Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, 20 December 2016

Timnas Menjadi Juara 2 di Piala AFF 2016





















 Bangkok, SN-
           Meskigagal menjadi juara piala AFF 2016, para pemain nasional tetap cinta Indonesia. Timnas Indonesia gagal mengakhiri kutukan di final Piala AFF 2016, karena harus mengakui keunggulan Thailand yang menang 2-0 di Rajamangala Stadium, Sabtu  17 Desember 2016 lalu. Pada final leg kedua tersebut, Timnas tumbang 2-0 dari Thailand dan hasil agregat final Thailand unggul 3-2.
            Pada putaran pertama, Timnas Indonesia menang 2-1 pada leg pertama final di Stadion Pakansari. Dengan modal itu, Timnas Indonesia diharapkan bisa menjadi juara jika memaksa Thailand bermain imbang pada leg kedua.
namun, skenario tersebut tak mampu diwujudkan anak asuh Alfred Riedl. Mereka malah kalah 0-2 dari Thailand akibat gol Siroch Chatthong di menit ke-37 dan ke-47. Alhasil, untuk kali kelima Timnas Indonesia hanya bisa menyandang status runner-up Piala AFF.
           Pemain Timnas, Hansamu tetap merasa bersalah karena gagal mewujudkan harapan suporter Timnas Indonesia. Mengikuti jejak rekan-rekannya, bek kelahiran pun melayangkan permintaan maaf. "Manusia hanya bisa melakukan, tapi Allah jualah yang menentukan. Atas nama pribadi dan Timnas, kami minta maaf kepada masyarakat Indonesia," tulis Hansamu di akun Instagram. Kegagalan timnas Indonesia meraih Piala AFF 2016 membuat SC Telstar ikut berkomentar. Klub Stefano Lilipaly itu memuji perjuangan Tim Garuda hingga ke final. Telstar yang sekarang berkompetisi di Divisi Dua Liga Belanda memang terus mengikuti perkembangan Lilipaly. Bahkan mereka mengizinkan pemainnya itu selama mungkin membela Tim Garuda.
Menariknya sebelum dan sesudah timnas bertanding, Telstar selalu memberikan dukungan. Mereka mengunggah foto timnas atau Lilipaly di media sosial klub seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. "Tetap tegakkan kepala dan bangga. Telstar juga mencintai Indonesia," bunyi kalimat di InstagramTelstar.

           Dengan kegagalan di babak final itu, Indonesia menjadi negara spesialis final piala AFF, sama seperti negara Belanda untuk meraih piala dunia, sering maju ke final, tapi tak sekalipun meraih juara. Tapi harapan timnas belum habis, masih ada piala AFF berikutnya. Kita tunggu (wandy)

Friday, 16 December 2016

Final Leg ke-2 Pilala AFF 2016: Timnas Hanya Latihan Ringan di Bangkok

BANGKOK, SC-
            Timnas Indonesia yang pada leg kedua pada babak final Piala AFF 2016, telah tiba di Bangkok dan hanya membutuhkan hasil seri untuk memastikan gelar juara AFF Suzuki Cup 2016 di bawa ke tanah air. Pada leg pertama mereka menang tipis dengan skor 2-1 atas Thailand. Sebaliknya, Thailand hanya butuh 1-0 untuk mempertahankan juara piala AFF kali ini. Masyarakat di seluruh tanah air pasti berharap, Boaz Salosa dan kawan-kawan diharapkan bisa membawa pulang piala AFF kali ini.
          Pada leg ke-2 ini, Timnas dipastikan tak bisa diperkuat Andik Vermansah, yang terkena cedera robek Anterior Cruciate Ligament (PCL). Andik diperkirakan harus menjalani pemulihan sekitar tiga hingga enam pekan. Andik  tetap dibawa ke Bangkok. Meski untuk berjalan, dia harus dipapah oleh rekan-rekannya. Timnas Thailand tampak mulai bisa melupakan kekalahan 1-2 melawan Timnas Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/12/2016). Saat tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, sehari berselang tim ashuan Kiatisuk Senamuang tampak lebih ceria. Di Bangkok, Timnas tampak hanya latihan ringan, menjaga stamina. “Mudah-mudahan kita bisa menambah gol ke gawang Thailand, agar langkah kita makin mulus,” jelas Kapten Timnas, Boaz Solosa dari Bangkok.
          Sejumlah bintang Thailand tampak asyik bercanda selepas menjalani pemeriksaan imigrasi yang memakan waktu cukup lama. Thailand mendarat di Bangkok pada Kamis.
Teerasil Dangda cs. terlihat dengan senang hati melayani permintaan foto kepada para fans. Hanya saat dicecar pertanyaan oleh jurnalis lokal mereka memilih diam dan langsung bergegas menuju bus.
Mereka sempat berpapasan dengan para pemain Timnas Indonesia yang tiba di bandara di waktu berdekatan, pasukan Thailand memilih meninggalkan bandara lebih dulu.
Kedua tim bakal menjalani duel final Piala AFF 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu 17 Desember 2016 (Ujang S)


Wednesday, 14 December 2016

Timnas Sukses Memenangkan Leg Pertama Final Piala AFF 2016




















 Timnas Sukses Memenangkan Leg Pertama Final Piala AFF 2016

BOGOR, SC-
Sukses meraih kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2016 membuka peluang buat Timnas Garuda menjadi juara piala AFF tahun 2016. Meski menang tipis, namun hasil ini menjadi modal penting buat Indonesia sebelum memainkan leg kedua final di kandang Thailand, Minggu, 17 Desember mendatang.
          Setidaknya kemenangan ini bisa menjadi tambahan motivasi adalah sejarah dimana pemenang di leg pertama final selalu menjadi juara Piala AFF sejak tahun 2002. Indonesia setidaknya butuh hasil seri di Bangkok, untuk membawa pulang piala AFF 2016. Meski tidak mudah, setidaknya timnas punya peluang menjadi juara tahun ini, jika mental anak-anak Garuda tidak menurun.
           Tahun 2004, Singapura menjadi juara setelah menang 3-1 atas Indonesia. Di leg kedua, Singapura kembali menang 2-1. Lalu pada penyelenggaraan tahun 2007, Singapura kembali menjadi juara usai menang agregat 3-2 atas Thailand di final. Di leg pertama Singapura menang 2-1. Tahun 2008 dimana Vietnam menjadi juara usai menang agregat 3-2 atas Thailand. Ini setelah di leg pertama Vietnam menang 2-1. Tuah kemenangan di leg pertama berlanjut dipenyelenggaraan tahun 2010 saat Malaysia menjadi juara usai mengalahkan Indonesia. Kemenangan 3-0 di leg pertama di Stadion Bukit Jalil memberikan keuntungan besar, meski kemudian di leg kedua Malaysia kalah 2-3. Kemenangan 3-1 di leg pertama yang diraih atas Thailand membuat Singapura kembali menjadi juara di Piala AFF 2012. Meskipun kemudian di leg kedua Singapura kalah 0-1.
Dan pada penyelenggaraan dua tahun lalu, Thailand menjadi juara usai menang agregat 4-3 atas Malaysia. Ini setelah di leg pertama Thailand menang 2-0 dan kalah 2-3 di leg kedua.
Akankan tuah kemenangan di leg pertama juga dirasakan Indonesia setelah menang 2-1 atas Thailand.

            “Kita tentu optimis bisa meraih juara, jika setidaknya kita mampu bermain imbang di Bangkok,” jelas pelatih timnas Alfred Riedl usai pertandingan (wandy)

Final Piala AFF 2016 Leg Satu: Tahun Ini Milik Indonesia Atau Thailand




















Tahun Ini Milik Indonesia Atau Thailand
SOLOK, SN-
            Tinggal menghitung menit, timnas Indonesia akan bertemu timnas Thailand dalam babak final piala AFF leg pertma, yang akan digelar di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor sekitar jam 19.00 WIB.
Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Alfred Riedl, menyatakan bahwa anak asuhnya sudah siap 100 persen menghadapi Thailand. Menurut Riedl , saat ini Indonesia cenderung tidak diunggulkan saat menghadapi Thailand yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepakbola Asia. Namun, imbuhnya, semua kemungkinan masih bisa terjadi di final. Indonesia tidak boleh takut dan kalah mental sebelum bertanding. Menurut Riedl, Thailand memang nomor satu di Asia Tenggara namun bukan Thailand bukan tidak bisa dijinakan. Apalagi Timnas bermain di depan publik sendiri. Saat ini semua pemain kita sudah siap untuk menghadapi pertandingan nanti. Doakan saja Timnas menang," jelas pelatih asal Austria itu usai memimpin latihan.
      Saat menghadapi Thailand, Alfred Riedl meminta semua pemain untuk fokus. Apalagi tim yang dihadapi memiliki pemain yang komplet yang pergerakannnya sering membahayakan gawang lawan. Pihaknya meminta pemain juga waspada.
Konsentrasi tinggi sangat penting untuk menghadapi Thailand. Makanya kita jangan lengah.
Pada latihan terakhir di SPH Karawaci ini, timnas terus mengaplikasikan serangan dari sayap karena Indonesia dikenal memiliki banyak pemain dengan tipikal cepat. Sebut saja Andik Vermansah yang diplot di posisi gelandang Serang itu. Begitu juga dengan Rizky Pora yang pada Piala AFF kali ini bermain gemilang. Latihan yang diiringi gerimis ini terbilang cukup ringan dibandingkan latihan sehari sebelumnya. Bahkan semua pemain terlihat rilek dan beberapa kali diselingi dengan candaan. Namun, saat mengaplikasikan strategi semuanya serius termasuk pemain yang selama ini menjadi pemain pengganti.
           Pada game ringan yang dilakukan, beberapa pemain harus mendapatkan hukuman karena dinilai kurang fokus. Sebut saja striker Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Karena kurang konsentrasi, pemain PSM Makassar ini harus menerima hukuman push up yang diberikan pelatih. Tidak hanya Muchlis, gelandang serang andalan Indonesia Andik Vermansah juga tidak luput dari hukuman push up. Bahkan, pemain Selangor FA itu harus push up dua kali atau lebih banyak dibandingkan dengan pemain yang lain. Meski demikian, pelatih Alfred Riedl tetap memberikan apresiasi kepada mereka. Setelah menyelesaikan latihan di SPH Karawaci, semua pemain dan ofisial timnas bertolak menuju Aston Hotel Sentul guna bersiap diri menghadapi pertandingan final. Andik Vermansah dan kawan-kawan juga satu hotel dengan timnas Thailand yang sudah tiba di Indonesia.
            Kunci keberhsilan untuk bisa menundukan  Thailand adalah kekompakan tim dan semangat juang dan jangan pantang menyerah. Kalau itu sudah dilakuakan, maka kita pasti bisa tundukan Thailand, pungkas Riedl (wandy/Tim)

Tuesday, 13 December 2016

Tiket Final Piala AFF 2016 Terjual Habis, Sebagian Akan Disumbangkan ke Aceh





















 Tiket Final Piala AFF 2016 Terjual Habis, Sebagian Akan Disumbangkan ke Aceh
SOLOK, SC-
            Kecintaan masyarakat Indonesia kepada tim nasional, tampak sangat tinggi. Apalagi masyarakat Indonesia sudah sangat mendambakan tim kebanggaanya bisa membawa pulang piala AFF Tahun 2016 kali ini.
            Tercatat sudah lebih dari tiga kali masuk final, namun timnas selalu kandas oleh Thailand dan Malaysia. Kali ini, masyarakat sangat berharap timnas bisa berbicara banyak dengan memenangkan leg pertama, minimal 2-0, sehingga pada putaran kedua nanti di Bangkok, timnas bisa bermain aman. Antusiasme masyarakat untuk menonton partai final Piala AFF 2016 juga terlihat dalam pembelian tiket yang sudah dibuka sejak jam 08 Selasa tanggal 13 Desember 2016. Babak Final leg pertama antara Indonesia vs Thailand, yang akan dilangsungkan pada hari Rabu 14 Desember 2016,dipastikan berjalan menarik. Terbukti, dua loket penjualan tiket Piala AFF sudah diserbu sejak semalam. Loket tiket yang berada di Makostrad Gambir, sudah diserbu oleh suporter sejak semalam. Bahkan, ada yang rela menginap demi mendapatkan tiket sejak jam 02 dini hari.
         Satu loket lainnya terdapat di Kodim 0621, Kabupaten Bogor. Sama halnya dengan Makostrad Gambir, sudah ada beberapa suporter yang mengantre sejak malam hari.
Gelombang kedatangan suporter ke Kodim 0621, semakin tinggi sejak pukul 05.00 WIB. Puncaknya, terjadi pada pukul 07.00 WIB.
Antusiasme suporter ternyata tak diimbangi oleh ketersediaan tiket. Hanya 5.000 tiket yang dijual, ternyata jumlah suporter lebih dari 5.000 orang. Aksi saling dorong pun terjadi. Mereka berharap bisa mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan besok. Upaya mereka pupus. Sebab, pada pukul 09.00 WIB, tiket dinyatakan habis. “Saya kecewa sudah tidak dapat tiket, sebab satu orang hanya bisa membeli 2 tiket, tapi saya tetap mendukung timnas, hidup timnsa,” tutur Amri, yang sengaja datang jauh-jauh dari Bekasi.
"Kami kan orang Bogor, masa tak bisa menonton di daerah sendiri sementara tiket terbtas, kok tidak di Senayan saja" tutur Sbambang yang mengaku datang sejak pukul 04.00, tapi tak dapat tiket. Saya kecewa," lanjutnya.
         Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)  membagi tiga kategori harga tiket. Kategori I dibanderol Rp 500.000, Kategori II Rp 300.000 dan Kategori III senilai Rp 100.000.
Hasil penjualan tiket sebagian akan disumbangkan ke korban bencana alam di Pidie, Aceh. Sumbangan per tiket yang terjual sebesar Rp 50 ribu dari tiap-tiap kategori (wandy)



Wednesday, 7 December 2016

Indonesia Diramalkan Ketemu Thailand di Babak Final Piala AFF 2016


Indonesia Diramalkan Ketemu Thailand di Babak Final Piala AFF 2016
SOLOK, KRM
         Timnaas Merah Putih berhasil lolos ke final AFF Suzuki Cup 2016 setelah dalam pertandingan leg kedua semi-final yang berlangsung dramatis di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12) malam WIB, bermain imbang 2-2 melawan Vietnam.
            Dengan hasil seri tersebut, Indonesia melaju dengan kemenangan agregat 4-3, karena pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, anak asuh Alfred Riedl menundukkan Vietman 2-1. Indonesia selanjutnya menunggu pemenang antara Thailand dan Myanmar yang bertanding, Kamis lalu, di leg kedua. Thailand sudah mengungguli Myanmar dengan skor 2-0 di leg pertama. Indonesia akan diperkirakan bertemu Thailand di babak Final.
Jalannya pertandingan babak pertama, Vietnam dari awal pertandingan terus membombardir pertahanan Indonesia. Vietnam yang membutuhkan kemenangan menerapkan permainan agresif, dan langsung melakukan tekanan ke pertahan Indonesia sejak peluit kick-off ditiupkan wasit Fu Mi asal Tiongkok. Sebaliknya, skuat Garuda lebih memperkuat lini belakang demi mengamankan keunggulan agregat.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Vietnam tidak mampu menembus pertahanan solid Indonesia. Umpan-umpan silang yang dilepaskan juga berhasil dihalau kuartet bek Merah Putih.
Kendati demikian, Vietnam sempat melepaskan umpan kepada Le Cong Vinh yang berada di depan gawang Indonesia pada menit ke-22, namun dapat dipotong kiper Kurnia Meiga. Peluang diperoleh Vietnam lewat tendangan bebas Dinh Thanh Trung
Di lain sisi, Indonesia berusaha melakukan serangan balik. Peluang sempat diperoleh Boaz Solossa yang lepas dari jebakan off-side pada menit ke-42, namun ia tidak bisa menguasai bola, sehingga bisa direbut pemain belakang Vietnam.
Vietnam nyaris membuka keunggulan menjelang babak pertama berakhir. Menerima umpan Dinh Thanh Trung, Cong Vinh menanduk bola. Namun si kulit bunda menerpa tiang kanan gawang, dan selanjutnya diamankan Meiga. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
           Pada babak kedua, Vietnam yang merasa penasaran tidak berhasil menjebol gawang Indonesia meningkatkan intensitas serangan mereka. Tuan rumah mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti seperti yang dilakukan Nguyen Van Toan pada menit ke-50, tapi sepakannya melenceng di sisi kiri gawang Meiga. Selang tiga menit kemudian, Stadion My Dinh menjadi sunyi setelah Stefano Lilipaly membobol gawang Nguyen Manh Tran. Kesalahan Tran Dinh Dong menghalau umpan silang Boaz membuat bola menjadi liar, dan disambar Lilipaly. Indonesia pun unggul agregat 3-1. Vietnam terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Manh Tran diganjar kartu merah pada menit ke-76. Mengingat pergantian pemain Vietnam sudah dipakai semua, Que Ngoc Hai terpaksa menjadi kiper. Kendati demikian, Vietnam mampu mengubah papan skor pada menit ke-83. Sepakan Vu Van Thanh yang berdiri bebas saat menerima umpan tendangan bebas pemain pengganti Phan Thanh Luong tidak bisa dibendung Meiga. Unggul jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan Indonesia untuk menuntaskan laga dalam 90 menit setelah Vu Minh Tuan menjebol gawang Meiga di masa injury time, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, karena skor agregat menjadi 3-3.

Perpanjangan waktu
Tidak ingin mengulang kesalahan, Indonesia bermain lebih terbuka dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Kendati demikian, serangan Indonesia dapat dikandaskan barisan belakang Vietnam. Indonesia akhirnya kembali mengungguli Vietnam melalui eksekusi penalti Manahati Lestusen pada menit ke-97. Hadiah penalti diberikan wasit setelah Ferdinand Sinaga yang menerima umpan lambung, dan melakukan aksi solo run dijatuhkan Ngoc Hai di kotak terlarang. Keputusan kontroversial dikeluarkan wasit pada menit ke-105. Wasit sempat menunjuk titik putih ketika Rizky Pora didorong pemain belakang, dan dipegang Ngoc Hai di kotak terlarang. Namun setelah berdiskusi dengan asisten wasit Ma Ji, Fu Mi meralat keputusannya. Di waktu tersisa, Vietnam tampil lepas, dan mampu membuat pertahanan Indonesia kerepotan. Bahkan Ngoc Hai beberapa kali ikut maju membantu serangan. Namun upaya The G olden Star tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
         Pelatih timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang, tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya disingkirkan Indonesia dari semifinal Piala AFF 2016. Dalam semifinal leg kedua yang berlangsung sampai perpanjangan waktu, Rabu 7 Desember 2016 malam, Vietnam hanya imbang 2-2 melawan Indonesia. Skor itu membuat Vietnam kalah agregat 3-4 dari Indonesia. Sebab, di semifinal leg pertama Vietnam kalah 1-2 dari Indonesia, di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Sabtu lalu. Kegagalan ini membuat semua anggota timnas Vietnam meratapi kegagalannya.
"Saya dan semua pemain meminta maaf kepada suporter Vietnam. Kami tidak beruntung di pertandingan ini. Usaha luar biasa para pemain tidak berujung hasil yang diinginkan suporter. Atas nama tim, saya meminta maaf," kata Nguyen Huu Thang, sambil menyeka air mata yang keluar, dalam jumpa pers usai pertandingan.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Vietnam: Nguyen Manh Tran; Que Ngoc Hai, Truong Dinh Luat, Vu Van Thanh, Tran Dinh Dong, Nguyen Trong Hoang, Luong Xuan Truong, Dinh Thanh Trung (Thanh Luong 74'), Nguyen Van Toan (Minh Tuan 57'), Le Cong Vinh, Nguyen Van Quyet (Cong Phuong 69').
Cadangan: Huynh Tuan Linh, Dang Van Lam; Ngoc Duc Sam, Dinh Tien Thanh, Bui Tien Dung, Vu Minh Tuan, Pham Thanh Luong, Ngo Hoang Thinh, Nguyen Cong Phuong, Le Van Thang, Tran Phi Son.
Pelatih: Nguyen Huu Thang

Indonesia: Kurnia Meiga; Beny Wahyudi, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama, Abduh Lestaluhu, Bayu Pradana, Manahati Lestusen, Rizki Pora, Stefano Lilipaly (Zulham 85'), Andik Vermansah (Dedi 88'), Boaz Solossa (Ferdinand 72').
Cadangan: Teja Paku Alam, Andritany Ardhiyasa; Ferdinand Sinaga, Zulham Zamrun, Evan Dimas, Bayu Gatra, Dedi Kusnandar, Yanto Basna, Gunawan Dwi Cahyo, Muchlis Hadi Ning, Abdul Rachman, Lerby Eliandry.



Pelatih: Alfred Riedl (BOLA/Berbagai sumber)

Tuesday, 6 December 2016

Indonesia Atau Vietnam Yang Akan Maju Kebabak Final Piala AFF 2016

Indonesia Atau Vietnam Yang Akan Maju Kebabak Final  Piala AFF 2016

HANOI, KRM-

    Tim Nasional Indonesia hari Rabu malam ini akan bertemu dengan Timnas Vietnam Vietnam pada leg ke-2 Piala AFF Suzuki Cup 2016 di stadion My Dinh National Stadium, Hanoi bakal berlangsung semakin sengit luar biasa.
        Di prediksi pertandingan akan berjalan seru, karena Vietnambutuh hasil kemenangan melawan Indonesia minimal 1-0. Jika Indonesia bermain seri atau menang dengan Vietnam, maka dipastikam Timnas yang akan bertemu antara pemenang Thailand dengan Myammar. Pertandingan Vietnam vs Indonesia. Sesuai jadwal dari FIFA, akan dimulai pukul 19:00 WIB akan ditayangkan oleh RCTI dan I News TV. Besoknya pada Kamis, sesuai jadwal Piala AFF 2016 babak Semi Final leg 2 juga menggelar pertandingan antara juara Thailand vs Myanmar
          Pada leg 1 di GOR Pakansari Bogor, Timnas Vietnam harus mengakui keunggulan Indonesia saat mereka tandang pada leg pertama Semi Final Piala AFF 2016. Bertanding di stadion Pakansari Bogor, Cibinong, Vietnam tunduk dengan skor 2-1 dari Indonesia. Awalnya tim asuhan Nguyen Huu Thang telah tertinggal 1-0 lewat gol Pranata di menit ke-7.
Namun di menit ke-17 wasit memberikan hukuman 12 pas kepada timnas Indonesia sehingga Vietnam bisa menyamakan kedudukan melalui Nguyen Van Quyet. Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang di leg pertama setelah Stefano Lilipaly dilanggar Que Ngoc Hai di kotak terlarang. Gol penalti membawa kemenangan dengan agregat 2-1 bagi timnas Garuda. Sementara tim sepak bola Indonesia, pertarungan melawan Vietnam di Semi Final leg 2 Piala AFF 2016 ini menjadi penentu langkah mereka untuk maju ke Final. Unggul agregat 2-1 membuat Indonesia lebih leluasa karena tidak berada dalam tekanan.
Namun pasukan Alfred Riedl harus waspada mengingat mereka akan tandang di markas Vietnam. Berarti kebalikannya, stadion My Dinh National Stadium di Hanoi akan dipenuhi oleh suporter timnas Vietnam yang tentu saja tidak ingin melihat tim kebanggaan mereka kalah.
         Indonesia sendiri dalam tiga laga terakhir mengalami tren yang bagus. Setelah main imbang melawan Filipina di babak penyisihan grup A Piala AFF 2016 (skor akhir 2-2), Boaz Solossa dkk kemudian mengalahkan Singapura dengan skor tipis 1-2 dalam pertarungan yang menguras emosi. Sedangkan dilihat dari catatan duel, Vietnam dan Indonesia sudah pernah bentrok head to head beberapa kali sebelumnya. Hasilnya dari lima laga terakhir, tiga kali berakhir seri dan dua kali kedua timnas berbagi menang kalah. Sebelumnya, hasil pertandingan Vietnam vs Indonesia selalu berakhir seri termasuk ketika Vietnam tandang ke markas Indonesia di stadion Maguwoharjo, Sleman, pada bulan September 2016 lalu yang berakhir dengan skor 2-2. Setelah itu Vietnam mengalahkan Indonesia pada laga persahabatan sebelum Piala AFF 2016. Dan terakhir Indonesia mengalahkan Vietnam pada leg pertama Semi FInal Piala AFF 2016.
          Menurut pelatih Timnas Indonesia, Riedle, semua pemain dalam keadaan ok. Walaupun menurutnya beberapa ada yang cedera setelah bertarung habis-habisan di leg pertama, namun saat laga Leg kedua semuanya tidak masalah. Demi lolos ke partai puncak Final Piala AFF Suzuki Cup 2016, Riedle mengatakan bahwa skuad Merah Putih akan mengeluarkan semua kebiasaannya. “Lawan Vietnam, kami akan tampil seperti saat leg pertama. Mereka bakal lebih all out, semua pemain mereka berbahaya terutama Lee Chong Vhin,” ungkap Riedle.

           Prediksi Line-Up Susunan Pemain Vietnam VS Indonesia di “Piala AFF Cup 2016 ” Semi FInal Leg Kedua
Vietnam : Tran Nguyen Manh; Tien Dung Bui, Au Van Hoan, Que Ngoc Hai, Vu Van Thanh; Pham Thanh Luong, Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet; Nguyen Cong Phuong, Le Cong Vinh. Pelatih : Nguyen Huu Thang.
Indonesia : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Hansamu Yama Pranata, Gunawan Dwi Cahyo, Abduh Lestaluhu; Evan Dimas, Stefano Lilipaly, Rizky Pora, Andik Vermansah; Lerby Eliandry, Boaz Solossa. Pelatih : Alfred Riedl.


Berikut lima pertandingan terakhir dan pertemuan langsung Vietnam VS Indonesia :
Head To Head Vietnam VS Indonesia :
03/12/2016 Indonesia 2 – 1 Vietnam
08/11/2016 Vietnam 3 – 2 Indonesia
09/10/2016 Indonesia 2 – 2 Vietnam
22/11/2014 Vietnam 2 – 2 Indonesia
16/10/2012 Vietnam 0 – 0 Indonesia

Lima Laga Terakhir Vietnam

03/12/2016 Indonesia 2 – 1 Vietnam
26/11/2016 Indonesia 2 – 1 Kamboja
23/11/2016 Malaysia 0 – 1 Indonesia
20/11/2016 Myanmar 1 – 2 Indonesia
12/11/2016 Indonesia 0 – 0 Avispa Fukuopa

Lima Laga Terakhir Indonesia
03/12/2016 Indonesia 2 – 1 Vietnam
25/11/2016 Singapura 1 – 2 Vietnam
22/11/2016 Vietnam 2 – 2 Filipina
19/11/2016 Thailand 4 – 2 Vietnam
08/11/2016 Indonesia 3 – 2 Vietnam

04/11/2016 Myanmar 0 – 0 Vietnam

(Ujang Jarbat)

Monday, 5 December 2016

Timnas Indonesia Butuh Hasil Seri Di Vietnam Untuk Maju ke Babak Final






















Timnas Butuh Hasil Seri Di Vietnam Untuk Maju ke Babak Final

Hanoi, KRM-
Indonesia sukses meraih kemenangan pada Semifinal  Leg Pertama Piala AFF 2016 melawan Vietnam. Bermain di Stadion Pakansari, Sabtu kemaren, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menang dengan skor 2-1.  Hasil ini, membuat Timnas butuh angka seri saat bertandang ke Hanoi  untuk lolos ke babak final. Namun Indonesia tak bisa gegabah karena Vietnam hanya butuh kemenangan 1-0 untuk lolos ke Final. Pada pertandingan leg pertama itu, Timnas Indonesia yang waktu berlaga disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, menang tipis 2-1. Namun pada leg ke kedua Vietnam hanya butuh menang 1-0 di Hanoi. Pasukan Alfred Riedl telah berangkat ke Hanoi pada Minggu (4/12/2016) sore. Sesampai di Hanoi, Timnas Indonesia disambut oelh Duber RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi di Bandara Noibai, Hanoi pada pukul 19.30. Ibnu Hadi menyambut para pemain dengan para staff kepelatihan. Menurut laporan, Timnas Indonesia akan langsung beristirahat di Hotel Daewoo Hanoi malam ini. Keesokan harinya, Timnas Indonesia dijadwalkan untuk menjajal lapangan Stadion My Dinh Hanoi yang akan digunakan untuk bertanding.
           Seperti diketahui Timnas Indonesia dan Vietnam akan memainkan laga kedua pada Kamis 7 Desember 2016. Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas Vietnam Nguyen Huu Thang menyebut semua pemain Indonesia bisa memberikan ancaman terhadap lini pertahanan Vietnam. Untuk itu pihaknya mengaku tidak akan melakukan pengawalan khusus terhadap salah satu pemain Indonesia.
Seperti diketahui, Vietnam bakal menghadapi Indonesia pada leg pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/12) malam. "Indonesia semakin bagus dari pertandingan ke pertandingan. Tidak ada satu pun pemain yang kami waspadai, karena mereka bermain kolektif," ujar Huu Thang, dalam konferensi pers jelang pertandingan di Hotel Lake Aston, Sentul, Jumat (2/12).
Meski demikian, ada tiga pemain yang dianggap berbahaya oleh Huu Thang. "Mereka punya pemain yang berbahaya, yaitu nomor 7 (Boaz Solossa), 21 (Andik Vermansah), dan 8 (Stefano Lilipaly)," jelasnya.
Dalam tiga laga fase grup, The Golden Star seringkali mencetak gol menjelang babak kedua berakhir. Terkait hal tersebut, Huu Thang mengaku selalu memberikan motivasi lebih kepada anak asuhnya.
"Saya selalu bilang kepada mereka untuk jangan gampang menyerah, terus berjuang sampai selesai. Kami adalah tim dengan permainan teknis, yang kami miliki adalah mentalitas dan semangat. Semua pemain siap tampil besok," tegasnya. (gk-61)
Sementara itu, Huu Thang juga menaruh hormat terhadap pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl. Huu Thang dan Riedl memang pernah sama-sama bahu membahu di timnas Vietnam dari periode 1998 hingga 2000. Bahkan, mereka pernah merasakan kekalahan dari Indonesia dengan skor 3-2 di AFF Suzuki Cup 2000.
"Kami sudah bertemu dua kali di laga persahabatan dan sekarang bertemu lagi di semi-final.
Pertandingan besok saya prediksi akan berjalan menarik karena kedua tim sudah mengenal baik satu sama lain, semoga bisa menghibur para fans," lanjutnya.
Dalam laga nanti, The Golden Star tak akan menurunkan satu pemain andalannya di sektor belakang, Truong Dinh Luat, karena kartu merah yang diterima saat melawan Kamboja. Namun Huu Thang menganggap hal itu tak akan menjadi masalah.

"Kami punya 23 pemain dan besok walaupun kami kehilangan pemain bertahan, itu tidak akan berpengaruh terhadap kami," pungkasnya.(berbagai sumber/gk-61/wandy)

Saturday, 3 December 2016

Timnas Indonesia Butuh Hasil Seri di Hanoi Untuk Melangkah ke Final



















 Timnas Indonesia Butuh Hasil Seri di Hanoi Vitenam Untuk Melangkah ke Final

SOLOK, KRM-
Tim Nasional Indonesia  tinggal selangkah lagi melaju ke partai final Pila AFF 2016 . Skuat Garuda menang 2-1 atas Vietnam  di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016) pada leg pertama Semifinal Piala AFF 2016.
Kemenangan Timnas di cetak oleh Hansamu Yama  pada menit ke -7 setelah memanfaatkan  umpan lampung dari tendangan pojok  dari  Rizky Pora. Tendangan tersebut tidak bisa dihentikan oleh penjaga gawang Vietnam Tran Nguyen Manh. Namun keunggulan tersebut tidak berangsung lama. Pada menit ke-17, pemain Vitnam mendapat hadiah pinalti dari wasit asal Australia. Menit 17, Vietnam menyamakan skor. Mereka tiba-tiba mendapatkan hadiah penalti dari wasit. Beny Wahyudi dianggap mendorong lawan di kotak penalti. Keputusan yang kontroversial dan sempat diprotes, tapi itu tetap tidak menggoyahkan sang pengadil lapangan hijau. Nguyen Van Quyet dipercaya maju sebagai eksekutor. Dengan tenang dia memperdayai kiper Kunia Meiga. Kedudukan 1-1. Hadiah pinalti untuk Vitnam tersebut, sempat diprotes keras oleh para pemain Timnas, seperti kapten Tim Boaz, yang kurang mengerti kenapa wasit asal Australia memberikan hadiah pinalti kepada Vitnam, meski sebenarnya pelanggaran pemain belakang kepada vitnam seperti tidak wajar berujung pinalti.
Namun pemain Timnas bersikap dewasa dan melanjutkan bermain.
             Gol kemenangan Skuat Garuda tercipta pada awal babak kedua. Indonesia mendapat hadiah tendangan penalti setelah Que Ngoc Hai menjatuhkan Stefano Lilipaly. Boaz Salossa yang mengeksekusi tendangan penalti menyepak bola ke pojok kanan atas gawang Vietnam tanpa bisa dihentikan Tran Nguyen Manh. Indonesia terus menekan Vietnam demi mencari gol tambahan. Tapi memasuki menit 70 permainan mengendur dan giliran lawan yang mengambil inisiatif serangan. Serangan demi serangan terus dilancarkan Vietnam di 10 menit akhir pertandingan. Untungnya pertahanan Indonesia juga sudah siap mengantisipasi. Dengan tenang bek-bek menghalau setiap gempuran sekaligus mempertahankan kemenangan 2-1 hingga pulit panjang ditiup wasit.
            Meski jauh dari kata aman, yang jelas hasil ini bisa menjadi modal bagus untuk menghadapi leg kedua. Indonesia harus bertandang ke Vietnam pada Rabu, 7 Desember 2016 nanti. Kemenangan di Stadion Pakansari membuat rekor pertemuan Alfred Riedl dan Nguyen Huu Thang imbang. Dari tiga pertemuan, Rield meraih satu kemenangan, Huu Thang juga menorehkan satu kemenangan, dan satu laga berakhir imbang.
Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, telah tiba di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Jokowi hadir untuk menyaksikan langsung pertandingan Indonesia melawan Vietnam pada leg pertama babak semifinal Piala AFF 2016. Presiden Jokowi, tampil santai dengan jaket berwarna gelap. Mantan walikota Solo itu langsung menuju tempat yang sudah disediakan oleh pihak panitia di area VVIP. Kehadiran orang nomor satu di republik Indonesia itu disambut meriah suporter yang hadir.
Jokowi duduk di sebelah Ketua Umum PSSI yang baru, Letnan Jenderal (Letjen) TNI, Edy Rahmayadi.

Catatan penting dalam pertemuan Indonesia lawan Vietnam diantaranya  Hansamu Yama Pranata tampil gemilang dalam debutnya di Piala AFF 2016 bersama Timnas Indonesia. Golnya pada menit ketujuh merupakan gol pertamanya untuk timnas senior.

 Banyak Kebobolan
Hingga babak semifinal Piala AFF 2016, gawang Timnas Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga sudah kebobolan delapan gol. Meiga menjadi kiper paling banyak kebobolan di Piala AFF 2016.
Pemain Paling Kreatif
Rizky Pora menjadi pemain paling kreatif Timnas Indonesia di laga melawan Vietnam. Dia melepaskan tiga umpan silang, satu di antaranya menjadi gol untuk Skuat Garuda.
Dia juga tercatat melepaskan 25 umpan, 18 di antaranya mengarah ke pemain Indonesia. Akurasi umpannya sebesar 70 persen.
Boaz Salossa sudah cetak tujuh gol di Piala AFF 2016.

Boaz Salossa
Dengan golnya yang dicetak ke gawang Vietnam, Boaz Salossa sudah mencetak tujuh gol sepanjang kariernya di Piala AFF. Jumlah golnya sama dengan yang dicetak Zaenal Arif pada ajang ini.

Boaz juga tercatat sebagai pemain terbanyak yang melepaskan sepakan tepat sasaran di Piala AFF 2016. Dia sudah melepaskan 12 tembakan yang mengancam gawang Vietnam.
Indonesia menang 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016.
 Kemenangan Ketiga
Hasil di Stadion Pakansari membuat Indonesia mencatatkan kemenangan ketiga atas Vietnam dari delapan pertemuan di ajang Piala AFF. Sisanya, Indonesia menelan sekali kekalahan dan empat hasil imbang.

Susunan pemain:

Indonesia: Kurnia Meiga; Beny Wahyudi, Hansamu Yama, Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu; Rizki Pora, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly, Andik Vermansyah (Zulham Zamrun 90'); Boaz Solossa (Evan Dimas 81'), Ferdinand Sinaga (Lerby Eliandry 63').

Vietnam: Tran Nguyen Manh; Tran Dinh Dong, Que Ngoc Hai, Bui Tien Dung, Pham Thanh Lurong (Dinh Thanh Trung 83'); Nguyen Tron Hoang (Nguyen Van Toan 75'), Lurong Xuan Truong, Vu Van Thanh; Le Cong Vinh, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet (Nguyen Cong Phurong 89').


 (Berbagai Sumber/Liputan6.com/Helmi Fitriansyah/wandy)

Friday, 2 December 2016

Timnas Indonesia Optimis Tumbangkan Vietnam di Kandang





















Timnas Indonesia Optimis Tumbangkan Vietnam di Kandang

SOLOK, KRM
            Tim Nasional indonesia, optimis bisa mmenumbangkan Vietnam pada laga leg 1 Semifinal piala AFF yang akan berlangsung Sabtu malam di Stadion Pakansari (3/12). Meski tanpa diperkuat dua pemain inti yakni Fachruddin Aryanto dan Yanto Basna, karena keduanya terkena akumulasi kartu kuning pada laga sebelumnya.

            “Kita akan berusama membuat gol sebanyak-banyaknya waktu laga di kandang agar tugas kita waktu bertandang ke Vietnam semakin mudah menuju langkah Final,’ jelas pelatih kepala Indonesia, Alfred Riedl kepada awak media di Jakarta, Sabtu siang.  Untuk mengganti posisi Fachruddin dan Yanto, Alfred Riedl sudah punya pilihan bek, seperti Gunawan Dwi Cahyo, Manahati Lestusen, dan Hansamu Yama Pranata.  ‘”Tidak usah cemas, kita masih pnya pemain belakang yang sama kualitasnya untuk pengganti Yanto dan Fachruddin,” jelas Alfred Riedl. Sementara mantan bek tim nasional Yeyen Tumena mengaku tak khawatir akan absennya Basna dan Fachruddin. Sebab, menurut Yeyen, tiga bek cadangan tim nasional punya kualitas yang hampir sama. Meski begitu, Yeyen meminta Riedl jeli dalam memilih dua dari tiga bek tersebut. Sebab, Vietnam dalam laga-laga sebelumnya sering memperlihatkan penampilan penyerang yang lihai memanfaatkan bola-bola atas. Ditambah lagi lini tengah Vietnam terbilang sabar dan tak kenal lelah membongkar pertahanan lawan.
          Harapan lainjuga ditujukan kepada Boaz Solossa dkk, agar mampu memberikan pesta bagi publik yang akan memadati Stadion Pakansari. Namun, hal ini tentu saja bukan tugas yang mudah. Pasalnya, Indonesia tidak bisa turun dengan kekuatan terbaiknya, terutama di lini belakang. Fachruddin Aryanto dan Yanto Basna yang selama ini selalu menjadi andalan, bahkan sejak laga uji coba, dipastikan absen. Akan menjadi tugas berat bagi Alfred Riedl untuk memutuskan siapa yang akan menggantikannya. Begitu juga pemain yang akan dipilih oleh Riedl.
           Duet Manahati Lestusen dan Gunawan Dwi Cahyo dijagokan untuk mengawal pertahanan Indonesia. Kedua pemain ini punya pengalaman yang bagus di laga internasional di level umur. Manahati dan Gunawan pernah bermain di timnas U-23. Namun, keduanya belum pernah tampil di Piala AFF 2016 ini. Sementara lini belakang yang bermasalah, di lini tengah dan depan Indonesia sudah memiliki komposisi yang bagus. Boaz Salossa akan tetap menjadi andalan. Ia akan mendapatkan sokongan dari Andik Vermansah, Rizki Pora dan Stefano Lilipaly dari lini kedua. Kubu Vietnam juga mengalami masalah yang sama dengan Indonesia. The Golden Star tidak bisa menurunkan bek senior andalannya, Truong Dinh Luat. Pemain berusia 33 tahun ini mengalami akumulasi kartu merah.
            Sementara itu, kapten Le Cong Vinh masih akan menjadi andalan di lini tengah. Pemain yang pernah membela klub Consadole Sapporo ini akan berduet dengan Nguyen van Quyet yang punya akselerasi yang bagus dari sisi sayap.

Perkiraan Susunan Pemain:

Indonesia (4-4-1-1): Kurnia Meiga; Abduh Lestaluhu, Manahati, Gunawan Dwi Cahyo, Benny Wahyudi; Rizky Pora, Evan Dimas, Bayu Pradana, Andik Vermansah; Stefano Lilipaly; Boaz Salossa.
Vietnam (4-4-2): Nguyen Tran Manh; Au Van Hoan, Dihn Tien Thanh, Que Ngoc Hai; Ngo Hoang Thinh, Luong Xuan Truong, Dihn Tran Trung, Vu Van Thanh; Ngyuen Van Quyet, Le Cong Vinh  (wandy/R. Rahmat Sowangga)

Wednesday, 30 November 2016

Pesawat Yang Membawa Pemain Klub Brasil Chapecoense Terjatuh di Hutan




















Pesawat Yang Membawa Pemain Klub Brasil Chapecoense Terjatuh di Hutan

Rio Dejenairo, KRM-

         Sebuah pesawat yang berpenumpang sebanyak 81 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah para pemain klub Brasil, Chapecoense, jatuh dalam perjalanan menuju bandara internasional Medellin, Kolumbia, Selasa, 29 November 2016.
             Kantor Berita Reuter menyebutkan soal kejadian ini belum jelas, tapi informasi yang beredar menyatakan ada beberapa yang selamat. Pesawat ini disebut jatuh di area pegunungan di luar Kota Medellin sebelum tengah malam waktu setempat. Pesawat carteran ini terbang dari Sao Paulo lalu transit di Bolivia sebelum menuju Medellin. Chapecoense, tim yang ada di dalamnya, sedang terbang menuju Medellin untuk bermain dalam final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional, tim lokal Medellin.
          Copa Sudamericana merupakan kejuaraan tahunan antarklub yang diadakan CONMEBOL, federasi sepak bola Amerika Selatan, sejak 2002.  Pemerintah Brasil menetapkan tiga hari berkabung nasional sementara putaran final Seri A musim kompetisi sepak bola Brasil ditunda satu minggu setelah para pemain dan staf Chapecoense tewas dalam kecelakaan pesawat.
            Konfederasi sepak bola Brasil (CBF) mengatakan, Selasa, rangkaian pertandingan akan diundur menjadi tanggal 11 Desember 2016 mendatang. Final Copa do Brasil antara Gremio dan Atletico Mineiro, yang akan dilangsungkan pada Rabu tanggal 30 November, diundur menjadi  juga  tanggal 7 Desember 2016. "Berkaitan dengan kecelakaan tragis yang dialami Chapecoense, CBF menetapkan masa berkabung selama tujuh hari di Brasil," juru bicara organisasi sepak bola itu dalam suatu pernyataan. Rombong Chapecoense sebelum bertolak dengan pesawat yang akhirnya jatuh di hutan belantara di negara tersebut dan menewaskan 76 penumpangnya.

Sebelumnya, Presiden Brasil Michel Temer mengumumkan penerapan masa berkabung nasional selama tiga hari. Menurut pihak berwenang, 76 orang tewas ketika sebuah pesawat sewaan jatuh di dekat kota Medellin, Kolombia, pada Senin malam.  Kepolisian mengatakan lima orang selamat sementara satu penumpang meninggal dunia di rumah sakit. Dari lima orang yang selamat, 3 di antaranya adalah pemain Alan Ruschel, salah satu pemain Chapecoense yang selamat dalam kecelakaan pesawat. Seluruh tim sepak bola Chapecoense beserta beberapa wartawan berada di pesawat British Aerospace 146 yang nahas itu. Otoritas setempat mengatakan mereka masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan, yang terjadi di tengah badai hebat.
            Tim Chapecoense sebelumnya dijadwalkan melawan Atletico Nacional of Medellin dalam sesi pertama dari dua pertandingan final Copa Sudamericana pada Rabu. Badan pengurus sepak bola Amerika Selatan, Conmebol, mengatakan dalam pernyataan bahwa final Copa Sudamericana ditangguhkan, demikian pula dengan "seluruh kegiatan federasi (sepak bola, red)", demikian Kantor Berita Reuters (Antara/wandy)

Tuesday, 29 November 2016

Gaji TKI di Inggris sekitar Rp 23 juta Per Bulan

Oleh: Rohmatin BonasirWartawan BBC Indonesia


Gaji TKI di Inggris sekitar Rp 23 juta Per Bulan

LONDON, KRM-
          Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, kehidupan Musiri berubah total; dari tenaga kerja yang menanggung utang untuk biaya merantau ke Mesir menjadi tenaga kerja yang mampu berinvestasi.
             Ketika BBC Indonesia mewawancarainya dalam laporan khusus Kisah Pembantu Indonesia di Inggris pada 2010 lalu, Musiri sudah dua tahun berada di Inggris bersama majikan keluarga dokter asal Mesir yang menetap di London. Penyalur TKI ke Malaysia dibatasi Ribuan TKI Arab Saudi siap dideportasi Tenaga kerja asal Bojonegoro, Jawa Timur ini, hanya digaji £110, dengan kurs sekarang setara dengan R2,1 juta per bulan, jumlah yang terlalu rendah untuk standar gaji di negara maju seperti Inggris. Musiri bersama salah seorang putrinya di salah satu halaman rumah mereka di Bojonegoro. Oleh karenanya, ia kabur dari majikan pada 2010, mendapat majikan baru dan sejak itu kondisi Musiri sudah berubah.
"Sekarang saya dapat kerja lumayanlah buat biaya anak sekolah. Saya punya anak dua, keduanya kuliah. Yang satu sudah lulus, sekarang sarjana. Terus yang satu tahun ketiga, mengambil arsitek," kata Musiri.
           Bekerja untuk keluarga pengusaha asal Lebanon yang berdomisili di Inggris, Musiri menerima gaji £1.800 (sekitar Rp35 juta) per bulan, lebih tinggi dibandingkan upah standar nasional Inggris £1.152 (sekitar Rp23 juta) per bulan jika menggunakan patokan upah nasional minimum £7.20 per jam dan bekerja selama 40 jam per minggu.
Akan tetapi gaji tersebut belum dipotong pajak, biaya transportasi, sewa rumah dan biaya hidup lainnya yang tergolong mahal di ibu kota Inggris. Motor dan mobil Jelas dengan pertambahan gaji tersebut, Musiri dapat melakukan banyak hal di Bojonegoro. Ia mampu menguliahkan kedua putrinya, dan membantu mengangkat taraf hidup keluarganya, termasuk kedua orang tuanya. "Selain itu, buat beli rumah, beli motor buat dua anak saya dan dua keponakan saya, dan beli tanah juga. Alhamdulillah senang," tuturnya. "Sedikit-sedikit saya juga punya tabungan dan tahun depan beli mobil."Dengan mobil barunya nanti, Musiri berharap dapat menyetir sendiri dari rumah kontrakannya ke rumah majikan orang Lebanon di gedung apartemen mewah menghadap ke Sungai Thames, London.

'Terancam dipulangkan'
sayurDi Southall, kantong komunitas India dan Pakistan berbaur dengan komunitas dari negara-negara lain, termasuk tenaga kerja asal Indonesia.
Di kawasan yang suasananya kental Asia Selatan ini, saya ingin mencari, Ida, seorang tenaga kerja Indonesia yang enam tahun lalu terancam dipulangkan karena masa berlaku visanya habis. Karena paspor ditahan majikan, ia mengaku kabur tanpa dokumen setelah merasa mendapat perlakuan buruk dari majikan, keluarga diplomat Indonesia. Kini Ida tinggal di sebuah rumah tak jauh dari keramaian jalan utama, dan sudah punya dua anak, masing-masing berusia tiga bulan dan dua tahun. Soal visa serta paspor, ia mengaku sudah mengantongi semuanya. "Visa sudah beres, paspor juga sudah beres. Dan Insya Allah mengajukan lagi tahun 2018, visa domestic worker continue (perpanjangan visa pekerja domestik," Ida berkata. Meskipun sudah memiliki dua anak, Ida mengaku masih bisa membantu ibunya di Lampung dengan mengirimkan uang secara berkala. Kisah Musiri dan Ida, menurut Anis Hidayat Direktur Migrant Care, LSM yang mengurusi buruh migran, mencerminkan mobilitas sosial ekonomi pekerja domestik dan itu terbukti di kampung-kampung asal mereka. "Hasil penelitian Migrant Care tahun 2014 dan yang juga kita lakukan lagi tahun 2015 itu menunjukkan bahwa memang buruh migran perempuan yang bekerja sebagai PRT di banyak negara merupakan aktor penting dari pembangunan di Indonesia.
Dan secara nyata menggerakkan pembangunan. Di NTT misalnya, itu hampir mayoritas sarjana, dan di NTB itu sumbangan buruh migran perempuan karena jerih payah mereka di luar negeri," jelas Anis Hidayat.
          Di samping "menelurkan sarjana", Anis menambahkan, sebagian TKI yang pulang melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi. Yang sudah jamak dilihat adalah hasil-hasil pembangunan fisik, terutama rumah, di kantong-kantong asal TKI  (Oleh Rohmatin BonasirWartawan BBC Indonesia)



Monday, 21 November 2016

WARGA ROHINGYA DIBANTAI MILITER MYANMAR, DEKLARASI HAM PBB SEPERTI TAK BERLAKU



OLEH Risko Mardianto

Belakangan, pembantaian, penembakan, pembunuhan, pemerkosaan dan penjarahan terhadap komunitas muslim Rohingya di Rakhine yang diduga dilakukan oleh militer Myanmar menjadi sorotan diberbagai media massa, baik media Internasional maupun media nasional Indonesia. Lebih disesalkan sikap Aung San Suu Kyi yang jadi pihak berkuasa dinegara itu yang menilai memiliki sikap memalukan, melakukan pembiaran terhadap sikap keji militer Myanmar. Ia bungkam atas derita yang dialami komunitas rohingya padahal menurut pemberitaan media massa berbagai bukti menyatakan bahwa militer Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM berat dinegara itu.
Suu Kyi meraih Hadiah Nobel Perdamaian saat jadi korban penindasan junta militer ketika dia jadi pemimpin oposisi Myanmar. Suu Kyi diharapkan masyarakat internasional jadi pembela komunitas tertindas, tapi bungkam atas nasib komunitas Rohingya di negaranya.
Kritikan keras terhadap Suu Kyi, salah satunya disuarakan media Bangladesh, Dhaka Tribune , dalam editorialnya, hari Senin (21/11/2016) yang berjudul “ Come together for the Rohingyas ”.
“Penaklukan dan penindasan brutal terhadap komunitas Rohingya terus terjadi meskipun pemerintah Aung Sun Suu Kyi berada di kekuasaan,” bunyi editorial itu. “Ini adalah realitas mengerikan dari komunitas minoritas ini yang mendiami negara bagian Rakhine, Myanmar,” lanjut editorial tersebut.
Bangladesh telah mengecam keras pemerintah Suu Kyi, karena komunitas Rohingya jadi korban penganiayaan militer Myanmar ketika hendak melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh.
“Yang lebih bermasalah adalah bagaimana Myanmar terus menyangkal keadaan ini, meskipun bukti menyatakan sebaliknya,” kritik media Bangladesh itu. ”Ini sangat memalukan bahwa bangsa itu terus berperilaku dengan cara ini meskipun kemarahan internasional terhadap taktik yang tidak manusiawi tersebut,” lanjut kritik tersebut mengacu pada pemerintahan Suu Kyi.
Pemerintah Bangladesh berencana menjatuhkan sanksi perdagangan yang ketat pada Myanmar kecuali komunitas Rohingya diperbolehkan kembali ke tanah air mereka dan diberikan hak yang sama sebagai warga negara Myanmar.
“Penganiayaan terus terjadi pada komunitas Rohingya Myanmar, tidak hanya suara buruk dari Myanmar, tapi dari seluruh dunia. Tidak bisa lagi dunia berpangku tangan dan menonton,” imbuh kritik editorial itu.
Konflik antara etnis Rohingya dan mayoritas penduduk Myanmar yang mayoritas beragama Budha seolah tak berkesudahan. Puluhan ribu warga Rohingya terlunta-lunta mengungsi ke negara lain, termasuk Indonesia.
Di Myanmar, etnis Rohingya tak diakui sebagai warga negara. Mereka kesulitan memperoleh akses kesehatan, pendidikan dan perumahan yang layak. Kekerasan juga terus terjadi.
Secara umum orang berpendapat, krisis Rohingya di Myanmar adalah masalah agama. Tetapi menurut Kepala bidang penelitian pada South Asia Democratic Forum, Siegfried O Wolf, krisis ini lebih bersifat politis dan ekonomis.
Dari sisi geografis, penduduk Rohingya adalah sekelompok penganut Muslim yang jumlahnya sekitar satu juta orang dan tinggal di negara bagian Rakhine. Wilayah Rakhine juga ditempati oleh masyarakat yang mayoritas memeluk agama Budha. Rakhine dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Tetapi hal itu menjadi timpang ketika pada kenyataannya tingkat kemiskinan di sana ternyata tinggi.
"Komunitas warga Rakhine merasa didiskriminasi secara budaya, juga tereksploitasi secara ekonomi dan disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat, yang didominasi etnis Burma. Dalam konteks spesial ini, Rohingya dianggap warga Rakhine sebagai saingan tambahan dan ancaman bagi identitas mereka sendiri. Inilah penyebab utama ketegangan di negara bagian itu, dan telah mengakibatkan sejumlah konflik senjata antar kedua kelompok," kata Siegfried O Wolf saat diwawancarai oleh media Jerman Deutsche Welle (DW) sebagaimana dikutip dari pemberitaan media massa.
Mayoritas warga Rakhine menilai Rohingya sebagai saingan dalam hal mencari pekerjaan maupun untuk kesempatan untuk berwirausaha. Dari permasalahan politik, warga Rakhine merasa jika kaum Rohingya telah mengkhianati mereka lantaran tidak memberikan suara bagi partai politik mayoritas penduduk setempat.
"Jadi bisa dibilang, rasa tidak suka warga Buddha terhadap Rohingya bukan saja masalah agama, melainkan didorong masalah politis dan ekonomis," kata Wolf.
Hal ini diperburuk oleh sikap pemerintah Myanmar yang bukannya mendorong rekonsiliasi, tetapi malah mendukung kelompok fundamentalis Budha.
Umat Budha di dunia sendiri mengutuk kekerasan yang dilakukan kelompok garis keras di Myanmar. Tahun 2014 lalu, Dalai Lama meminta Umat Budha menghentikan kekerasan di Myanmar dan Sri Lanka.
"Saya menyerukan kepada umat Buddha di Myanmar, Sri Lanka, membayangkan wajah Buddha sebelum mereka berbuat kejahatan. Buddha mengajarkan cinta dan kasih sayang. Jika Buddha ada di sana, dia akan melindungi muslim dari serangan umat Buddha," pesan Dalai Lama.
Di dalam negeri Myanmar, nyaris tak ada yang membela Muslim Rohingya. Dunia mengutuk pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang diam seribu bahasa soal penindasan di Rohingya.
Dari salah satu sumber lain juga disebutkan, Warga Rohingnya adalah komunitas yang mayoritasnya Muslim, dan tinggal di negara bagian Rakhine yang berjumlah sekitar sejuta jiwa dan bukan merupakan kelompok masyarakat terbesar di Rakhine. Sebagian besar warga Rakhine beragama Buddha. Komunitas warga Rakhine merasa didiskriminasi secara budaya, juga tereksploitasi secara ekonomi dan disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat, yang didominasi etnis Burma. Dalam konteks spesial ini, Rohingya dianggap warga Rakhine sebagai saingan tambahan dan ancaman bagi identitas mereka sendiri. Inilah peyebab utama ketegangan di negara bagian itu, dan telah mengakibatkan sejumlah konflik senjata antar kedua kelompok.
Selain itu, kelompok Rakhine merasa dikhianati secara politis, karena warga Rohingnya tidak memberikan suara bagi partai politik mereka. Ini menyebabkan tambah runcingya ketegangan. Sementara itu, pemerintah tidak mendorong rekonsiliasi, melainkan mendukung fundamentalis Buddha dengan tujuan menjaga kepentingannya di kawasan yang kaya sumber alam tersebut. Faktor-faktor ini adalah penyebab utama di balik konflik antar kelompok etnis dan antar agama. Ini juga jadi penyebab memburuknya kondisi hidup warga Rohingya, serta pelanggaran hak-hak sosial-politis mereka.
Pendeknya, solusi domestik bagi masalah Rohingnya hanya bisa tercapai jika kelompok elit Myanmar yang memerintah, serta para pengambil keputusan, mengubah pola pikir mereka. Tapi perebutan sumber daya alam, keuntungan dari proyek-proyek pembangunan dan bangkitnya kelompok fundamentalis Buddha kemungkinan akan mencegah itu terjadi.
Mengapa warga Buddha Myanmar menentang Rohingya? Apa ini hanya masalah agama, atau ada masalah lainnya?
Hubungan antar agama di Myanmar adalah masalah yang sangat kompleks. Warga Muslim, terutama Rohingya, dikonfrontasikan dengan rasa takut mendalam terhadap Islam di masyarakat dan negara yang mayoritas warganya beragama Buddha. Warga yang fundamental mengklaim bahwa kebudayaan Buddha serta masyarakat terdesak oleh warga Muslim. Apalagi Myanmar dikelilingi negara-negara yang mayoritas warganya beragama Islam, seperti Bangladesh, Malaysia dan Indonesia. Warga Rohingnya dianggap sebagai ancaman terhadap gaya hidup dan kepercayaan Buddha, dan jadi jalan menuju islamisasi Myanmar.
Apakah proses demokratisasi di Myanmar membantu Rohingya?
Proses ini sampai sekarang belum menghasilkan perbaikan kondisi masyarakat. Politik Myanmar membuktikan bahwa proses demokrasi bisa membuahkan rezim yang mewakili warga mayoritas, dan tidak memperhatikan warga minoritas sama sekali. Myanmar punya sistem politik yang berdasar pada kekuasaan mayoritas tanpa proteksi secara institusional bagi hak-hak warga minoritas.
Namun demikian, ada harapan besar bahwa ikon demokrasi Aung San Suu Kyi akan mengubah situasi dan berupaya agar kebudayaan politik yang merangkum semua warga bisa tercipta. Tapi pemenang Nobel perdamaian itu sudah mengejutkan banyak pengamat politik karena tidak memberikan komentar apapun menyangkut kesengsaraan warga Rohingnya.
Sikap diamnya penguasa Myanmar terhadap tindakan militernya kepada komunitas rohingya seolah-olah membiarkan pelanggaran HAM berkembang dinegaranya, dan ini akan menjadi catatan dan preseden buruk terhadap proses penegakan Ham didunia. Olehsebab itu, seluruh muslim harus mendorong penegakan HAM untuk Rohingya serta mendorong tegaknya keadilan bagi warga muslim Rohingya. Dunia tidak boleh menutup mata atas pembantaian muslim rohingya itu tadi. Menutup mata berarti melakukan pembiaran dan itu sama saja melegalkan pembunuhan diatas bumi Myanmar dimana boleh jadi hal yang sama juga terjadi dinegara lain, termasuk Indonesia. Semoga!


Monday, 14 November 2016

Donald Trump Tidak Akan Ambil Gaji Setelah Menjadi Presiden

Donald Trump Tidak Akan Ambil Gaji Setelah Menjadi Presiden

NEW YORK, KRM-

Presiden juga dibahas dalam wawancara pertama presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan CBS. Trump menyatakan dirinya tidak akan mengambil gajinya sebagai presiden AS. "Saya tidak pernah berkomentar soal ini, tapi jawabannya adalah tidak. Saya pikir saya akan mengambil sesuai undang-undang, mengambil US$ 1, jadi saya akan mengambil US$ 1 untuk setahun. Tapi -- saya bahkan tidak tahu apa itu," ucap Trump seperti dilansir CNN, kemaren
           Komentar itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan wartawan CBS, Lesley Stahl, dalam acara '60 Minutes'. Wawancara dengan CBS ini merupakan wawancara pertama Trump dengan televisi AS setelah dia resmi menjadi presiden terpilih AS.
Lesley Stahl menanyakan soal rencana Trump untuk tidak mengambil gaji sebagai presiden AS yang pernah dilontarkannya pada masa kampanye. Stahl juga menanyakan kepada Trump apakah dirinya tahu besaran gaji seorang presiden AS.
          Ketika Lesley Stahl memberitahu Trump bahwa gaji seorang presiden AS mencapai US$ 400 ribu (Rp 5,3 miliar) per tahun, Trump mengatakan: "Tidak, saya tidak akan mengambil gaji itu. Saya tidak akan mengambilnya."
           Dalam sebuah acara di New Hampshire pada September tahun lalu, Trump menyatakan dirinya tidak akan mengambil gajinya jika terpilih menjadi Presiden AS. "Hal pertama yang akan saya lakukan adalah memberitahu Anda bahwa jika saya terpilih menjadi presiden, saya tidak akan menerima gaji, oke? Itu bukan persoalan besar bagi saya," ucap Trump saat itu seperti dilansir The Independent. Trump menegaskan posisinya soal gaji presiden itu via Twitter, beberapa saat setelah itu. Saat ada seorang follower-nya menanyakan apakah Trump tidak akan menerima gaji presiden, dia kembali menjelaskan posisi yang sama. "Sejauh persoalan gaji menjadi perhatian -- saya tidak akan mengambil satu dolar. Saya sungguh-sungguh akan merelakan gaji saya jika saya menjadi presiden," jawab Trump saat itu.
Dalam wawancara dengan CBS, Trump juga mengisyaratkan tidak akan mengubah gaya bicaranya setelah menjadi presiden terpilih AS. "Terkadang Anda perlu retorika tertentu untuk membuat orang-orang termotivasi. Saya tidak ingin hanya menjadi karakter monoton yang baik, dan dalam banyak kasus, saya akan menjadi demikian," tandasnya (Sumber Detik.com/nvc/try)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang