Showing posts with label Salingka Nagari. Show all posts
Showing posts with label Salingka Nagari. Show all posts

Thursday, 16 February 2017

Bupati Gusmal Ikut Tanam Padi di Nagari Guguak Sarai

Bupati Solok, H. Gusmal bersama Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kepala Balitbang Sumbar, Dr. Ir. Chandra Indra Wanto beserta OPD dan Dinas Vertikal lainnya, saat melakukan tanam padi di Nagari Guguak Sarai, Minggu (12/2)

Bupati Gusmal Ikut Tanam Padi di Nagari Guguak Sarai
SOLOK, SN-

         Sebagai daerah penghasil beras ternama di Sumbar, Kabupaten Solok ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura berdasarkan SK Gubernur Sumbar Nomor 521.305.2013. dengan dua Kecamatan yakni Kecamatan Gunung Talang Dan Kecamatan Bukit Sundi. Dua Kecamatan ini diandalkan untuk pemasok beras utama di Solok dan Sumbar, sehingga pemanfaatan lahan di dua kecamatan ini harus benar-benar optimal.  Sementara di kecamatan lain juga harus mendukung produksi beras, beberap berdasarkan luas lahannya.
            Di nagari Gugugk Sarai, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi misalnya, Pemkab Solok juga terus memompa produksi padi dengan mengoptimalkan lahan yang ada. Seperti yang dilakukan pada Minggu (12/2) lalu, Bupati Solok bersama Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kepala Balitbang Sumbar, Dr. Ir. Chandra Indra Wanto melakukan tanam padi serentak pada Keltan Tani Sepakat, Nagari Guguk Sarai , Kecamatan X Koto Sungai Lasi, dimana Keltan ini sebagai Pelaku Utama Pembudidaya Padi Sawah. Tampak hadir pada acara penanaman padi serentak itu antara lain  Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura Dan Perkebunan Diwakili Oleh Kabid Pangan Holtikultura Provinsi Sumbar, Ir. Arzal, MP, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, Kasdim 0309 Solok, Mayor. Supadi, A.S, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten  Solok, Admaizon, Kepala BPTP Sumbar serta unsur Fokopinda serta kepala OPD Kabupaten Solok dan masyarakat yang hadir.
            Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan dari cara Ini adalah sebagai momentum salah satu upaya optimalisai pemanfaatan lahan sawah yang harus disikapi oleh petani, selaku pelaku utama dan emangku kepentingan lainnya.Kabupaten Solok merupakan sentra utama pemasok beras di Provinsi Sumatera. Dan kegiatan di sektor pertanian ini memberikan sumbangan 45,01 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Solok,” jelas Admaizon. Ditambahkannya, dengan adanya SK Gubernur Nomor 521.305.2013, bahwa Kabupaten Solok ditetapkan sebagi Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumbar, maka Kabupaten Solok harus mampu memanfaatan lahan sawah untuk penanaman padi.
            Kasdim 0309 Solok, dalam sambutanya menyampaikan bahwa Program UPASUS ada 3 komoditas utama yang akan di sukseskan dalam 3 tahun ini oleh Presiden Jokowi. Dia menyebutkan bahwa TNI AD akan memberi dukungan dengan ditandatanganinya MoU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Staf TNI AD.
Sementara sebelumnya para Babinsa sudah dibekali pelatihan singkat oleh pakar yaitu penyuluh, peneliti dari Dinas Pertanian dan Balitbang untuk memudahkan operasionalisasi mereka di lapangan.Tujuannya jelas untuk memacu pencapaian target luas tambah tanam dari bulan Oktober 2016 hingga Maret 2017 ini,” terang Mayor Supadi.
               Sambutan Bupati Solok, H. Gusmal dalam sambutannya menyampaikan bahwa tanaman padi merupakan komoditi unggulan khas Sumbar dan khususnya Kabupaten Solok yang dikenal sejak dulu dengan beras soloknya. “Diperkirakan 5 Tahun mendatang kebutuhan beras akan terur meningkat seiring pertambahan penduduk dan dicemaskan pencapaian sasaran produksi padi akan semakin sulit,” jelas Bupati Gusmal.  Sementara menurut Bupati, dalam rangka pencapaian sasaran peningkatan produksi padi Tahun 2017, maka melalui dana APBN dianggarkan dana supaya pencapaian tersebut bisa terwujud dengan cara Intensifikasi, budidaya Padi Inhibrida, budidaya Padi Hibrida, budidaya Padi Teknologi Salibu, budidaya Padi Jaar Legowo Super, budidaya Padi / Beras Khusus, Pengembangan Unit Pengelola Pupuk Organik  dan ekstensifikasi atau peningkatan produksi dengan cara perluasan areal sawah atau membuka lahan baru.  “Perlusaan arel persawahan ini sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar dan lahan yang sterbatas,” jelas H. Gusmal.

           Menurut Bupati, dengan adanya pengolahan tanah yang sudah tidak ditanami maka diharapkan terjadi peningkatan luas lahan yang bisa berdampak terhadap pelimpahan produksi  yang akhirnya akan berdampak pada kesejahterahaan petani dalam mewujudkan pencapaian target swasembada pangan secara nasional (wandy)

Thursday, 2 February 2017

Bupati Gusmal Buka Acara Konsolidasi Bundo Kanduang Se Provinsi Sumatera Barat
















SOLOK, JN-
          Bupati Solok, H. Gusmal, hari Kamis (2/2), membuka acara konsolidasi Bundo Kanduang se Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Ruangan Pelangi, Kantor Bupati Solok. Tampak hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Kab Solok, Septrismen, Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Solok, Ny. Dahliar Yulfadri Nurdin, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Solok, Neli Warni, Ketua Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat beserta seluruh Ketua Bundo Knduang Kecamatan dan Nagari di Kabupaten Solok.
        Ketua Pelaksana, Neli Warni dalam laporannya menyampiakan bahwa latar belakang diadakan acara ini adalah mengingat sangat pentingnya dan beratnya tugas kita sebagai perempuan Minang Kabau selaku ibu dalam membentuk keluarga menjadi keluarga yang berkarakter islami, beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan yang berlandaskan adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah.Maksud dari pelaksanaan ini di daerah secara bergiliran adalah agar pengurus bundo kanduang di daerah lebih bersemangat dan bergairah dalam mengurus bundo kanduang dan sekaligus mempererat tali silaturahmi diantara sesama dan yang paling penting adalah dengan mengikut sertakan bundo kanduang kecamatan, bundo kanduang nagari dan bundo kanduang adat,” jelas Neli Warni.
             Sementara Penasehat Bundo Kanduang Kab Solok, Ny. Dahliar Yulfadri Nurdin dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan sebuah organisasi, sedikit banyak telah berpengauh kepada pemerintah maupun masyarakat, salah satunya persatuan ibu-ibu minang bundo kanduang se Sumatera Barat. Aktifitas yang dilakukan setiap organisasi dapat menjadi perpanjang tangan dan ujung tombak untuk mensosialisasikan program dan kebijakan pemerintah.Saya telah melihat betul bahwa ibu-ibu telah bekerja sama dengan SKPD terkait sebagai mitra kerja pemerintah. Bundo kanduang pada khususnya telah mendukung atau melaksanakan kegiatan kepariwisataan khususnya kelembagaan adat telah melaksanakan program pemerintah dengan sesuai petunjuk teknis pelaksanaannya,” jelas Ny. Dahliar

            Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan bahwa sebagai suku yang memegang faham matrilineal maka Minang Kabau, meletakan perempuan pada posisi yang sangat istimewa. “Perempuan memiliki tempat dan hak suara di dalam kaum, pendapatnya didengar dan pertimbangannya juga diperlukan, jika kita hubungkan falsafah adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah maka  penhormatan Minangkabau terhadap perempuan selaras dengan penghormatan agama terhadap mereka,” jelas H. Gusmal. Disebutkan Bupati, peran utama bundo kanduang yaitu untuk melanjutkan keberadaan suku dalam garis matrilineal dan menjadi ibu rumah tangga dari keluarga, suami dan anak-anaknya. “Kedudukan dan peran bundo kanduang di Minangkabau juga di ukur dari dua segi utama yaitu apabila masyarakat mampu bertahan dan mempertahankan nila-nilai kebudayaan dan yang kedua apabila bundo kanduang mampu melindungi dan mewujudkan kesejahtraan masyarakat. Saya berharap dengan acara ini terbangun sebuah kesepakatan sesuai dengan perkembagnan zaman dengan tidak melupakan adat istiadat,” pungkas H. Gusmal (wan) 

Friday, 6 January 2017

Bupati Gusmal Gelar Shalat Subuh Berjamaah Dengan Masyarakat Tanjuang Balik

Masyarakat Tanjung Balik Antusius Gelar Subuh Berjamaah
SOLOK, SN-
         Masyarakat Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, tampak sangat antusius meramaikan masjid Raya Al Kautsar, untuk melaksanakan salat subuh berjama’ah, bersama Bupati Solok, H. Gusmal pada Jum’at pagi (6/1).
Selain Bupati Solok, acara Salat subuh berjama’ah juga dihadiri Asisten Koordinasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Suharmen Thaib, MM, Inspektur Daerah Kab Solok, Hermantias, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Effia Vivi Fortuna, Kepala Dinas Koperasi, Nasripul Romika, Kepala DPPKA, Muhammad Djoni, Kepala Dinas Sosial, Raflis, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Nagari, Medison, Camat X Koto Diatas dan Walinagari Tanjung Balik, Zulhidin serta seluruh masyarakat yang hadir.
         Walinagari Tanjung Balik, Zulhidin dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Solok dan semua pihak yang telah hadir pada salat Subuh Berjemaah tersebut. “Insyallah kita di kecamatan X koto Diatas siap mendukung sepenuhnya program Subuh Berjemaah dan Magrib Al Qur’an yang telah di canangkan oleh pemerintah Kabupaten Solok,” jelas Zulhidin.
Sementara Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM menyampaikan ucapan terima kasih dan memberi apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan X Koto Diatas yang sudah mendukung program Subuh berjam’ah dan Maghrib Al Qur’an. “Saya sangat bangga karena yang hadir meramaikan masjid hari ini sangat ramai dan semoga bisa dipertahankan,” jelas H. Gusmal. Dijelaskan Bupati, pihaknya ingin membangun masyarakat Kabupaten Solok yang Al-Q urani, masyarakat yang hidupnya berpedoman pada Al-Quran dan Hadis. “Ini adalah kerja yang sangat berat sekali dalam mewujudkannya, namun ini adalah program yang harus kita laksanakan. Banyak saat ini Al-Quran tidak lagi di baca, hanya sekedar jadi pajangan di rumah-rumah, oleh karena itu kita canangkan program Magrib Al-Quran supaya Al-Quran itu di baca, karena Al-Quran banyak sekali manfaat nya,” jelas H, Gusmal

          Menurut Bupati, tugas Walinagari, Camat, KAN dan BMN untuk membuat Perna tentang baca Al-Quran ini, serta kepada tokoh masyarakat, alim ulama dan niniak mamak untuk dapat mengawal masyarakatnya. “Kepada kepala SKPD nantik kalau ada penyerahana-penyerahan bantuan, akan kita serahkan setelah sholat subuh, ini juga sebagai salah satu pemancing agar masyarakat kita rajin sholat subuh ke masjid,” pungkas H. Gusmal (wandy)

Thursday, 29 December 2016

Lomba Penulisan Berita Tahun 2016: Wartawan Koran Padang Wandy Raih Juara 2

Lomba Penulisan Berita Tahun 2016:
Wartawan Koran Padang Wandy Raih Juara 2
SOLOK, SN
            Wartawan Harian KORAN PADANG yang meliput di Kabupaten Solok, Wandy, meraih juara 2 lomba penulisan berita dan Feature Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Solok. Pengumuman dan penyerahan hadiah dilakukan oleh Bupati Solok yang diwakili Sekretaris daerah, Edisar Dt Manti Basa, SH, Kamis (29/12). Wandy meraih juara 2 dengan judul artikel, “Dari Tiga Pilar Menuju ke Empat Pilar”. Sementara syarat berita harus dimuat di media masing-masing dan merupakan karya tulis sendiri.
            Lomba diikuti oleh para wartawan Harian dan Mingguan yang meliput di Kabupaten Solok dengan mengambil tema  ‘Empat Pilar Pembangunan yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Solok’. Ketua panitia pelaksana lomaba, Edisar Dt Manti Basa yang juga Sekdakkab Solok menyebutkan bahwa tujuan lomba selain untuk bersaing secara sehat antar wartawan, juga dimaksudkan untuk menguji kemampuan sampai dimana seorang wartawan memahami visi dan misi yang diusung Kepala Daerah. “Selain itu, melalui lomba penulisan berita atau Feature ini, diharapkan bisa makin menambah wawasan para wartawan dan bisa menjadi motivasi bagi yang belum meraih juara,” jelas Edisar Dt Manti Basa.
            Penyerahan lomba menulis berita Tahun 2016, dilaksanakan di Ruang Danau Singkarak, Kantor Bupati Kabupaten Solok oleh Bupati Solok yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, SH, dengan didampingi Kabag Humas, Drs Syahrial, MM, Kasi Pemberitaan Syofiar Syam, Kasi Protokoler, Trismon dan puluhan wartawan yang meliput di Kabupaten dan kota Solok.
            Adapaun pemenang lomba menulis berita dan feature 2016 adalah, Juara Pertama Riki Chandra, Wartawan Harian Padang Ekspres, Juara 2, Wandy Harian Koran Padang, Juara 3, Yutiswandi, dari Haluan, Juara Harapan 1, Eriviko, Harian Pos Metro, Juara Harapan 2, Yoserizal dari Mingguan Jurnal Asia dan Harapan 3 diraih oleh Welluril dari Harian Rakyat Sumbar Padek. Pemenang pertama menerima hadiah Rp Rp 6.000.000, Juara 2, Rp 4.000.000, juara 3 Rp 2.500.000, Harapan 1, Rp 2.000.000, harapan 2 mendapat Rp 1.500.000 dan harapan 3 mendapat hadiah Rp 1.000.000 (Van)



Tuesday, 27 December 2016

Pengurus Baznas Kabupaten Solok 2016-2021 Dikukuhkan


SOLOK, JN
            Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, mengukuhkan pengurus Badan Amal Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Solok priode 2016-2021, bertempat di ruang Danau Singkarak, Selasa (27/12). Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Bazda Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Bahri Khatib, Kemenag Solok, H. Kardinal, Kabag Kesra, Suharmen Thaib, para Kepala SKPD, para camat dan walinagari se-Kabupaten Solok.
            Usai pelantikan, Ketua Bazda  Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Bahri Khatib menyampaikan bahwa  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. Sementara di daerah namanya sering disebut Bazda atau Badan Amal Zakat Daerah. “Baznas bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas. Setelah terbentuknya  Bazda di Kabupaten Solok untuk kedepannya sama-sama kita perhatikan dan juga menjadi Baznas yang pertama di Sumatera Barat,” jelas Syamsul Bahri Khatib.
          Ketua Bazda Provinsi Sumbar ini juga mengajak semua pihak untuk mendukung bersama-sama, Bazda yang sudah dikukuhkan sekarang ini dan juga program maghrib Al Quran yang di penuhi dengan suara-suara yang penuh dengan bacaan Al Quran setiap magribnya di masjid maupun disurau dan begitu juga dengan subuh berjamaah. Ketua Bazda Provinsi ini juga menyampaikan agar mulai saat ini mari salukan zakat melalui Bazda karena ini lebih penting dari pada bayar pajak.
             Sementara Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan bahawa sebagai umat Islam kita harus tolong menolong dan juga dengan kejujuran,pengabdian dan ke ikhlasan semua yang kita lakukan akan terasa berharga, termasuk dengan membayar zakat. “Agama Islam menganjurkan kita agar tangan diatas jauh lebih baik dari tangan di bawah. Intinya kita disuruh untuk berusaha agar bisa membantu sesama.,” jelas H. Gusmal. Dijelaskan Bupati,  Zakat berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, bertambah dan berkembang, berkah, dan terpuji. Sedangkan secara istilah syara’, zakat berarti suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai aturannya dan diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang berhak menerimanya. “Semoga Bazda atau Baznas bisa berdaya guna bagi yang membutuhkannya, dan juga berzakat adalah kewajiban umat muslim dan untuk kedepannya Baznas hanya ada 1 pintu supaya semua program atau profile Baznas bisa dilihat secara langsung. Bupati juga menjelaskan mulai tahun 2017 akan dibentuk pengurus Bazda di nagari untuk menyalurkan ke Bazda Kabupaten.
            “Saya berharap agar kedepannya agar para pengurus Baznas yang dikukuhkan sekarang ini bisa lebih baik, lebih amanah, lebih professional, serta lebih akuntabel.
 Kepada Camat,Walinagari kalau ada badan amil zakat di Nagari supaya mengajak masyarakat untuk bergabung ke Baznas Kabupaten Solok,” harap Gusmal. Bupati juga menjelaskan bahwa pada tanggal 30 Desember 2016 nanti kita akan louching di Islamic center subuh berjamaah dan dan kepada Camat Walinagari mari kita ajak semua masyarakat untuk melakukan subuh berjamaah. Program maghrib mengaji dan subuh berjamaah adalah program Pemerintah Daerah dan mari kita sukseskan bersama-sama, supaya Magrib mengaji dan subuh berjamaah terlaksana di Kabupaten Solok yang kita cintai ini.                    
           Adapun pengurus Basda Kabupaten Solok priode 2016-2021 yang dilantik adalah, Ketua, Drs. H. Sukardi, Wakil Ketua I, Nazaruddin, S. Ag, M. Pd,  Wakil Ketua II, Drs. Elyunus, SE, Wakil Ketua III, H. Masril Bakar,SE dan Wakil Ketua IV, Dra. Fauziah Amir.  Sementara susunan Keanggotaan Tim Audit Internal Baznas Kabupaten Solok Periode 2016-2021 adalah Ketua, Hermantias, Sekretaris, H. Fuadi Nawawi dan anggota masing-masing H. Suharmen, Syafrizal dan Fidriati Ananda. Sementara Pembina Bazna Kabupaten Solok adalah Bupati Solok, Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kab.Solok dan  Kemenag Kabupaten Solok.

            Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah bersama walinagari da camat Sekabupaten Solok (wandy) 

Sunday, 25 December 2016

Panitia Pansel Serahkan Hasil Seleksi Jabatan Tinggi Pertama ke Bupati


SOLOK, SN-
            Panitia seleksi Jabatan Tinggi Pertama atau panitia Pansel untuk jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, hari Minggu (25/12), menyerahkan hasil seleksi jabatan tinggi ke Bupati Solok, bertempat di Guest House Arosuka.
            Acara penyerahan hasil pansel dilakukan oleh Ketua panitia, Drs. Rusdi Lubis, M.Si di dampingi
Anggota panitia Seleksi, Prof. Tafdil Husni,SE,M.Ba, Prof. DR Yasril, MS, Drs.Bustamar,MM dan Drs. Efriadi, MM. Dalam laporannya, Rusdi Lubis menyampaikan bahwa hasil ujian seleksi terbuka (Jabatan Tinggi Pertama) diikuti sebanyak 71 Orang pelamar, yang menggikuti 21 jabatan eselon II B.
Dari hasil yang telah dilakukan, panitia menyerahkan nama-nama yang lulus ke Bupati dan untuk selanjutnya ditentukan oleh Bupati siapa yang akan dilantik. “Kita hanya melakukan seleksi jabatan, namun dari hasil yang kita dapat tetap ditentukan oleh Bupati dan wakil Bupati,” jelas Rusdi Lubis.
Usai menyerahkan berkas hasil seleksi pihak BKD membawa nama-nam tersebut ke BKN pusat, jumlah dari BKN itu nantinya yang akan menjadi penjabat untuk yang akan dilantik. Sementara jenis test yang dilakukan meliputi Test Akademis (Tertulis), Penyampaian makalah, wawancara, assesment oleh tim asesor UNP.  “Saya sarankan kepada penjabat pemerintahan untuk lebih banyak membaca dan memahami aturan-aturan terbaru, karena pemerintahan ini berkembang setiap saat dan setiap waktu. Diharapan kepada penjabat baru yang dipercaya Bupati dan Wakil Bupati, untuk lebih visoner dan bekerja mendukung program Kepala Daerah untuk kedepannya,” jelas Rusdi Lubis.
            Bupati Solok,  H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil dari pihak panitia terhadap pejabat yang sudah dinyatakan lulus r encana penlantikan akan dilaksanakan pelantikan pada tanggal 28 atau 29  Desember 2016 besok. “Harapan kedepannya kepada penjabat yang dilantik, hendaknya dapat bekerja keras dan cerdas serta punya inovasi yang gunanya untuk membangun Kabupaten Solok kedepannya,” jelas H. Gusmal.
Dijelaskan Bupati,  apa yang telah dirancang dengan visi 4 pilar pembangunan pemerintah daerah hendaknya bermanfaat bagi masyarakat. “Kita berharap kedepannya agar pejabat terpilih bisa membawa perubahan untuk Kabupaten Solok yang kita cintai ini dan mari bersama-sama kita bangun dan kita lakukan yang terbaik untuk Kabupaten Solok yang kita cintai ini,” jelas H. Gusmal. Bupati juga akan melakukan evaluasi untuk pejabat yang dilantik satu kali dalam sebulan.

Pada kesempatan itu, Panitia pansel langsung menyerahkan hasil calon pejabat yang akan dilantik yang merupakan hasil ujian seleksi terbuka yang masih disegel  (Jabatan Tinggi Pertama) Eselon II B dari Panitia Seleksi (Pimpinan Tinggi Pertama Ketua Pansel) Drs.Rusdi Lubis, M.Si kepada Bupati Solok H. Gusmal (wandy)

Wednesday, 21 December 2016

Festival Seni Budaya Anak Nagari Tingkat Kabupaten Solok Sepi Penonton























 SOLOK, SN
            Festival Seni Budaya Anak Nagari Tingkat Kabupaten Solok Tahun 2016, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati  dan dibuka oleh Bupati Solok Sabtu malam (17/12) lalu, tampak sepi penonton karena caca hujan dan dingin.
                 Menurut Ketua Panitia Pelaksana Festival Seni Budaya Kabupaten Solok, Yandra, meski  lomba digelar siang dan malam, namun kecintaan masyarakat minta para seniman muda untuk mengikuti lomba kesenian anak nagari ini tetap tampak tinggi. “Pada 
Festival Seni Budaya Anak Nagari Tingkat Kabupaten Solok kali ini, kita akan menampilkan berbagai kesenian asli Minang seperti lomba Randai, indang, tari piring, lomba lagu Minang, lomba pantun dan lomba lainnya,” jelas Yandra.  Dijelaskan Yandra, Festival Seni Budaya Kabupaten Solok untuk Randai diikuti 25 grub, Indang 9 grub, Tari Piriang, 25 grub dan Lagu Minang lainnya.  “Tujuan pelaksanaan acara ini adalah dalam rangka pelestarian dan pengembangan Seni Budaya Anak Nagari dan juga perkembangan  dan Promosi potensi kepariwisataan khususnya seni dan budaya di Kabupaten Solok,” jelas Yandra.
Pemenang akan ditetapkan tiga (3) pemenang untuk setiap diperlombakan dan masing-masing pemenang akan menerima hadiah tropy, piagam dan tabanas. “Kita berharap agar acara kesenian Anak Nagari ini bisa mengembangkan bakat anak-anak kita dalam masalah kesenian dan budaya,” jelas Yandra, yang juga Kadis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok.

            Meski sepi dari pengunjung karena cuaca yang terus hujan menyelimuti Arosuka, namun lomba ini sempat menyita perhatian para PNS di lingkup Pemkab Solok, karena lomba digelar di Halaman Kantor Bupati (wandy)

Tuesday, 20 December 2016

Sosialisasi Maghrib Mengaji dan Penyerahan Honor Kepada Penyuluh

Kasi Bimas Islam Kemenag Sumbar, H. Fuadi Nawawi MA, memberikan arahan pada acara sosialisasi program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah bagi para penyuluh agama di Kabupaten Solok, bertempat di Aula Kantor Kemenag, Koto Baru, Selasa (20/12).



Sosialisasi Maghrib Mengaji dan Penyerahan Honor Kepada Penyuluh
SOLOK, SN-
            Bupati Solok yang diwakili Kabag Kesra Pemkab Solok, Drs. H. Suharmen Thaib, MM, melakukan acara penyuluhan dan sosialiasasi program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah bagi para penyuluh agama di Kabupaten Solok, bertempat di Aula Kantor Kemenag, Koto Baru, Selasa (20/12).
            Acara sosialiasasi program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah ini, juga dihadiri oleh Kakan Kemenang Provinsi Sumbar yang juga diwakili oleh Kasi Bimas Islam, H. Fuadi Nawawi MA dan puluhan penyuluh agama di Kabupaten Solok.
            Dalam sambutannya, Kabag Kesra menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, yakni tanggal 25 Desember, akan dilakukan lounching Maghrib Mengaji dan Shubuh berjamaah untuk tingkat Kabupaten Solok, di Masjid Raya Koto Baru. “Mudah-mudahan Bapak-Bapak dan ibuk-ibuk sekalian, bisa menyampaikan maksud dan tujuan dari acara penyuluhan ini ke masyarakat, bahwa saat ini kita akan berusaha membentuk manusia Kabupaten Solok sebagai manusia bertaqwa, dengan mensukseskan program Subuh Berjamaah dan Maghrib Mengaji,” jelas Suharmen Thaib.
         Kepala Kemenag Sumbar yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam, H. Fuadi Nawawi MA, dalam arahannya berharap agar penyuluh bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasi dan mensukseskan program Subuh Berjamaah dan Maghrib Mengaji di kabupaten Solok.



            Acara tersebut juga diisi dengan penyerahan honor kepada puluhan penyuluh agama di Kabupaten Solok, yang masing-masingnya penyuluh menerima honor masing-masing Rp400.000 ribu/orang. Bantuan tersebut diharapkan bisa untuk lebih memotivasi penyuluh dalam mensiarkan agama Islam di masing-masing nagari, khususnya subuh berjamaah dan maghrib mengaji (wandy)

Monday, 19 December 2016

Tigo Lurah Berjuang Masih Berjuang Dari Ketertinggala


SOLOK, SN-
          Sampai saat ini Kecamatan Tigo Lurah di Kabupaten Solok, masih tetap menjadi kecamatan paling terisolir di Kabupaten Solok karena letaknya  yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka.
Meski berada jauh dari pusat kota, namun Kecamatan Tigo Lurah akan berusaha bangkit untuk setara dengan daerah lain. Saat ini setiap nagari di Kecamatan Tigo Lurah sudah memiliki SD dan SMP. Bahkan  di pusat kecamatan di nagari  Batu Bajanjang,  juga sudah ada sebuah SMA Negeri. “Kita akan terus berjuang agar Tigo Lurah tetap bisa sejajar dengan kecamatan lain di Kabupaten Solok,” jelas Camat Tigo Lurah, Romi Hendrawan, Selasa (20/12). Saat ini menurut Romi, uyang menjadi kendala utama untuk menuju ke Tigo Lurah adalah bila musim hujan tiba, maka jalan akan terlihat becek dan seperti kubangan kerbau. “Kita akan berupaya memperjuangkan ini bersma-sama, baik ke Kepala Daerah atau DPRD agar langkah Tigo Lurah terbebas dari ketertinggalan bisa terwujud,” terang Romi Hendrawan.  
Sementara warga nagari Batu Bajanjang, Yongky (51) juga menjelaskan bahwa bila hujan turun, maka akses jalan menuju nagari di Tigo Lurah akan memilukan. “Bila hujan dalam turun seperti saat ini, maka kami tidak bisa bepergian ke lura kecamatan, karena kendaraan tidak bisa jalan di lumpur,” jelas Yongky. Selain ke Garabak Data, jalan menuju nagari  ke Rangking Luluih juga belum beraspal. Jalan penuh tanjakan, dan licin saat musim hujan. Bukan saja kendaraan roda empat, kendaraan roda dua pun kesulitan mencapai pusat pemerintahan yang berada di Kapujan ini. “Namun jika dibandingkan dengan lima dan sepuluh tahun lalu, saat ini kondisi jalan ke Tigo Lurah sudah jauh lebih baik. Misalnya dari Sirukam, Kecamatan Payung Sekali hingga ke Simanau, nagari pertama di Tigo Lurah dari arah Sirukam ini, sudah banyak yang diaspal. Bahkan dari Simanau ke Kapujan aspalnya masih mulus karena baru saja diaspal. Bahkan hingga minggu kedua Desember 2016 ini masih terlihat para pekerja melakukan finishing dengan menimbun bahu jalan,” terang Yongky .
           Sebagai daerah paling terpencil, Tigo Lurah menjadi perhatikan bagi Pemkab Solok. Karena setiap tahun tetap ada dana yang dialirkan ke Kecamatan ini. Hanya saja pembangunan jalan terkendala oleh posisi daerah ini sebagai hutan lindung dan masuk paru-paru dunia.  Karena itulah Nagari Garabak Data misalnya, hingga kini masih berjuang untuk menikmati jalan beraspal. Nagari yang berbatasan dengan Dharnasraya ini belum tersentuh aspal. Pemerintah Kabupaten Solok maupun Pemprov Sumbar pernah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk membuka akses jalan ke nagari ini, tetapi gagal terwujud karena tidak adanya izin pemanfaatan lahan tersebut dari pusat (wandy)


Air Danau Singkarak Masih Berwarna Hitam & Kemerahan





















Air Danau Singkarak Masih Berwarna Hitam

SOLOK, SN-
      Sudah hampir dua Minggu terakhir, warna air danau Sinngkarak di Kabupaten Solok masih tampak berwarna hitam dan kemerah-merahan.
      "Ya sudah hampir dua Minggu terakhir warna air danau berubah. Kami tidak tau penyebabnya, bahkan ikan bilih banyak yang mati," jelas Syahrial (41), warga pinggir Dermaga Singkarak, Senin (19/12). Dijelaskan Syahrial, kejadian air warna Singkarak berubah sejak adanya peristiwa gempa Aceh dan adanya warga pinggir danau yang hilang misterius dua Minggu lalu dan hingga kini belum ditemukan. "Kita tidak ingin dua mitos tersebut  dihubungkan-hubungkan dengan dua peristiwa tersebut, namun ini mungkin sudah kehendak Tuhan," tambah Syahrial. Dia menambahkan, akibab air warna danau yang berubah dan cuaca sering hujan dan angin kencang, maka lebih dari separoh nelayan tidak turun ke danau.
Camat X Koto Singkarak, Irwan Effendi juga nenghimbau kepada seluruh nelayan agar berhati-hati bila turun ke danau, karena memang cuaca dalam 10 hari terakhir ekstrim. " Emang serba sulit, disatu sisi kalau tidak turun ke danau ekonomi tidak jalan. Tapi kalau turun mencari ikan juga dikwatirkan akan mengganggu keselamatan mereka," jelas Irwan Effendi.
       Terpisah, Bupati Solok H. Gusmal juga menghimbau agar nelayan yang tinggal disepanjang danau Singkarak, untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrim. "Kalau masih turun juga ke Danau, sebaiknya membawa teman agar bisa saling menjaga dan menolong," himbau H. Gusmal (wandy)

Saturday, 17 December 2016

Kabupaten Solok Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Bumi Tingkat Sumatera Barat


Di Gelar di Taman Hutan Kota Terpadu Arosuka:

Kabupaten Solok Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Bumi Tingkat Sumatera Barat
SOLOK, NC
            PERINGATAN Hari Bumi Tingkat Sumatera Barat Tahun 2016, di pusatkan di Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) Arosuka, Kabupaten Solok, Sabtu, 17 Desember 2016.
            Puncak peringatan Hari Bumi Tingkat Sumatera Barat Tahun 2016 ini, dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno,
Bupati Solok, H. Gusmal, SE,MM, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, Wakil Walikota Solok, Rainier, Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, Ibu Ketua Organisasi se Sumatera Barat, Ketua TP PKK Kab Solok, Hj. Desnadevi Gusmal, Plt. Sekda Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, SH, Kadis Pertanian dan Ketuhanan Provinsi Sumatera Barat,  Ketua GOW  Kabupaten Solok, Ny Dahliar Yulfadri Nurdin,  Unsur Forkompida, Para Kepala SKPD Sekabupaten Solok,  Seluruh Camat dan Walinagari se Kabupaten Solok dan Organisasi Sosial kemasyarakatan lainnya.
         Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Desnadevi Gusmal, SH dalam laporannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat beserta rombongan di Taman Hutan Kota Terpadu (THKT), Arosuka Nan Indah ini, dalam rangka peringatan Hari Bumi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016. Acara tersebut juga dilakukan dengan penanaman pohon yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumbar berupa 1.500 batang pohon yang terdiri dari, Bibit Lengkekng, Sirsak, Belimbing Sukun, Jeruk Gunung Emas dan Jeruk Nipis. Penanaman secara simbolis dilakukan sebanyak 26 batang di lokasi THKT Arosuka yang dimulai oleh Ketua TP PKK Sumbar, Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno dan sisanya akan dibagikan kenagari binaan TP PKK Kabupaten Solok. “Kepada penggurus TP PKK di Nagari agar ikut berpatisipasi menanam dan merawatnya di daerah masing- masing. Dalam rangka peringatan hari bumi ini, kami juga telah melakukan senam missal dengan seluruh karyawan/ karyawati di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok dan juga di ikuti oleh Bapak Bupati Solok, Bapak Wakil Bupati Solok dan juga lomba nyanyi dan lomba mewarnai bagi anak-anak,” jelas Ny. Desnadevi Gusmal, SH.
           Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua TP PKK  Provinsi Sumatera Barat beserta rombongan Ketua Organisasi se Provinsi Sumatera Barat, dalam rangka peringatan Hari Bumi Tahun 2016. “Meski cuaca hujan gerimis di pagi ini bisa meningkatkan semangat kita semua untuk penanaman pohon selanjutnya. Selain itu, mari kita jaga apa yang telah kita lakukan untuk bumi, supaya nanti kedepan anak-anak cucu kita juga bisa menikmati apa yang telah kita lakukan sekarang dalam penanaman pohon ini,” jelas H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM. Dijelaskan Bupati, dalam peringatan hari bumi tingkat Provinsi Sumatera Barat, hendaknya kita mampu menjaga dan merawat pohon yang telah kita tanam, karena ini juga bisa menyelamatkan lingkungan hidup serta dapat meningkatkan penghasilan bagi masyarakat yang kita cintai. Bupati juga berharap agar kegiatan pada peringatan Hari Bumi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga dan melindungi alam atau bumi, dengan ikut menjaga keletarian yang ada di dalamnya.
          Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno dalam arahannya menyampaikan bahwa tema yang kita angkat pada  peringatan Hari Bumi Tingkat Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2016 kali ini dan penanaman pohon merupakan. Dijelaskannya, sumbangan terbesar bagi bumi dan lingkungan hidup manusia untuk kedepannya. “Tujuan peringatan Hari Bumi yang kita laksanakan pada hari ini adalah untuk motivasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk bisa memelihara bumi sebagai tempat kita hidup dan berkehidupan. Dan kami telah mengupayakan bantuan bibit dari SKPD terkait Provinsi Sumatera Barat yaitu dari Dinas Kehutanan Provinsi yang telah memberikan bantuan bibit penghijauan dan buah-buahan sebanyak 1000 batang,” terang Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno. 

            Isteri orang Nomor Satu di Sumbar ini juga berharap agar bantuan bibit tersebut dapat tumbuh dan dipelihara dengan baik sebagai bentuk salah satu menyelamatkan bumi nantinya bagi anak cucu kita (wandy)

Nagari Sibarambang Gelar Ritual Tolak Bala Yang Sudah Digelar Turun Temurun























Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, saat menghadiri acara ritual atau bakawue untuktolak bala di Nagari Sibarambang, yang sudah dilaksanakan sejak rautsan tahun oleh nenek moyang mereka

Dihadiri Bupati Gusmal:
Nagari Sibarambang Gelar Ritual Tolak Bala
SOLOK, SN
            Nagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, menggelar acara ritual tolak bala, yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun oleh nenek moyang mereka dengan tujuan menolak segala bencana yang akan terjadi.
            Acara tolak bala di pusatkan di Medan Nan Bapaneh Jorong Rimbang Batu Alang Nagari Sibarambang, Jum’at (16/12) dengan dihaadiri Bupati Solok, H. Gusmal, Plt Camat X Koto Diatas, Dafrizon, Plt. Kadis pariwisata, Yandra, Plt. Kepala DPPKA  Muhammad Djoni, Sekretaris Dinas Perhubungan, Editiawarman
Kasat Pol PP, Raflis, Sek Sosnaker, Fauzi. B, Sek Dinas Perikanan dan Peternakan, Kenedy Hamzah, Walinagari Sibarambang, Ruslatif, Ketua BMN sibarambang, Nur Yudha, Ketua KAN, Jon Dt .Rajo Bandaro dan para tokoh masyarakat setempat.
          Ketua panitia pelaksana acara, Jon Dt .Rajo Bandaro dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari acara Kawue nagari ini mengingat tradisi dari nenek moyang yang sampai pada saat ini masih kita laksanakan yang mana dahulu kegiatan ini dilaksajakan setiap tahun setelah hari raya idul adha. Tempat acara Di medan nan bapaneh tampek pakauan nagari sibarambang yang di laksanakan secara turun temurun, acara di laksanakan dengan kegiatan ‘mambantai kabau’ dengan tujuan untuk menolak bala. “Kami di nagari bersama KAN membuat semacam keputusan,  setiap rumah gadang membawa dulang yang isi nya nanti akan di makan bersama-sama oleh masyarakat. Kami berharap kepada bapak Bupati untuk dapat meningkatkan Perekonomian di nagari sibarambang ini kedepannya,” jelas Jon Rajo Bandaro. Kepada Bupati, dirinya juga menyampaikan aspirasi masyarakat untuk bisa memindahkan sekolah yang lokasinya bersebelahan dengan pasar karena ini akan menggangu proses belajar mengajar. Selain itu, Jon juga berharap agar masalah tapal batas Sibarambang  juga bisa dicarikan solusinya dengan Sawahlunto.
          Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dalam arahannya menyampaikan bahwa dengan memperingati tradisi ritual atau bakawue di nagari Sibarambang, maka hal ini sudah mengingat tradisi nenek moyang dan menjaga rasa kebersamaan masyatakat di Nagari Sibarambang, dimana dengan kegiatan ini dapat menjalin tali silaturahmi  sesama masyarakat. “Dengan adanya acara ini, maka sudah menunjukan bahwa hubungan antar masyarakat dan masyarakat atau niniak mamak dengan masyarakat tampak berjalan baik,” jelas H. Gusmal.  Dijelaskan Bupati, saat ini banyak adat istiadat kita yang mulai tergores oleh perkembangan zaman, namun  masyarakat Nagari Sibarambang masih tetap mempertahankan tradisi yang sudah dilaksanakan sejak lama oleh nenek maoyangnya. Semoga kedepannya hal ini bisa dipertahankan.
          Sementara untuk saran agar sekolah yang dekat pasar di Sibarambang bisa dipindahkan, menurut Bupati perlu dilaksnakan Musyawarah oleh KAN BMN , wali nagari bersama masyarakat. “Kalau memang ingin memindahkan sekolah carilah lokasi yang tidak terlalu jauah di jangkau oleh anak-anak kita karena kalau terlalu jauah anak-akan kita nantik akan malas untuk ke sekolah. Sementara pendidikan bagi kita sangat penting, kita menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Solok,” terang H. Gusmal.

           Sementara mengenai batas wilayah, Bupati menjelaskan bahwa alangkah baiknya hal ini di musyawarahkan saja dengan duduk bersama mencari kata sepakat, tetapi kalau masih tidak menemukan kesepakatan pemerintah sudah ada tim nya untuk masalah ini (wandy)

Thursday, 15 December 2016

Aparat dan Masyarakat Goro Membangun Masjid di Koto Sani

Tampak aparat TNI dan unsur Muspika lainnya, turun bergoro Dalam rangka memeriahkan Hari Juang Kartika TNI yang ke-71, serta gerakan Kamis bersih unsur Muspika X Koto Singkarak, bertempat di Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis pagi (15/12)

Aparat dan Masyarakat Goro Membangun Masjid di Koto Sani
SOLOK, SN
            Dalam rangka memeriahkan Hari Juang Kartika TNI yang ke-71, Kodim 0309 Solok dan anggota Makoramil, Mapolsek, Kantor Kecamatan, UPTD dan Kepsek se Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis pagi (15/12),  menggelar acara goro membangun Masjid Raya, Kasiak, Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak.
Selain itu, goro juga hadiri personil Satpol PP Kota Solok beserta aparat pemerintahan Wali Nagari dan juga masyarakat Koto Sani.  “Mereka tampak kompak bahu membahu dalam mengerjakan pembangunan masjid yang teringgal dan seklaigus membersihkan perkarangan masjid. Goro tersebut, sekaligus dalam rangka gerakan Kamis bersih yang rutin dilaksanakan di kecamatan X Koto Singkarak setiap Kamisnya. “Hari ini kita memberishkan masjid Raya Koto Sani, dibantu oleh Bapak-Bapak dari TNI, Polisi, kecamatan, Satpol PP, para Kepala Sekolah dan lainnya. Kami bangga aparat sangat dekat dengan masyarakat, sebab mereka menyadari juga berasal dari masyarakat,” jelas tokoh masyarakat Koto Sani, H. Syafri.

            Camat X Koto Singkarak, Irwan Effendi menyebutkan bahwa acara Kamis bersih yang rutin dilaksankan setiap Kamis pagi oleh unsur Muspika Kecamatan X Koto Singkarak, hari ini mendapat dukungan dari TNI karena bertepatan dengan Hari Juang Kartika TNI yang ke-71. “Momen Hari Juang  ini kita gunakan untuk membangun dan membersihkan masjid di Koto Sani, bersama Bapak-Bpak dari TNI dan unsur Kapolsek, mudah-mudahan masyarakat bisa terbantu untuk membangun tempat ibadah,” jelas Irwan Effendi (wandy)

Wednesday, 14 December 2016

Nagari Batang Barus Juga Ikut Budidayakan Ikan Larangan

Nagari Batang Barus Juga Ikut Budidayakan Ikan Larangan
SOLOK, SC- Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat berada di pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Selain memiliki situs budaya berupa Masjid Tua Kayu Jao, Nagari Batang Barus juga sukses  mengembangkan budidaya ikan sungai, seperti, nila, gurame dan gariang di di tiga anak sungai pada tiga jorong di daerah itu.
          Ketiga jorong yang telah menjalankan program budidaya ikan sungai itu adalah Jorong Lubuk Selasih, Kayu Aro dan jorong Kayu Jao. Setidaknya di masing masing tiga anak sungai tersebut telah dilepas 600 kg bibit ikan jenis nila dan gurame, dengan pelaksana program kegiatan budidaya ikan sungai larangan oleh para pemuda. Budidaya ikan sungai ini, selain di Nagari Batang Barus, juga terdapat di nagari Sariak Alahan Tigo, Sungai Abu, Sungai Lasi, Batu Bajanjang dan lain sebagainya.
           “Kalau ikan larangan ini didukung oleh masyarakat, maka kita optimis akan sukses kedepannya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat ,” jelas Walijorong Kayu Jao, Romi. Manfaat budidaya ikan sungai larangan itu menurut Romi, sangat direspon dan didukung oleh seluruh pemuda jorong serta masyarakat Nagari Batang Barus, karena sangat bagus dalam rangka pelestarian lingkungan. Program budidaya ikan sungai larangan itu juga didukung oleh manajemen pabrik Aqua Solok, dengan memberi bantuan bibit ikan kepada pemuda.
          Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar menyebutkan bahwa program budidaya ikan sungai larangan itu dalam rangka melestarikan habitat asli di anak sungai setempat seperti ikan bauang, limbek, gariang, ikan tilam dan ikan tali-tali, udang sejenis ikan teri berbentuk ukuran kecil. “Nantinya ikan larangan ini akan diatur oleh Perna melalui rapat dengan Badan Musyawarah Nagari (BMN) Nagari Batang Barus,” tambah Syamsul Azwar. Bagi yang melanggar katanya diberi peringatan oleh aparat pemerintahan nagari, dan ikan baru akan dipanen setahun sekali. Cara panen ikan di aliran anak sungai itu jelasnya akan dilakukan dengan cara digelar lomba memancing ikan oleh para pemuda, yang uang pendaftaran pesertanya kelak akan dijadikan kas pemuda untuk mendanai program kegiatan pemuda di Nagari Batang Barus. “Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif mentaati larangan dengan tidak memancing atau memukat ikan di sepanjang aliran anak sungai,” pungkas Walinagari (wandy)

Tuesday, 13 December 2016

Wabub Ferizal Ridwan Tinjau Jalan Terban Sungai Naniang-Baruah Gunuang





















Wabub Ferizal Ridwan Tinjau Jalan Terban Sungai Naniang-Baruah Gunuang
LIMAPULUH KOTA, SC -  Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, meninjau jalan penghubung Nagari Sungai Naniang-Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota yang terban dua minggu yang lalu.

Saat tiba dilokasi, wabup ditunggu Wali Nagari Sungai Naniang, Penyul Hadi serta belasan masyarakat yang sedang bekerja menimbun jalan yang terban akibat tingginya curah hujan yang menguyur kabupaten itu sejak satu bulan belakangan.

"Kondisi tanah disini labil, sehingga apabila curah hujan tinggi sering terban. Kondisi serupa hampir terjadi setiap tahun," aku Wabup Ferizal Ridwan.

Menurut Wabup Ferizal Ridwan, dengan adanya perbaikan sehingga dapat ditempuh oleh masyarakat di dua nagari, walaupun kondisinya darurat.

Rencananya, tmbah Wabup Ferizal Ridwan, tahun depan akan dibuka jalur baru menuju nagari tersebut. Anggarannya sudah dimasukkan dalam APBD Limapuluh Kota 2017 sebesar Rp.6,8 miliar

"Menjelang dibuka jalur baru, jalan ini dapat dimanfaat sebagai jalan darurat hingga akses yang baru selesai dikerjakan," kata Wabup Ferizal Ridwan.

Wabup Ferizal Ridwan memperkirakan, rute baru yang akan dibuka tersebut baru dapat dimanfaatkan masyarakat paling cepat pada pertengahan 2017.

Sebelumnya, jalan yang penghubung Nagari Sungai Naniang dengan Baruah Gunuang mengalami retak dan terban sedalam lima meter, hal itu diakibatkan curah hujan yang tinggi sejak dua minggu terakhir.

Pantauan di lokasi, kerusakan parah terjadi di jorong Aia Masin, Kenagarian Sungai Naniang. Kondisi itu membahayakan masyarakat sebagai pengguna jalan tersebut, kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu minggu dan belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki.

"Kejadiannya pada hari minggu 13 November 2016, kami dari pihak nagari langsung laporan kepada pemerintah kabupaten. Jika tidak segera ditangani dengan cepat dapat semakin parah," kata warga setempat, Sarman.

Saat ini, kondisi jalan tersebut diperbaiki melalui dana swadaya masyarakat dan perantau dengan melaksanakan goro bersama.

"Sudah lama, bahkan setiap hujan tiba masyarakat selalu dihadapkan dengan situasi seperti ini. Kami berharap pemerintah dapat berperan aktif menjaga dan mengawasi kondisi jalan masyarakat ini," ujarnya. (dodi sastra)

Air Danau Singkarak Berubah Menjadi Hitam




















Air Danau Singkarak Berubah Menjadi Hitam
SOLOK, NC-
         Warga yang bermukim di sekitar Danau terbesar di Sumatera Barat yakni Danau Singkarak, dikejutkan dengan dengan berubahnya warna air danau, menjadi hitam dan kemerahan.
Sementara ikan asli danau Singkarak, yakni ikan bilih banyak yang mengapung, bau menyengat terasa dibeberapa titik lokasi. Peristiwa perubahan warna air dan mengapungnya ikan bilih semenjak Selasa (13/12) pagi serta-merta megundang tanda-tanya besar bagi masyarakat salingak danau, bahkan fenomena alam tak lazim tersebut sempat dikait-kaitkan dengan bencana alam, terutama gempa bumi. Dimana sebelum terjadinya gempa besar melanda Sumbar pada tahun 2009 silam, juga diawali dengan perubahan air Danau Singkarak dan menyebatkan banyaknya ikan bilih yang mengapung kepemungkaan air danua. Dari pantauan para awak media, hingga Selasa (12/12), setidaknya perobahan alam ini terjadi di perairan danau kawasan Nagari Sumani, Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, serta diikuti sejumlah kawasan lainnya di perairan Kabupaten Tanah Datar.

  Kedati demikian, fenomena alam ini juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk menangkap ikan bilih yang sudah mulai mabuk dan sters, pengaruh air danau singkarak yang berubah warna menjadi hitam itu. Setidaknya ribuan terlihat ikan- endemic (ikan bilih) yang mengapung dipagi hari,” kata Wandre (45), salah seorang warga kenagarian Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Selasa (12/12) kemaren. Wandre menjelaskan mengapungnya ikan berawal dari terjadinya perubahan warna air danau yang sebelumnya bersih menjadi hitam, kemudian berubah hijau hingga muncul bau balerang. Setelah itu ikan banyak mengapung. “Untuk melihat banyaknya ikan bilih yang mengapung, kata wandre, dapat dilihat pada pagi hari,” jelasnya. Peristiwa ini pernah terjadi pada tahun 2009 silam, disaat empat hari sebelum terjadi gempa bumi yang banyak menelan korban jiwa di Sumatera Barat. Dengan adanya fenomena ini masyarakat berasumsi akan terjadi musibah didaerah (wel/ujang jarbat)

BMN dan Walinagari Dihimbau Saling Bersinergis Membangun Nagari



























Mari Bersinergis Membangun Nagari

SOLOK, SC
            Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo meminta antara pihak pemerintahan nagari dan BMN serta masyarakat, bahu membahu dalam membangun nagari, sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat yang selama ini didambakan oleh semua pihak.
            “Saat ini pemerintah pusat sudah mengucurkan dana yang cukup besar untuk pembangunan nagari, sehingga pemerintah nagari bisa memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik mungkin, namun harus bermusyawarah dengan tokoh masyarakat dan BMN di nagari masing-masing, agar tidak ada saling mencurigai,” jelas H. Gusmal, Senin (12/12) di Guguk Solok. Dijelaskan Gusmal, saat ini di Kabupaten Solok juga sudah terbentuk Forum BNM se Kabupaten Solok dan juga Forum Walinagari se Kabupaten Solok. “Dengan adanya kedua forum ini, kita mengharapkan agar hubungan antara pemerintah nagari dan BMN semakin harmanis. Pemerintah nagari sebagai ujung tombak pemerintahan, juga harus pandai-pandai dengan BMN dan BMN juga jangan selalu mencurigai pemerintahan nagari. Mari saling bersinergis,” jelas H. Gusmal.
            Ketua Forum Forum Badan Musyawarah Nagari (BMN)  Kabupaten Solok, Drs Rusli Intan Sati, MM menyebutkan bahwa dirinya siap memfasilitasi para anggota BMN se Kabupaten Solok, dalam rangka menyambung lidah anggota BMN ke pemerintah derah, termasuk menjalin kerjasama dengan Forum Walinagari Sekabupaten Solok.
            “Sebenarnya kalau niat kita baik, apa yang akan kita kerjakan pasti akan bermanfaat. BMN sebagai DPRnya di nagari, jangan terlalu ikut campur atau mencikaroi urusan atau masalah Pemerintahan nagari, sebab hal itu ranahnya sudah berbeda. Cuman kalau pemerintah nagari salah, tentu kita hanya bisa mengingatkan saja,” terang Rusli Intan Sati, Minggu (30/10). Ditambahkan Rusli Intan Sati, dirinya sangat sepakat jika BMN sebagai mitra walinagari dalam membangun nagari masing-masing, harus bisa bersinergis dengan pemerintahan nagari, bukan menncurigai pemerintahan nagari. Kalau BMN bisa bekerjasama dengan pemerintah nagari untuk membangun nagari, maka akan lahir hubungan yang harmonis di nagari, sebab tidak lagi saling mencurigai, kemana pemerintah nagari menggunakan uang bantuan desa atau lainnya..

            Baik Forum BMN dan Forwana, akan selalu menampung keluhan para BMN atau masalah yang dihadapi walinagari yang ada di Kabupaten Solok. Setidaknya di Kabupaten Solok ada 74 nagari dengan berbagai persoalan yang berbeda yang dihadapi nagari tersebut. Sementara Ketua Forum Walinagari (Forwana) Kabupaten Solok, Syamsul Azwar menyebutkan bahwa antara Walinagari dan BMN yang ada di Kabupaten Solok, sebagai bagian dari pemerintahan, harus berperan dalam mensukseskan pembangunan di nagari masing-masing. “Sebagai bagian dari pemerintahan, kita sepakat untuk mensukseskan segala kegiatan pemerintah nagari sebagai penopang keberhasilan Empat Pilar Agenda Pembangunan Kabupaten Solok Lima tahun ke depan,” jelas Ketua Forwana, Syamsul Azwar yang diamini Sekretaris Forum, Arnold Piliang (wandy)


Monday, 12 December 2016

Nagari Sulit Air Gelar Seminar Tentang Penataan Nagari Dari UU Desa Nomor 6 Tahun 2014


















Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, memberikan arahannya pada seminar sehari nagari Sulit Air tentang penjabaran dari UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dan sekaligus membuka acara seminar sehari nagari setempat


Nagari Sulit Air Gelar Seminar Tentang Penataan Nagari Dari UU Desa Nomor 6 Tahun 2014
SOLOK, SNC-
            Pemerintah Nagari Sulit Air, kecamatan X Koto Diatas, menggelar seminar sehari tentang penjabaran dari UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, khususnya masalah pemekaran nagari. Acara digelar di Aula Kantor Wali Nagari Sulit Air, Sabtu (10/12).
            Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, Anggota DPRD Kabupaten Solok yang juga Ketua KAN Sulit Air, Hendri Dunant, Walinagari Sulit Air, Hajjah Alex Suryani, Ketua SAS, Zarkasyi Nur, Kepala BPM, Medison, Sekcam X koto Diatas dan Kapolsek Singkarak serta kepala jorong dan tokoh masyarakat se Sulit Air.
            Wali Nagari Sulit Air, Hajjah Alex Suryani dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini digelar bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya masyarakat Nagari Sulit Air, dimana masih banyak masyarakat kita yang tidak paham maksud dari pemekaran nagari ini, sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. “Kami berharap kepada bapak Wakil Bupati Solok untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat nagari kami ini tentang aplikasi dari UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, agar masyarakat bisa memahaminya,” jelas Hajjah Alek Suryani. Walinagari mengajak masyarakat untuk berdiskusi bersama, karena sesuatu yang baru itu memang hendaknya perlu di bicarakan secara bersama-sama.
            Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH dalam arahannya menyampaikan bahwa konsep penataan nagari itu bisa saja menggabungkan beberapa nagari menajdi satu, atau satu nagari dibagi lagi menjadi beberapa buah nagari. Mari kita Secara bersama merumuskan strategi pembangunan nagari kita ini, kalau betul-betul kita laksanakan secara benar tentu undang-undang ini akan berdampak positif bagi masyaraka Sulit Air ini khususnya dan Kabupaten Solok umumnya,” jelas Yulfadri Nurdin.

          Wabub juga berharap kepada seluruh masyarakat Sulit Air untuk dapat bermusyawarah sehingga nantiknya membuahkan suatu keputusan yang bijaksana. “Dengan adanya seminar ini saya berharap bapak dan ibuk di nagari dapat memahami konsep dari pemekaran nagari itu dengan benar sehingga tidak terjadi kesalah pahaman,” pungkas Yulfadri Nurdin (wandy)

Friday, 9 December 2016

Bupati Solok Serahkan Akta Nikah Para Peserta Itsbat Nikah Tahun 2016

Bupati Solok, H. Gusmal menyerahkan buku itsbat nikah kepada salah seorang peserta yang sudah mengikuti itsbat nikah, bertempat di ruang Pelangi, kantor Bupati Solok, Kamis (8/12)


Bupati Solok Serahkan Akta Nikah Para Peserta Itsbat Nikah Tahun 2016

SOLOK, KRM
            Bupati Solok, H. Gusmal, menyerahkan buku akta nikah dan akta kelahiran, peserta itsbat nikah selama tahun 2016, bertempat di Ruang Pelangi, kantor Bupati Solok, Kamis (8/12). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Prov. Sumatera Barat, H. Maslihan Syaiful Rozi,SH,MH, Kemenag Solok, H. Kardinal, Ketua Pengadilan Agama Koto Baru, Aspawi, M.H,  Kadis Pencacatan Sipil/ Yang Mewakili, Buliharlisma S.Sos serta para  Camat se Kabupaten Solok dan Peserta Itsbat Nikah.
          Ketua pelaksana acara Kadis Pencacatan Sipil/ Yang Mewakili Buliharlisma S.Sos, menyebutkan bahwa sesuai data jumlah penduduk Kabupaten Solok yang belum memiliki akta perkawinan/buku nikah sebanyak ± 1.700 pasangan suami istri yang telah melakukan perkawinan namum belum tercatat sesuai peraturan perudang-undangan yang berlaku. Perjanjian kerja sama (PKS) antara dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Solok dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Solok, Kementrian Agaama Kabupaten Solok serta Dinas Kesehatan tentang cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun. “Dari data tersebut diatas, telah memiliki buku nikah sebanyak 365 pasangan suami istri melalui pelayanan terpadu sidang Itsbat Nikah tahun 2014 dan 2015, dilanjutkan pada tahun ini sebanyak 136 pasang, dari jumlah pemohon sebanyak 136 pasang dari jumlah pemohon sebanyak 265 pasang, yang berasal dari 17 Nagari pada 10 Kecamatan,” jelas Buliharlisma S.Sos. Ditambahkannya, Buliharlisma S.Sos, penerbitan kutipan akta kelahiran melalui pelayanan perjanjian kerja sama (PKS) cakupan kepemilikan Akta kelahiran bagi anak usia tahun sebanyak 284 orang anak. “Tujuan ini adalah untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan dibidang hukum dan membantu masyarakat terutama yang tidak mampu dalam memperoleh hak atas perkawinan, buku nikah dan akta kelahiran yang dilakukan dengan sederhana,cepat dan biaya ringan,” terang Buliharlisma S.Sos
         Bupati Solok, H. Gusmal menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima buku akta nikah dan akta kelahiran dan hal itu sudah menunjukan data yang akurat sebagai warga negara, “Dengan dilaksanakannya pelayanan terpadu sidang itsbat nikah sebanyak 136 padang tahun 2016 ini, semoga kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya, sehingga dalam masa 4 tahun kepemimpinan Bbk Bupati seluruh masyarakat yang belum memiliki buku nikah dapat memiliki buku nikah dan akta kelahiran bagi anak-anaknya,” jelas H. Gusmal.
 Dijelaskan Bupati, melalui kerja sama antara Pemerintah  Daerah dengan pengadilan Agama serta kementrian Agama telah dilakukan pelayanan terpadu siding Itsbat Nikah yang telah dilaksanakan dari tahun 2014 yang lalu dan telah dapat dilayani dan memiliki bukuh nikah sebanyak 510 pasangan suami istri, dan pada hari ini akan diserahkan buku nikahnya sebanyak 136 pasangan, serta akta kelahiran bagi anak-anaknya dalam hal ini masih terdapat 1.199 pasangan suami istri yang belum mendapat layanan Itsbat Nikah. “ Persoalan yang harus kita selesaikan pada kesempatan ini menghimbau bagaimana berupaya agar permasalahan yang berada ditengah-tengah masyarakat dapat kita selesaikan secara bersama-sama melalui kegiatan pada tahun berikutnya,” tambah Gusmal. Kepada kepala kependudukan dan pencacatan sipil Kabupaten Solok, kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya dengan pengadilan Agama untuk terus dilanjutkan, agar permasalahan masyarakat dapat diselaikan .

     Sementara kepada seluruh Camat dan Wali Nagari agar lebih menngkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan visi yang tertuang dalam 4 pilar pembangunan, salah satunya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta memberikan pelayanan publik yang optimal sebab camat dan walinagari merupakan perpanjang tangan pemerintah daerah di tingkat Kecamatan dan Nagari. Khusus kepada(PKS) Kepemilikan Akta Kelahiran Bagi Anak Usia 0-18 tahun perlu dilanjutkan dengan menetapkan akta kelahiran menjadi salah satu persyaratan dalam penerimaan siswa baru (wandy)

Wednesday, 7 December 2016

Kabag Humas Pemkab Solok Ditunjuk Rangkap Jabatan Camat

Drs. Syahrial,MM

Kabag Humas Pemkab Solok Ditunjuk Rangkap Jabatan Camat
SOLOK, KRM
            Kabag Humas Pemda Kabupaten Solok, Drs Syahrial, MM, ditunjuk Bupati Solok menjabat Plt. Camat Bukit Sundi, menggantikan Jasman Rizal, yang kabarnya pindah tugas ke Pemerintah Provinsi Sumbar di Padang.
            Bupati Solok, H. Gusmal menunjuk Kabag Humas sebagai Plt. Camat Bukit Sundi, demi kelancaran tugas administrasi dan menjaga agar pemerintahan kecamatan tidak kosong. “Sebagai bawahan, kita siap ditugaskan di mana saja, apalagi diberi amanah oleh pimpinan dan itu kita jalani saja dengan enjoy,” jelas Syahrial, Rabu (7/12). Sejak satu bulan lalu, Syahrial tampak bolak balik dari kantor kecamatan dan kantor Humas Pemkab Solok tempat dirinya diberi amanah.  Dijelaskan mantan camat Gunung Talang itu, sebagai abdi negara, bila diberi amanah harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. “Pokoknya saya akan mencoba mengemban setiap amanah itu dengan sebaik-baiknya, karena itu adalah kewajiban kita kepada masyarakat,” terang Kabag Humas yang dekat dengan awak media ini.

        Kabid Data dan Informasi BKD, Ricky Carnov, membenarkan bahwa pihak Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Solok telah menunjuk Syahrial menjadi Plt. Camat Bukit Sundi terhitung sejak 14 Oktober 2016 lalu, menggantikan mantan Camat Bukitsundi Jasman yang kabarnya sudah pindah tugas menjadi staf di Kesbanglinmas Provinsi Sumbar. “Saya berharap bagaimana Bapak Camat yang baru bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat Bukit Sundi yang sering ditinggal oleh mantan camatnya. Sebab, kecamatan itu adalah representasi pelayanan Pemkab Solok,” jelas H. Gusmal (wandy)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang