu kemaren, debet air Danau Singkarak naik hingga hampir dua meter dari kondisi normal. Meningkatnya volume air Danau Singkarak, karena hujan yang turun secara terus menerus di hulu Gunung Talang dan Lembang Jaya, sehingga sempat menyebabkan banjir di Nagari Salayo dan Koto Baru serta Kota Solok dalam Empat hari terakhir. “Salah satu penyebab air Danau Singkarak melebihi ambang normal adalah faktor hujan yang hampir tidak berhenti dalam satu bulan terakhir,” ujar tokoh masyarakat Singkarak, Zulkifli Muncak, Minggu. Akibab naiknya volume atau debet air Danau Singkarak, banyak nelayan yang tidak berani turun ke Danau dan juga aktivitas para pedagang di Dermaga Danau Singkarak tampak terhenti beberapa hari, karena cuaca buruk, seperti hujan dan angin kencang.

            Danau Singkarak, selain terletak di Kabupaten Solok, sebagian lagi masuk wilayah Kabupaten Tanah Datar seperti di Kecamatan Batipuh dan Rambatan. Sementara di Kabupaten Solok masuk wilayah kecamatan Kecamatan X-Koto Singkarak dan Junjuang Sirih. Danau Singkarak dengan luas keseluruhan yakni 6.549,69 Ha, dimana 6.420 Ha diantaranya masuk Kabupaten Kabupaten Tanah Datar dan 129,69 Ha berada di wilayah Kabupaten Solok. Menurut Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, selama ini keberadaan Danau Singkarak sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar yakni untuk mata pencarian dan juga untuk irigasi. Ditambahkan Yulfadri Nurdin, keberadaan Danau Singkarak di kedua wilayah Kabupaten, baik Solok maupun Tanah Datar, juga sangat menguntungkan bagi masyarakat dan juga bagi masyarakat Propinsi Sumatra Barat . Debet air danau terkandung di dalamnya dapat digunakan sebagai sumber air minum , perikanan danau atau darat, pengairan untuk pertanian , tenaga listrik dan perkembangan Parawisata. “Kita berharap agar debet air kembali normal agar tidak menimbulkan kekwatiran bagi masyarakat sekitar dan curah hujan di hulu berkurang,” tutur Yulfadri Nurdin (wandy)

Kontraktor Diduga Mengerjakan Proyek Asal Jadi


SOLOK, SN- Penegerjaan bahu Jalan Lingkar di Dusun Sawah Sudut, Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, diduga asal jadi, sehingga belum sampai sebulan, jalan tersebut tampak mulai amblas, karena pengerjaan diduga tidak sesuai spek.
           Selain itu, sisa tumpukan matrial juga dibiarkan menumpuk dan berserakan di tikungan, hingga menyebabkan beberapa orang pengendara sempat terjatuh di sana. “Kalau tidak salah saya dengar sudah ada delapan orang pengendara yang terjatuh di jalan tersebut, karena tumpukan matrial dibiarkan berserakan di tikungan jalan,” jelas Risko Mardianto (20), tokoh pemuda setempat. Yang anehnya lagi menurut Risko, pengerjaan jalan yang dilakukan sejak bulan November dan berakhir Desember 2016 lalu, kontraktor tidak memasang plang proyek, sehingga terkesan ada unsur tidak keterbukaan. “Saya melihat ada unsur permainan dalam pengerjaan proyek ini, karena bahu jalan amblas setelah 3 hari dikerjakan. Amblasnya bahu jalan karena  coran semen sangat lunak  bahkan terkelupas jika diinjak anak SD, karena semen diaduk pakai cadas bukan pakai pasir,” tambah Risko. Ditambahkan Risko, sampai saat ini dipinggir jalan itu masih terdapat tumpukan material dimana membahayakan pengguna jalan. “Kita tidak tau apakah dana pengerjaan proyek itu dari Fokir anggota dewan atau dari mana, yang jelas di lokasi tidak ada plang proyek dan ini jelas melanggar aturan karena tidak adanya keterbukaan,” tutur Risko Mardianto.

         Selaku pemuda setempat, Risko berharap agar pihak terkait meninjau ulang bahu jalan itu dan menindaklanjutinya sesegera mungkin karena sangat membahayakan bagi pengendara dan pejalan kaki. “Kami tidak tau kemana kami harus bertanya soal kelanjutan pekerjaan jalanini, karna dikerjakan oleh hantu. Masa tidak ada plang proyek, mana keterbukaan jnformasi publik?,” pungkas Risko (wandy)

Musibah Banjir dan Longsor Kabupaten Solok Diperkirakan Mencapai Milyaran Rupiah

SOLOK, SN-Akibab banjir yang melanda Kabupaten Solok pada Kamis dan Jum’at awal Januari 2017 lalu, telah mengakibabkan kerusakan ratusan hektare sawah, baik yang siap panen atau yang baru siap tanam.
            Sekeratris Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharta Maria, Minggu (8/1) menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mendata lahan pertanian masyarakat, baik sawah atau perkebunan yang dihantam musibah banjir di seluruh wilayah Kabupaten penghasil Bareh Tanamo itu. “Sampai saat ini kita masih melakukan pndataan, berapa luas persawahan dan perkebunan masyarakat yang rusak akibab banjir. Tapi yang pasti hampir ratusan hektare sawah baik yang siap panen atau yang baru ditanam,” jelas Miharta Maria. Dijelaskannya, di Nagari Air Batumbuk saja, akibab longsor yang terjadi pada Kamis, sudah mengakibabkan kerugian Ratusan Juta Rupiah, karena tanaman padi dan bawang siap panen dihantam longsor. Sementara di Selatan Kabupaten Solok, seperti Nagari Aia Dingin di Kecamatan Hiliran Gumanti, banjir badang juga sudah merusak dua jembatan dan tiga rumah serta ratusan hektre perkebunan siap panen maupun yang dalam pengolahan.
           Di Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB. Bahkan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, sudah melakukan peninjauan langsung ke Aia Dingin, Lolo dan Surian pada Kamis Sore lalu. Ddi Pantai Cermin, banjir bandang terparah terjadi di Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok, Yulfadri Nurdin memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di Jorong Sungai Indaruang, Jorong Pisau Hilang, Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
            Khusus di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Hiliran Gumanti, masyarakat Jorong Koto dan Jorong Data Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti yang dipimpin oleh anggota DPRD asal daerah setempat, M. Syukri, tampak bergoro membangun Jembatan Darurat, karena jembatan yang menghubungkan kedua jorong tersebut hanyut dibawa banjir bandang yang terjadi Kamis lalu. “Untuk sementara kita dirikan jembatan darurat, karea jembatan aslinya hanyut dibawa banjir bandang, sambil menunggu bantuan pemerintah memperbaikinya,” jelas M. Syukri
             Di Kecamatan Kubung, banjir juga merusak ratusan hektare sawah di Salayo dan Koto Baru serta ribuan rumah penduduk terendam banjir. Lokasi paling parah yang dihantam banjir adalah Jorong Lubuak Agong dan Jorong Simpang. “Banjir juga merusak ternak masyarakat seperti yang terjadi Tangah Padang di mana satu ekor kerbaumilik warga setempat hanyut di bawa air bah dan puluhan kolam ikan masyarakat juga diporak-porandakan oleh musibah banjir,” jelas Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM.

        Data yang dikumpulkan  di posko bencana Nagari Salayo, memastikan jumlah rumah penduduk yang terendam sebanyak 890 unit dengan jumlah penghuni 3.727 jiwa. Banjir terparah  terjadi di Jorong Galanggang Tangah. Kawasan ini merupakan langganan karena berada di bantaran batang Lembang dengan jumlah penduduk sebanyak 3.050 jiwa  yang tinggal di rumah 745 rumah. Sedangkan di jorong Sawah Sudut,  terdapat sebanyak 145 rumah yang dihuni oleh 677 jiwa. Menurut Bupati Gusmal, meski dalam kejadian musibah banjir ini tidak ada korban jiwa, namun banjir kali ini dinilai paling parah sejak 20 tahun terakhir.
          Di nagari Koto Baru, selain merusak puluhan hektre sawah dan perkebunan, banjir juga mengepung sebanyak  216 rumah dengan jumlah penghuni sebanyak 993 jiwa di tiga Jorong. Banjir terparah terjadi di Jorong Simpang, yaitu sebanyak 790 jiwa, jorong Lubuk Agung sebanyak 158 dan Jorong Kajai sebanyak 45 jiwa.  Menurut Walinagari Koto Baru Afriza, musibah banjir sudah melumpuhkan sebahgian ekonomi masyarakat. Sebagai upaya perttolongan, pihak telah berupaya menyalurkan sebanyak 1.050 bungkus nasi untuk warga yang terendam banjir. Sementara untuk tambahan lain, pemerintah nagari  baru menerima sebanyak 10 dus mie Instan, 10 dus air mineral dan 4 dus sarden dari dinas Sosial Kab. Solok. " Sejauh ini kita baru menanggulangi secara darurat saja dengan bantuan nasi bungkus. Banyak warga yang tak bisa memasak karena dapurnya terendam banjir," kata Afrizal.
            Di Utara Kabupaten Solok, banjir juga merusak lahan persawahan di Paninggahan dan Sumani. Bahkan sampai saat ini pihak terkait masih melakuka pendataan tentang kerugian yang diakibabkan oleh banjir yang hampir serentak terjadi di Kabupaten Solok. Semua pihak ikut turun dan peduli dengan musibah ini. Bahkan pihak Pemerintah Kabupaten Solok, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Pihak BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Dinas Pertanian, Kesehatan, Tigana, Orari, Anggota DPRD serta semua unsur tampak turun ke lapangan, mereka bahu membahu dlam melkukan pertolongan kepada masyarakat yang terkena banjir.

            “Mudah-mudahan hujan tidak turun lagi hari ini, sehingga debet air Batang Lembang kembali normal. Dan hari ini, sudah mulai menyusut hingga 1 meter dari ketinggan biasa,” jelas Bupati Gusmal (wandy)

Friday, 6 January 2017

Pemain Semen Padang Nur Iskandar Dincar Mitra Kukar dan Sriwijaya FC

 SOLOK, SN- Striker lincah Semen Padang FC, untuk tahun 2017 ini diapstikan tidak akan memperkuat Kabau Sirah, julukan Semen Padang, karena pemain asal Papua itu ingin mencari peruntungan di Klub lain.
            Meski Manajemen Semen Padang tetap akan mempertahankan Nur Iskandar pada musim 2017 mendatang, namun pemain yang bergabung dengan Semen Padang sejak 2012 silam, sudah ingin hengkang dari Semen Padang, bertepatan dengan habisnya kontrak Nur Iskandar pada akhir musim 2016 lalu. Nur dengan tinggi 170 Cm juga merupakan yang juga pemain dengan assist terbanyak di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Kabar terakhir yang dihimpun media ini, Nur Iskandar akan bergabung dengan Sriwijaya FC, karena klub wong pito galo itu sangat tertarik dengan Nur Iskandar. Menurut  media officer Semen Padang, Arya Fahero, kemaren, Nur Sudah bulat tekadnya untuk mencari klub lain, meski Semen Padang akan mempertahankannya musim depan. “Kita tidak bisa memaksa Nur Iskandar, karena itu hak dia. Kita do’akan dia sukses di klub lain,” jelas Arya Fahero.
          Dijelaskannya, untuk musim 2017 mendatang, Semen Padang hanya mempertahankan 16 pemain pada musim lalu. Ke 16 pemain itu adalah kiper Jandia Eka Putra, Rendi Oscario, Hengki Ardiles, Cassio de Jessus, Handi Ramdan, Fandry Embiri, Agung Prasetyo, Novrianto. Berikutnya Riko Simanjuntak, Vendry Mofu, Rudi, Irsyad Maulana Adi Nugroho, Marcel Sacramento dan Muamer Svraka. Sementara untuk mengisi kekosongan pemain, manajemen terus memburu pemain lokal dan asing untuk bergabung dengan Semen Padang, termasuk memantau pemain asal Ranah Minang yang bermain di Klub lain dan pemain lokal yang memenuhi kriteria.
            Sementara dari kubu Sriwijaya, dikabarkan saat ini sedang melakukan pendekatan dengan Nur Iskandar. Menurut Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan Nur Iskandar, agar mau bergabung dengan Sriwijaya FC musim depan. “Kita sangat ingin Nur Iskandar bermain bersama kita, karena saat ini Nur sudah tidak terikat kontrak lagi dengan Semen Padang. Kita di manajemen langsung menjalin komunikasi dengannya. Manajemen berusaha agar dia bisa bergabung bersama Sriwijaya FC akan mencoba mendekati Nur Iskandar,” jelas Achmad Haris. Manajemen Sriwijaya FC tertarik membawa Nur Iskandar ke Stadion Gelora Sriwijaya karena pemain yang pernah bergabung dengan Persibo Bojonegero memiliki skill dan kualitas. Pemain yang berusia 30 tahun itu, sempat empat kali memperkuat tim nasional Indonesia pada 2012 dan 2014 saat melawan Korea Utara, Vietnam, Brunei Darussalam  dan Yaman.
           “Nur Iskandar masuk dalam kriteria dan skema tim yang dipersiapkan untuk kompetisi 2017. Sebab, dia bisa bermain sebagai second striker ataupun winger. Dia pemain lincah dan hebat,” jelas Haris. Untuk musim 2017 mendatang, Manajemen Sriwijaya juga telah memberi sinyal tidak akan memperpanjang kontrak dua pemain,  Musafry dan Achmad 'Jupe' Jupriyanto. Sebagai pemain depan, Musafri dinilai manajemen kurang optimal dan Achmad Jupriyanto kalah bersaing dengan pemain lain di lini belakang Sriwijaya FC selama Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu.

            Selain Sriwijaya FC, Mitra Kukar juga sedang gesitnya melakukan lobi dengan Nur Iskandar. “Kami memang sudah melakukan pendekatan dengan Nur Iskandar, tapi keputusan akhir tetap pada Nur, apakah mau bergabung dengan kami di Mitra Kukar atau klub lainnya, sambil menunggu hasil kongres PSSI di Bandung,” jelas Jafri Sastra, pelatih Mitra Kukar yang sedang berlibur di kampung halamannya di Payakumbuh (wandy)

Bupati Gusmal Gelar Shalat Subuh Berjamaah Dengan Masyarakat Tanjuang Balik

Masyarakat Tanjung Balik Antusius Gelar Subuh Berjamaah
SOLOK, SN-
         Masyarakat Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, tampak sangat antusius meramaikan masjid Raya Al Kautsar, untuk melaksanakan salat subuh berjama’ah, bersama Bupati Solok, H. Gusmal pada Jum’at pagi (6/1).
Selain Bupati Solok, acara Salat subuh berjama’ah juga dihadiri Asisten Koordinasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Suharmen Thaib, MM, Inspektur Daerah Kab Solok, Hermantias, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Effia Vivi Fortuna, Kepala Dinas Koperasi, Nasripul Romika, Kepala DPPKA, Muhammad Djoni, Kepala Dinas Sosial, Raflis, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Nagari, Medison, Camat X Koto Diatas dan Walinagari Tanjung Balik, Zulhidin serta seluruh masyarakat yang hadir.
         Walinagari Tanjung Balik, Zulhidin dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Solok dan semua pihak yang telah hadir pada salat Subuh Berjemaah tersebut. “Insyallah kita di kecamatan X koto Diatas siap mendukung sepenuhnya program Subuh Berjemaah dan Magrib Al Qur’an yang telah di canangkan oleh pemerintah Kabupaten Solok,” jelas Zulhidin.
Sementara Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM menyampaikan ucapan terima kasih dan memberi apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan X Koto Diatas yang sudah mendukung program Subuh berjam’ah dan Maghrib Al Qur’an. “Saya sangat bangga karena yang hadir meramaikan masjid hari ini sangat ramai dan semoga bisa dipertahankan,” jelas H. Gusmal. Dijelaskan Bupati, pihaknya ingin membangun masyarakat Kabupaten Solok yang Al-Q urani, masyarakat yang hidupnya berpedoman pada Al-Quran dan Hadis. “Ini adalah kerja yang sangat berat sekali dalam mewujudkannya, namun ini adalah program yang harus kita laksanakan. Banyak saat ini Al-Quran tidak lagi di baca, hanya sekedar jadi pajangan di rumah-rumah, oleh karena itu kita canangkan program Magrib Al-Quran supaya Al-Quran itu di baca, karena Al-Quran banyak sekali manfaat nya,” jelas H, Gusmal

          Menurut Bupati, tugas Walinagari, Camat, KAN dan BMN untuk membuat Perna tentang baca Al-Quran ini, serta kepada tokoh masyarakat, alim ulama dan niniak mamak untuk dapat mengawal masyarakatnya. “Kepada kepala SKPD nantik kalau ada penyerahana-penyerahan bantuan, akan kita serahkan setelah sholat subuh, ini juga sebagai salah satu pemancing agar masyarakat kita rajin sholat subuh ke masjid,” pungkas H. Gusmal (wandy)

Banjir Bandang Terjang Surian, Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat

Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, saat meninjau lokasi banjir bandang di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, kemaren sore


Banjir Bandang Terjang Surian
Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat
SOLOK, SN
            Bencana banjir tidak hanya terjadi di bagian tengah Kabupaten Solok, sejak Kamis kemaren, namun juga melanda Kabupaten Solok bagian Utara dan bagian Selatan dari bumi penghasil bareh tanamo itu.
            Di bagian Utara Kabupaten Solok, sejak Kamis hingga Jum’at sore,, banjir juga menerjang Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Sedikitnya, lebih dari 5 hektare ladang bawang warga siap panen dan 1 hektare sawah penduduk diterjang luapan aliran Batang Paninggahan. Beruntung, banjir tidak merusak rumah penduduk, seperti yang terjadi di Nagari Salayo dan Nagari Koto Baru. “Banjir memang tidak merusak rumah warga, tapi merusak tanaman bawang siap panen dan juga lahan persawahan,” jelas Reva (29)
"Untungnya, banjir tidak merusak rumah penduduk. Tapi, akibat banjir ini,  masayarakat mengalami kerugian Ratusan Juta Rupiah,” jelas Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Pemkab Solok, Drs. Efriadi, MM, usai meninjau lokasi banjir di Paninggahan, kemaren.
        Sementara di Bagian Selatan Kabupaten Solok, yakni di Nagari Aia Dingin, Lolo dan Surian Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB, seperti di jorong A Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin mengatakan, menurut informasi Wali Nagari Aiadingin, banjir bandang terjadi sekitar pukul 05.30 Wib yang menghantam tiga Jorong seperti Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok yang langsung meninjau lokasi banjir Aia Dingin dan Pantai Cermin, memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di jrng Sungai Indaruang dan Sungai di Hulu Pisau Hilang, Sementara di Nagari Surian, banjir juga menimpa Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Wabub Yulfadri Nurdin, beserta Camat Pantai Cermin, Syaiful Anwar dan Anggota DPRD Kabupaten Solok, M. Syukri, meninjau lokasi tersebut, kemaren.

            Sementara di Nagari Salayo dan Koto Baru, masyarakat masih tetap waspada, karena sejak Kamis malam hingga Jum’at sore kemaren, hujan belum berhenti mengguyur hulu Gunung Talang dan Lembang Jaya, sehingga debet air Batang Lembang yang melintas Nagari Koto Baru dan Salayo, tampak terus menaik. Bahkan dikabarkan, di Jorong Tangah Padang Ngarari Jawi-Jawi Guguk, Satu ekor kerbau dan puluhan itik milik petani terkepung banjir di sebuah pulau aliran Batang Lembang dan satunya mati sementara satunya lagi masih terjebak banjir (wandy)

Thursday, 5 January 2017

Banjir Dan Longsor Kembali Hantam Bumi Bareh Solok


SOLOK, SN- Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam sebulan terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor di beberapa nagari di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.
            Kamis pagi (5/1), dua musibah melanda Kabupaten Solok. Pagi sekitar jam 07 terjadi longsor di dua titik di jorong Sangkak Puyuah, nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang. Dua titik longsor itu adalah di depan SD Negeri 42 Air Batumbuk dan sebelum kantor Walinagari lama. Longsor mengakibabkan antrian panjang sekitar 4 jam dan memutus hubungan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang dan Kabupaten Solok Selatan dan sebaliknya. Dua alat berat dari Dinas PU Kabupaten Solok dikerahkan ke TKP. Tumpukan matrial tanah setinggi 3 meter disertai sebuah pohon Sengon besar, menghalangi jalan utama menuju Solok Selatan dari Lubuk Selasih. Petugas PU dan BPBD dibantu pihak kepoliasian dan TNI, berusaha menyingkirkan matrial longsor di dua titik. Beruntung pada kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun longsor mengakibabkan sawah warga tertimbun matrial longsor. “Longsor pertama terjadi sekitar jam 7 pagi dan jalan masih bisa dilintasi kendaraan. Namun longsor besar disertai pohon tumbang terjadi pukul 8 dan menutup semua badan jalan disertai ambruknya pohon sengon ini,” jelas Isap Iyur (50), warga Sangkak Puyuh di TKP. Akibab longsor tersebut, puluhan hektar tanaman bawang dan tanaman warga lainnya yang siap panen dan sawah warga di tumpuki matrial longsor dan satu keluarga dengan 5 orang anak bernama Am (47) terisolasi karena aksesjalan menuju rumahnya terputus. Sangat disayangkan warga, meski longsor melanda nagari mereka, masyarakat menilai bahwa Pemerintahan Nagari Air Batumbuk terkesan cuek dan tidak turun ke lokasi, sehingga sikap Walinagari Air Batumbuk, Roni Buswandi banyak disesali warga. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Sebelumnya, pada tanggal 15 November tahun 2016 lalu, sekitar 100 meter dari longsor sekarang, juga terjadi longsor yang menewasakn satu orang warga setempat.  Sementara pada tanggal 27 Oktober 2016, juga terjadi longsor dan pohon tumbang di Pauah, Kayu Jao dan hanya berjarak 2 KM dari TKP. Longsor yang paling parah terjadi di Rawang, Lubuk Selasih tanggal 24 Agustus 2016 silam dengan menewaskan 4 orang yang merupakan satu keluarga. Sementara kendaraan kembali bisa melintas setelah petugas gabungan menyingkirkan matrial longsor dan pohon tumbang, sekitar jam 12.00 WIB Kamis siang.   

Bupati Solok Tinjau Banjir Selayo

            Sementara itu, akibab hujan yang turun tiada henti, di Nagari Salayo dan Koto Baru Kecamatan Kubung sejak Kamis pagi, juga terjadi banjir besar karena meluapnya Sungai Batang Lembang yang tidak mampu menampung debit air. Banjir yang hampir sama dengan kejadian akhir Tahun 2014 silam yakni setinggi 1,5 Meter, mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran. Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMA 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo. Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan  Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Jum’at, akibat  hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.
            Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo dan SKPD terkait, langsung mengunjungi TKP dan berharap Dinas BPBD dan Sosial segera membantu warga. Selain itu, Posko untuk bantuan warga juga akan didirikan di depan kantor Walinagari Salayo. “Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini” jelas H. Gusmal. Di lokasi yang sama, pada akhir tahun 2014 silam, juga dilanda banjir, di mana waktu itu sekitar 2824 buah rumah warga mulai dari Koto Baru hingga perbatasan kota Solok terendam banjir.
          Tim gabungan yang turun ke lokasi banjir seperti  petugas BPBD,  tim SAR gabungan dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daeraha hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas H. Gusmal. Petugas BPBD yang dibantu dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pemadam Kebakaran, akan disiagakan pada posko yang didirikan. Dua titik lokasi posko petugas BPBD berada di depan Kantor Wali Nagari Selayo dan depan kampus UMMY Koto Baru, Kecamatan Kubung.
            Selain di Selayo, banjir juga terjadi di Kecamatan Bukit Sundi seperti di Galagah Muara Panas, meski tidak separah yang di Salayo.
 Sampai berita ini diturunkan, koban banjir nagari Salayo dan Koto Baru, Kecamatan Kubung masih tampak membersihkan rumahnya masing-masing. Bahkan para petugas jaga di Mapolsek Kubung, juga tampak membersihkan halaman dan bagian dalam kantor, karena sejak jam 15 banjir mulai surut. Sayangnya, sejak jam 17 sore, hujan kembali mengguyur derah hulu yakni Gunung Talang da Lembang Jaya. “Kalau hujan terus begini, maka yang kita cemaskan adalah banjir akan tambah parah di malam hari,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, yang turunmeninjau lokasi banjir, bersama anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Sutan Bahri dan Aurizal.
            Sementara sesuai catatan yang dihimpun KORAN PADANG di posko Banjir Salayo, hingga pukul 18 Kamis sore kemaren, jumlah rumah yang yang terdampak banjir khususnya di nagari Salayo berjumlah 890 buah yang terdiri dari 745 di jorong Galanggang Tangah dan 145 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah penduduk yang beresiko di jorong Galanggang Tangah berjumlah 3050 dan 677 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah bayi yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 55 dan sawah Suduk 13 orang. Untuk jumlah berita yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 237 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 67 orang. Sedangkan kelompok Lansia yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 204 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 50 orang. Sementara di nagari Koto Baru sampai berita ini diturunkan, belum ada data pasti tentang korban banjir, namun salah seorang warganya dikabarkan digigit ular dan saat ini masig dirawat di RSUD Kota Solok dan inisial korban belum diketahui. Sementara bantuan korban banjir yang tercatat di Posko Bnjir Salayo adalah berupa mie instan, air mineral, sarden, beras, telur itik, uang tunai datang dari dari donatur  dan anggota DPRD Kabupaten Solok seperti H. Hardinalis Kobal dan Sutan Bahri. Bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Kantor Walinagari Salayo, Karang Taruna dan donatur lainnya seperti Riska Dt Aceh. Sementara pejabat yang sudah mengunjungi korban banjir antara lain Bupati Solok, H. Gusmal, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Plt Sekda Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, Staf Ahli, Aliber Mulyadi dan Efriadi, Kadis Kesehatan, dr. Sri Efianti, Kepala BPM, Medison, Kadis Sosial, Raflis, Kadis BPBD, Dasril, Kadis Pariwisata, Yandra, Kabag Humas, Devi Pribadi, Camat Kubung, Dafrizon, Sekwan, Is dan lainnya
3 Unit Rumah, 2 Jembatan Dilaporkan Rusak (wandy)


Devi Pribadi Jabat Kabag Humas Pemkab Solok


SOLOK, SN- Kepala Bagian Humas Pemkab Solok, diserahterimakan (Sertijab) dari Drs. Syahrial, MM, kepada Devi Pribadi, bertempat di ruang Danau Dibawah, kantor Bupati Solok, Rabu sore (4/1).
            Syahriah selanjutnya menjabat sebagai Camat  X Koto Singkarak, sementara Devi Pribadi sebelumnya merupakan Sekretrais Pribadi Bupati Solok. Selain sertijab Kabag Humas, Bupati Solok yang diwakili Sekdakab Edisar, juga memimpin sertjab sertijab para Kepala Bagian (Kabag) di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Acara sertijab juga dihadri oleh seluruh Kepala Bagian di Sekretariat baik yang lama ataupun yang baru. Diantara Kepala Bagian yang disertijab adalah Kabag Umum dari Syaiuful kepada Soni Sondra, Kabag Organisasi dari Armaiti Malik masih tetap dan para Kabag lainnya.
          Bupati Solok yang diwakili Sekdakab, , Edisar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian jabatan di lingkungan Sekdakab adalah hal biasa, selain untuk membangkikan gairah kerja, juga untuk menghilangkan kejenuhan di lingkungan yang sama. “Kepada pejabat yang serah terima jabatan pada hari ini,  marilah kita membangun Kabupaten Solok  ini dengan sebaik-baiknya, sesuai fungsi dan jabatan yang diamanahkan kepada kita,” jelas Edisar. Selain itu, Edisar juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pejabat lama, dan berharap di tempat yang baru bisa mengabdi dengan sebaik baiknya. “Mutasi merupakan suatu hal yang biasa ini adalah sebuah proses untuk melangkah kejenjang berikutnya, jawablah amanah dengan tanggungjawab dengan menjadi pelayan yang baik,” jelas Edisar. Kepada pejabat baru, Sekdakab mengucapkan selamat bertugas, semoga bisa mengemban tugas yang telah di berikan dengan penuh rasa tanggung jawab.
           “Pesan kepada kita semua, mari kita bangun lagi kebersamaan, jangan ada kelompok-kelompok, bagaimana kita semua menjadi teamwork dalam membangun sekretariat daerah ini khususnya,” jelas Edisar (wandy)


Wednesday, 4 January 2017

Polres Solok Kota tangkap 3 Pelaku Curanmor

Polres Solok Kota tangkap 3 Pelaku Curanmor

SOLOK, SN – Polisi bergerak cepat mengungkap sejumlah kasus tunggakan kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Solok Kota di tahun 2016. Salah satu kasus yang menonjol dan menjadi perhatian jajaran polres Solok Kota adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Seperti yang dilakukan Satreskrim polres Solok Kota Kemarin, 3 orang pelaku yang diduga spesialis Curanmor berhasil dibekuk.

Ketiga pelaku ini berhasil dibekuk di tiga tempat berbeda pula. Johandi alias Johan (20) yang mengaku sebagai warga Koto Anau berhasil dibekuk di kawasan Lubuk Buaya kota Padang, Sementara Riko Siswanto (33) diamankan di Cafe tempat ia bekerja di Kota Solok sedangkan Raju (20) diamankan di kediamannya di Simpang Rumbio. "Ya, Ketiga pelaku ini kita amankan oleh satuan satreskrim, ditempat berbeda dihari yang sama pada Senin 2 Januari 2017,"  kata Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawaty Rosya, Selasa (3/1).

Kasus ini bermula sejak bulan maret 2016 lalu, tepatnya minggu 13 maret 2016, Dimana kendaraan bermotor salah seorang warga Simpang Rumbio kecamatan Lubuk Sikarah raib setelah diparkir didepan sebuah ruko.

Usai mengantongi identitas pelaku, petugas berhasil mencium keberadaan salah seorang pelaku yang tengah berada di Kota Padang. Berkat kesigapan petugas, Johan berhasil diamankan di kawasan Lubuk Buaya Padang. Usai ditangkap, Resedivis ini lansung dibawa ke Mapolres Solok untuk pengembangan terkait jaringan pelaku.

Dari tangan para pelaku, petugas sudah berhasil mengamankan 6 Unit sepeda motor dari sejumlah tempat di wilayah hukum polres Solok Kota. Polisi menduga masih banyak tempat yang pernah disatroni komplotan ini.

Dari pengakuan para pelaku kepada petugas, ada lebih kurang 10 lokasi tempat mereka beraksi di berbagai wilayah di Sumatera Barat seperti Kota dan Kabupaten Solok dan daerah lainnya. Mereka menjual kendaraan hasil curian ke berbagai wilayah termasuk kawasan Alahan Panjang dan daerah lainnya.

Para pelaku menjual masing masing kendaraan hasil curian dengan harga murah. Rata rata kendaraan ini dijual dengan harga Rp. 2.700.000 per unitnya. Hingga kini ketiga pelaku masih ditahan di Mapolres Solok Kota guna pegembangan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga tengah melacak keberadaan barang bukti lainnya beserta teman pelaku.(Van)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang