Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Friday, 3 March 2017

Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditabrak Sedan di Guguk Solok

Tampak petugas lakalantas Polres Arosuka, Kabupaten Solok sedang melakukan pengamanan terhadap sepeda motor korban dan kanan kendaraan Totoyota Yaris yang dikendarai oleh Efison dan menewaskan dua pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera KM 16, Bolai, Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Solok, Kamis pagi (2/3)


Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera Guguk-Solok
Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas di TKP
SOLOK, SN--Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera KM 16, Sawah Ujuang, dusun Bolai, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis pagi (2/3), sekitar jam 05.45 WIB.
            Informasi yang berhasil dihimpun Koran Padang di TKP dan berdasarkan data dari Unit Lakalantas Polres Arosuka Kabupaten Solok, kejadian laka lantas yang menewaskan dua pengendara sepeda motor, diduga akibab cuaca buruk karena disiram hujan gerimis dan  jalan licin. Dua orang pengendara sepeda motor yang tewas di TKP adalah atas nama Husen Jailani, warga Cibuntu, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukabumi, yang memboceng adik iparnya yang juga meninggal di TKP atas nama Abdullah Wahab (15) yang datang dari arah Padang dengan menegendarai sepeda motor Vixion Nopol BA 3687 QO. Kedua orang ini tewas akibab bertabrakan dengan mobil Toyota Yaris dengan Nopol BM 1458 ZA, yang dikendarai oleh Efison,Skm (45) Warga Komplek Ranah Minang, Lubuk Kilangan, Kota Padang yang pagi itu datang dari arah kota Solok menuju kota Padang.
            Kedua korban meninggal dunia, langsung dilarikan ke RSUD Arosuka, untuk dilakukan Visum et repertum untuk mendapatkan keterangan tertulis dari dokter Rumah Sakit. Sementara pengendara mobil Toyota Yaris  yang mengakibabkan dua orang meninggal dunia, Efison, diamankan di Mapolres Arosuka Kabupaten Solok. Efison merupakan Karyawan di Rumah Sakit Jiwa Gadut, Padang, karena sehari-hari bertugas di RS Jiwa Gadut Padang.
            Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, melalui Kasatlantas, AKP Anggara Rustamoyo, kepada Koran Padang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut sangat sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Untuk itu pihaknya meminta para pengendara yang melintas di daerah tersebut untuk lebih ekstra hati-hati. Sedangkan kecelakaan lalulintas yang menewaskan dua orang pengendara sepeda motor Kamis pagi itu, disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan jalan licin. “Namunpun begitu, sesuai hukum yang berlaku, kita akan lakukan penyelidikan dan memproses untuk diminta pertanggungjawabannya,” jelas AKP Anggara, yang didampingi Kanitlaka lantas Polres Arosuka, Iptu Miswal di Mapolres Arosuka. AKP Anggara Rustamoyo juga menyebutkan bahwa pengendara sepeda motor atas nama Huesn Jaelani merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat dan mempunyai isteri orang Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. “Saat kejadian, korban ini bermaksud akan pulang ke rumahnya di Sungai Janiah dan saat itu korban memboncengi adik iparnya Abdullah Wahab yang juga meninggal dunia dan korban masih tercatat sebagai seorang pelajar di sebuah SMP di Talang,” jelas  AKP Anggara.

            Usai dilakukan proses otopsi atau visum, kedua korban langsung di bawa keluarga korban ke rumah duka di Sungai Janiah Talang untuk dimakamkan. Sementara sampai berita ini diturunkan, pengendara mobil Toyota Yaris, Efison masih diamankan di Mapolres Arosuka, Kabupaten Solok (wandy)

Sunday, 8 January 2017

Musibah Banjir dan Longsor Kabupaten Solok Diperkirakan Mencapai Milyaran Rupiah

SOLOK, SN-Akibab banjir yang melanda Kabupaten Solok pada Kamis dan Jum’at awal Januari 2017 lalu, telah mengakibabkan kerusakan ratusan hektare sawah, baik yang siap panen atau yang baru siap tanam.
            Sekeratris Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharta Maria, Minggu (8/1) menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mendata lahan pertanian masyarakat, baik sawah atau perkebunan yang dihantam musibah banjir di seluruh wilayah Kabupaten penghasil Bareh Tanamo itu. “Sampai saat ini kita masih melakukan pndataan, berapa luas persawahan dan perkebunan masyarakat yang rusak akibab banjir. Tapi yang pasti hampir ratusan hektare sawah baik yang siap panen atau yang baru ditanam,” jelas Miharta Maria. Dijelaskannya, di Nagari Air Batumbuk saja, akibab longsor yang terjadi pada Kamis, sudah mengakibabkan kerugian Ratusan Juta Rupiah, karena tanaman padi dan bawang siap panen dihantam longsor. Sementara di Selatan Kabupaten Solok, seperti Nagari Aia Dingin di Kecamatan Hiliran Gumanti, banjir badang juga sudah merusak dua jembatan dan tiga rumah serta ratusan hektre perkebunan siap panen maupun yang dalam pengolahan.
           Di Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB. Bahkan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, sudah melakukan peninjauan langsung ke Aia Dingin, Lolo dan Surian pada Kamis Sore lalu. Ddi Pantai Cermin, banjir bandang terparah terjadi di Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok, Yulfadri Nurdin memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di Jorong Sungai Indaruang, Jorong Pisau Hilang, Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
            Khusus di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Hiliran Gumanti, masyarakat Jorong Koto dan Jorong Data Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti yang dipimpin oleh anggota DPRD asal daerah setempat, M. Syukri, tampak bergoro membangun Jembatan Darurat, karena jembatan yang menghubungkan kedua jorong tersebut hanyut dibawa banjir bandang yang terjadi Kamis lalu. “Untuk sementara kita dirikan jembatan darurat, karea jembatan aslinya hanyut dibawa banjir bandang, sambil menunggu bantuan pemerintah memperbaikinya,” jelas M. Syukri
             Di Kecamatan Kubung, banjir juga merusak ratusan hektare sawah di Salayo dan Koto Baru serta ribuan rumah penduduk terendam banjir. Lokasi paling parah yang dihantam banjir adalah Jorong Lubuak Agong dan Jorong Simpang. “Banjir juga merusak ternak masyarakat seperti yang terjadi Tangah Padang di mana satu ekor kerbaumilik warga setempat hanyut di bawa air bah dan puluhan kolam ikan masyarakat juga diporak-porandakan oleh musibah banjir,” jelas Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM.

        Data yang dikumpulkan  di posko bencana Nagari Salayo, memastikan jumlah rumah penduduk yang terendam sebanyak 890 unit dengan jumlah penghuni 3.727 jiwa. Banjir terparah  terjadi di Jorong Galanggang Tangah. Kawasan ini merupakan langganan karena berada di bantaran batang Lembang dengan jumlah penduduk sebanyak 3.050 jiwa  yang tinggal di rumah 745 rumah. Sedangkan di jorong Sawah Sudut,  terdapat sebanyak 145 rumah yang dihuni oleh 677 jiwa. Menurut Bupati Gusmal, meski dalam kejadian musibah banjir ini tidak ada korban jiwa, namun banjir kali ini dinilai paling parah sejak 20 tahun terakhir.
          Di nagari Koto Baru, selain merusak puluhan hektre sawah dan perkebunan, banjir juga mengepung sebanyak  216 rumah dengan jumlah penghuni sebanyak 993 jiwa di tiga Jorong. Banjir terparah terjadi di Jorong Simpang, yaitu sebanyak 790 jiwa, jorong Lubuk Agung sebanyak 158 dan Jorong Kajai sebanyak 45 jiwa.  Menurut Walinagari Koto Baru Afriza, musibah banjir sudah melumpuhkan sebahgian ekonomi masyarakat. Sebagai upaya perttolongan, pihak telah berupaya menyalurkan sebanyak 1.050 bungkus nasi untuk warga yang terendam banjir. Sementara untuk tambahan lain, pemerintah nagari  baru menerima sebanyak 10 dus mie Instan, 10 dus air mineral dan 4 dus sarden dari dinas Sosial Kab. Solok. " Sejauh ini kita baru menanggulangi secara darurat saja dengan bantuan nasi bungkus. Banyak warga yang tak bisa memasak karena dapurnya terendam banjir," kata Afrizal.
            Di Utara Kabupaten Solok, banjir juga merusak lahan persawahan di Paninggahan dan Sumani. Bahkan sampai saat ini pihak terkait masih melakuka pendataan tentang kerugian yang diakibabkan oleh banjir yang hampir serentak terjadi di Kabupaten Solok. Semua pihak ikut turun dan peduli dengan musibah ini. Bahkan pihak Pemerintah Kabupaten Solok, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Pihak BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Dinas Pertanian, Kesehatan, Tigana, Orari, Anggota DPRD serta semua unsur tampak turun ke lapangan, mereka bahu membahu dlam melkukan pertolongan kepada masyarakat yang terkena banjir.

            “Mudah-mudahan hujan tidak turun lagi hari ini, sehingga debet air Batang Lembang kembali normal. Dan hari ini, sudah mulai menyusut hingga 1 meter dari ketinggan biasa,” jelas Bupati Gusmal (wandy)

Friday, 6 January 2017

Banjir Bandang Terjang Surian, Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat

Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, saat meninjau lokasi banjir bandang di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, kemaren sore


Banjir Bandang Terjang Surian
Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat
SOLOK, SN
            Bencana banjir tidak hanya terjadi di bagian tengah Kabupaten Solok, sejak Kamis kemaren, namun juga melanda Kabupaten Solok bagian Utara dan bagian Selatan dari bumi penghasil bareh tanamo itu.
            Di bagian Utara Kabupaten Solok, sejak Kamis hingga Jum’at sore,, banjir juga menerjang Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Sedikitnya, lebih dari 5 hektare ladang bawang warga siap panen dan 1 hektare sawah penduduk diterjang luapan aliran Batang Paninggahan. Beruntung, banjir tidak merusak rumah penduduk, seperti yang terjadi di Nagari Salayo dan Nagari Koto Baru. “Banjir memang tidak merusak rumah warga, tapi merusak tanaman bawang siap panen dan juga lahan persawahan,” jelas Reva (29)
"Untungnya, banjir tidak merusak rumah penduduk. Tapi, akibat banjir ini,  masayarakat mengalami kerugian Ratusan Juta Rupiah,” jelas Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Pemkab Solok, Drs. Efriadi, MM, usai meninjau lokasi banjir di Paninggahan, kemaren.
        Sementara di Bagian Selatan Kabupaten Solok, yakni di Nagari Aia Dingin, Lolo dan Surian Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB, seperti di jorong A Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin mengatakan, menurut informasi Wali Nagari Aiadingin, banjir bandang terjadi sekitar pukul 05.30 Wib yang menghantam tiga Jorong seperti Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok yang langsung meninjau lokasi banjir Aia Dingin dan Pantai Cermin, memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di jrng Sungai Indaruang dan Sungai di Hulu Pisau Hilang, Sementara di Nagari Surian, banjir juga menimpa Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Wabub Yulfadri Nurdin, beserta Camat Pantai Cermin, Syaiful Anwar dan Anggota DPRD Kabupaten Solok, M. Syukri, meninjau lokasi tersebut, kemaren.

            Sementara di Nagari Salayo dan Koto Baru, masyarakat masih tetap waspada, karena sejak Kamis malam hingga Jum’at sore kemaren, hujan belum berhenti mengguyur hulu Gunung Talang dan Lembang Jaya, sehingga debet air Batang Lembang yang melintas Nagari Koto Baru dan Salayo, tampak terus menaik. Bahkan dikabarkan, di Jorong Tangah Padang Ngarari Jawi-Jawi Guguk, Satu ekor kerbau dan puluhan itik milik petani terkepung banjir di sebuah pulau aliran Batang Lembang dan satunya mati sementara satunya lagi masih terjebak banjir (wandy)

Thursday, 5 January 2017

Banjir Dan Longsor Kembali Hantam Bumi Bareh Solok


SOLOK, SN- Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam sebulan terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor di beberapa nagari di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.
            Kamis pagi (5/1), dua musibah melanda Kabupaten Solok. Pagi sekitar jam 07 terjadi longsor di dua titik di jorong Sangkak Puyuah, nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang. Dua titik longsor itu adalah di depan SD Negeri 42 Air Batumbuk dan sebelum kantor Walinagari lama. Longsor mengakibabkan antrian panjang sekitar 4 jam dan memutus hubungan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang dan Kabupaten Solok Selatan dan sebaliknya. Dua alat berat dari Dinas PU Kabupaten Solok dikerahkan ke TKP. Tumpukan matrial tanah setinggi 3 meter disertai sebuah pohon Sengon besar, menghalangi jalan utama menuju Solok Selatan dari Lubuk Selasih. Petugas PU dan BPBD dibantu pihak kepoliasian dan TNI, berusaha menyingkirkan matrial longsor di dua titik. Beruntung pada kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun longsor mengakibabkan sawah warga tertimbun matrial longsor. “Longsor pertama terjadi sekitar jam 7 pagi dan jalan masih bisa dilintasi kendaraan. Namun longsor besar disertai pohon tumbang terjadi pukul 8 dan menutup semua badan jalan disertai ambruknya pohon sengon ini,” jelas Isap Iyur (50), warga Sangkak Puyuh di TKP. Akibab longsor tersebut, puluhan hektar tanaman bawang dan tanaman warga lainnya yang siap panen dan sawah warga di tumpuki matrial longsor dan satu keluarga dengan 5 orang anak bernama Am (47) terisolasi karena aksesjalan menuju rumahnya terputus. Sangat disayangkan warga, meski longsor melanda nagari mereka, masyarakat menilai bahwa Pemerintahan Nagari Air Batumbuk terkesan cuek dan tidak turun ke lokasi, sehingga sikap Walinagari Air Batumbuk, Roni Buswandi banyak disesali warga. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Sebelumnya, pada tanggal 15 November tahun 2016 lalu, sekitar 100 meter dari longsor sekarang, juga terjadi longsor yang menewasakn satu orang warga setempat.  Sementara pada tanggal 27 Oktober 2016, juga terjadi longsor dan pohon tumbang di Pauah, Kayu Jao dan hanya berjarak 2 KM dari TKP. Longsor yang paling parah terjadi di Rawang, Lubuk Selasih tanggal 24 Agustus 2016 silam dengan menewaskan 4 orang yang merupakan satu keluarga. Sementara kendaraan kembali bisa melintas setelah petugas gabungan menyingkirkan matrial longsor dan pohon tumbang, sekitar jam 12.00 WIB Kamis siang.   

Bupati Solok Tinjau Banjir Selayo

            Sementara itu, akibab hujan yang turun tiada henti, di Nagari Salayo dan Koto Baru Kecamatan Kubung sejak Kamis pagi, juga terjadi banjir besar karena meluapnya Sungai Batang Lembang yang tidak mampu menampung debit air. Banjir yang hampir sama dengan kejadian akhir Tahun 2014 silam yakni setinggi 1,5 Meter, mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran. Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMA 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo. Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan  Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Jum’at, akibat  hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.
            Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo dan SKPD terkait, langsung mengunjungi TKP dan berharap Dinas BPBD dan Sosial segera membantu warga. Selain itu, Posko untuk bantuan warga juga akan didirikan di depan kantor Walinagari Salayo. “Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini” jelas H. Gusmal. Di lokasi yang sama, pada akhir tahun 2014 silam, juga dilanda banjir, di mana waktu itu sekitar 2824 buah rumah warga mulai dari Koto Baru hingga perbatasan kota Solok terendam banjir.
          Tim gabungan yang turun ke lokasi banjir seperti  petugas BPBD,  tim SAR gabungan dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daeraha hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas H. Gusmal. Petugas BPBD yang dibantu dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pemadam Kebakaran, akan disiagakan pada posko yang didirikan. Dua titik lokasi posko petugas BPBD berada di depan Kantor Wali Nagari Selayo dan depan kampus UMMY Koto Baru, Kecamatan Kubung.
            Selain di Selayo, banjir juga terjadi di Kecamatan Bukit Sundi seperti di Galagah Muara Panas, meski tidak separah yang di Salayo.
 Sampai berita ini diturunkan, koban banjir nagari Salayo dan Koto Baru, Kecamatan Kubung masih tampak membersihkan rumahnya masing-masing. Bahkan para petugas jaga di Mapolsek Kubung, juga tampak membersihkan halaman dan bagian dalam kantor, karena sejak jam 15 banjir mulai surut. Sayangnya, sejak jam 17 sore, hujan kembali mengguyur derah hulu yakni Gunung Talang da Lembang Jaya. “Kalau hujan terus begini, maka yang kita cemaskan adalah banjir akan tambah parah di malam hari,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, yang turunmeninjau lokasi banjir, bersama anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Sutan Bahri dan Aurizal.
            Sementara sesuai catatan yang dihimpun KORAN PADANG di posko Banjir Salayo, hingga pukul 18 Kamis sore kemaren, jumlah rumah yang yang terdampak banjir khususnya di nagari Salayo berjumlah 890 buah yang terdiri dari 745 di jorong Galanggang Tangah dan 145 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah penduduk yang beresiko di jorong Galanggang Tangah berjumlah 3050 dan 677 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah bayi yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 55 dan sawah Suduk 13 orang. Untuk jumlah berita yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 237 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 67 orang. Sedangkan kelompok Lansia yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 204 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 50 orang. Sementara di nagari Koto Baru sampai berita ini diturunkan, belum ada data pasti tentang korban banjir, namun salah seorang warganya dikabarkan digigit ular dan saat ini masig dirawat di RSUD Kota Solok dan inisial korban belum diketahui. Sementara bantuan korban banjir yang tercatat di Posko Bnjir Salayo adalah berupa mie instan, air mineral, sarden, beras, telur itik, uang tunai datang dari dari donatur  dan anggota DPRD Kabupaten Solok seperti H. Hardinalis Kobal dan Sutan Bahri. Bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Kantor Walinagari Salayo, Karang Taruna dan donatur lainnya seperti Riska Dt Aceh. Sementara pejabat yang sudah mengunjungi korban banjir antara lain Bupati Solok, H. Gusmal, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Plt Sekda Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, Staf Ahli, Aliber Mulyadi dan Efriadi, Kadis Kesehatan, dr. Sri Efianti, Kepala BPM, Medison, Kadis Sosial, Raflis, Kadis BPBD, Dasril, Kadis Pariwisata, Yandra, Kabag Humas, Devi Pribadi, Camat Kubung, Dafrizon, Sekwan, Is dan lainnya
3 Unit Rumah, 2 Jembatan Dilaporkan Rusak (wandy)


Monday, 12 December 2016

Bukit Subang Lubuk Selasih Kembali Longsor

Tampak alat berat membersihkan timbunan longsor di Bukit Subang Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, karena untuk kedua kalinya lokasi ini kembali dilanda longsor, Senin pagi (12/12)

Bukit Subang Lubuk Selasih Kembali Longsor
SOLOK, KRM
            Akibab cuaca buruk dalam dua Minggu terakhir yang melanda Kabupaten Solok dan sebagian besar wilayah di Sumatera Barat, beberapa daerah mengalami banjir kecil dan longsor. Selain itu, cuaca buruk juga menghambat aktivitas masyarakat dan melumpuhkan perekonomian sebahagian masyarakat.
            Di jorong Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin siang kembali terjadi bencana longsor. Meski tidak ada korban jiwa akibab kejadian tersebut, namun bekas longsor yang terjadi akhir Agustus 2016 lalu, kembali longsor setelah sepekan ini hujan dan angin kencang hampir tak pernah henti melanda daerah itu. Walinagari Batang Barus, berushaa mendatangkan alat berat untuk mengangkat matrial timbunan ongsor yang hampir setinggi 2 meter dengan lebar 20 meter. Sehingga lokasi ini sempat terisolasi beberapa jam dari dunia luar. “Kejadiannya tadi pagi dan hujan turun secara terus menerus di sini, sehingga kita meminta masyarakat untuk tetap waspada,” jelas Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar, Senin (12/12).  Bukit Subang merupakan sebuah dusun di Lubuk Selasih dan berjarak sekitar 3 KM dari Rawang arah Kota Padang. Sedikitnya 8 rumah yang terdiri dari 8 KK serta dihuni 36 Jiwa, tinggal di daerah ini.
         Longsor diakibabkan oleh hujan disertai angin kencang dan Pemerintah Nagari dan kecamatan kesulitan mengevakuasi warga sampai Senin sore. Sebuah alat berat tetap bekerja membersihkan timbunan longsor. Pengangkatan material longsor Bukit Subang, sempat terhenti karena cuaca hujan dan angin kencang. “Yang penting kita bersyukur tidak ada korban jiwa di Bukit Subang ini,” Anita Viona, jelas warga setempat (wandy)

Saturday, 10 December 2016

Cuaca Buruk Melanda Hampir Seluruh Daerah di Sumatera Barat





















Cuaca Buruk Melanda Hampir Seluruh Daerah di Sumatera Barat

SOLOK, KRM
         Ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padangpariaman, Sumatera Barat beberapa waktu bahwa  cuaca buruk melanda wilayah pesisir dan sebagian daratan Sumatera Barat bulan Desmeber 2016 ini terbukti.
Saat ini, di beberapa Kabupaten dan kota di Sumbar, seperti Pesisir Selatam, Agam, Padang Pariman, Padang Panjang, Kota Solok, Tanah Datar, Kabupaten Solok, Mentawai, Solok Selatan dan daerah lainnya dalam dua Minggu terakhir dilnda hujan dan angin kencang. "Ya, cuaca buruk akan melanda hampir seluruh daerah Sumatera Barat, terutama yang berada di kawasan Pesisir Pantai dan sebahagian daratan," jelas Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kataping Padangpariaman, Budi Samiaji, di Pariaman, beberapa waktu lalu. Cuaca buruk tersebut terjadi karena masih adanya peningkatan awan hujan yang berada di langit Sumbar dan sekitarnya. Dijelaskan Budi, cuaca buruk melanda hampir seluruh daerah pesisir Sumatera Barat, mulai terjadi pada Minggu kemaren dan wilayah paling parah dilanda cuaca buruk terdapat di Perairan Mentawai, Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.
           Berdasarkan ramalan BMG, arah angin berdasarkan pantauan BMKG Kataping saat ini bertiup dari Barat ke Timur dengan kecepatan 35 Kilometer per jam. Sedangkan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter akibat cuaca buruk.  Sementara intensitas hujan tinggi terjadi hampir pada seluruh daerah pesisir pantai Sumatera Barat. Dimulai dari Kota Padang, Tiku, Kota PadangPanjang, Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Solok.

Sesuai pantauan media ini sejak beberapa hari yang lalu, di Kabupaten Solok hampir siang malam terjadi hujan dan angin kencang. “Kalau cuaca begini terus, ekonomi kita bisa lumpuh,” jelas Aldi, warga jorong Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi Guguk. Sementara beberapa ricmilling masyarakat, tampak berhenti beraktivitas, dikarenakan gabah tidak ada yang kering karena matahari tidak pernah terlihat. BMKG memperkirakan dalam beberapa hari ke depan intensitas cuaca buruk akan menurun untuk wilayah pesisir selatan Sumbar (wandy)

Wednesday, 7 December 2016

Pencarian Warga Hilang Secara Misterius di Singkarank Terkendala Cuaca



















Rolan Diduga Terlilit Jalanya Sendiri Hingga Tenggelam

SOLOK, KRM– Lagi – lagi, danau singkarak, menelan korban. Salah seorang nelayan Rolan (16) warga Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, diduga tenggalam di danau tersebut, pada hari Selasa (6/12) sore hari menjelang Magrib sekira pkl 16.00 wib. Masih belum jelas penyebab korban tenggelam.

Hingga berita ini dilansir, petugas gabungan dan masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban. Pihak BPBD Kabupaten Solok mengerahkan 2 perahu kareet, BPBD Kota Solok 1 perahu karet, Basarnas Padang 2 perahu karet, Polres Solok Kota 1 perahu patroli, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Solok 1 perahu patroli. Total sebanyak 7 buah perahu dikerahkan petugas, selain itu juga dibantu oleh masyarakat dengan menggunakan pencarian secara manual.

Hingga sore hari, Rabu (7/12), pencarian yang dilakukan seharian penuh itu, masih belum membuahkan hasil, ditambah faktor cuaca yang kurang mendukung, menyebabkan pencarian korban semakin sulit, sehingga pencarian dihentikan pada Magrib, dan akan dilanjutkan kembali, ketika cuaca mulai membaik. Meskipun begitu petugas bersama masyarakat masih melakukan pencarian dengan cara manual, tanpa perahu, ketika cuaca membaik pencarian kembali dilanjutkan.

Seperti diketahui sebelumnya, pada tanggal 3 April 2016 yang lalu, kejadian serupa juga terjadi. Seorang warga Saningbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, bernama Zulefendi Naro (55), juga  hilang secara misterius dan hingga kini kabarnya masih misteri.

Dari informasi yang di dapat Koran Padang, korban pada sore itu menjelang ‎magrib dikabarkan pergi keperairan danau Singkarak dikawasan Muaro Nagari Muaro Pingai dengan maksud memasang jaring ikan. Namun semenjak kepergian korban sore itu, hingga kini belum kembali.

Kronologis kejadian, berdasarkan keterangan para saksi kepada polisi. Pada hari itu, Selasa tgl 6 Desember 2016 sekira pkl 16.00 wib, Rolan pergi menjala ikan bersama saksi Erizal (38) yang juga eorang Nelayan di Muaro Danau Singkarak, Jorong Alamsiang Nagari Muaro Pingai, Junjung Sirih, Kabupaten Solok, saat itu arus air sangat deras, sehingga saksi Erizal melarang korban untuk tidak terlalu ketengah, namun korban tidak menghiraukannya, bahkan korban semakin jauh ketengah untuk menjala ikan.

Selanjutnya karena arus air semakin deras, korban pun terlilit dengan jalanya sendiri, dan terbawa arus air/hanyut dan tenggelam di Danau Singkarak. Merasa khawatir, keluarga Rolan dan dibantu  warga sekitar mencoba melakukan pencarian terhadap Rolan yang diduga tenggelam. Kuat dugaan korban tersangkut jaring sehingga ikut tenggelam.

Dari keterangan sejumlah warga, memang sore itu korban pamit kepada keluarganya untuk turun ke perairan danau Singkarak menggunakan sampan. Korban yang memang seorang nelayan itu‎ hampir setiap sore memang turun keperairan danau Singkarak untuk memasang jaring. Namun, hingga kini korban masih belum jelas keberadaanya.

Pencarian terhadap korban hanyut dan tenggelam tersebut telah dilakukan oleh masayarakat setempat, dibantu oleh angota Polres Solok Kota yg dipimpin oleh Kabag Ops, serta team SAR dari BPBD Kota dan Kabupaten Solok.

Team SAR gabungan melakukan upaya pencarian terhadap korban dari pkl 17.30  wib s/d pkl 20.00 Wib, namun belum membuahkan hasil, selanjutnya karena ombak Danau Singkarak semakin besar dan angin bertiup kencang serta cuaca mendung yang tidak mendukung pencarian terhadap korbansementara dihentikan, dan akan dilanjutkan besok pagi.

Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawaty Rosya melalui Kapolsek Singkarak Iptu Agustiarman mengatakan hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban dibantu sejumlah warga, “Sampai saat ini kita masih melakukan upaya pencarian terhadap saudara Rolan, namun belum membuahkan hasil,” jelas Iptu Agustiarman.



Hingga Rabu sore, tampak kepanikan melanda warga sekitar dan keluarga korban. Mereka masih bertanya-tanya di mana Rolan berada. Sementara petugas masih bekerja mencari, namun faktor cuaca yang kurang mendukung, membuat pencarian sulit dilakukan,”dikarenakan faktor cuaca, pencarian Rolan, cukup sulit, sehingga pencarian sempat dihentikan namun dilanjutkan kembali oleh sejumlah warga,” kata Agustiarman.(Van)

Korban Jiwa Akibab Gempa Aceh Sudah Mencapai 104 Orang

Korban Jiwa Akibab Gempa Aceh Sudah Mencapai 104 Orang

SOLOK, KRM-

Korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi DI Aceh, diperkirakan terus bertambah. Sebab, didugamasih banyak warga yang tertimbun bangunan runtuh. Hingga jam 14.00 Kamis siang ini, sudah tercatat korban meninggal 104 orang, 150 lebih luka berat dan 500 lebih luka ringan. Selain itu, gempa berkekuatan 6,5 SR, merubuhkan ratusan rumah penduduk, tempat ibadah dan juga merusak sarana pertanian dan jembatan.  Sedikitnya 18 tempat ibadah berupa masjid rusak berat dan rastusan rumah warga dan ruko yang hancur. Gempa terjadi pada waktu subuh jam 05.03 Wib.



        Menurut Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (8/12/2016) Korban meninggal dan luka-luka diperkirakan masih akan bergerak naik, mengingat kerusakan yang massif di Aceh Pidie Jaya. Ditambahkan Sutopo, sejumlah alat berat sudah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian korban gempa Aceh ini. Namun, peralatan tersebut terkendala masuk di beberapa tempat akibat banyaknya bangunan runtuh. "Ribuan personel gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, Tagana, relawan, dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Korban masih akan bertambah mengingat ada warga yang masih tertimbun bangunan roboh," kata dia. Hanya saja, Sutopo menambahkan, pihaknya belum mendapat data pasti terkait jumlah korban hilang akibat tertimbun bangunan roboh. "Kami belum dapat data jumlah korban yang tertimbun. Perkembangan tambahan jumlah korban meninggal ini cukup cepat," Sutopo menandaskan. Gempa Aceh berkekuatan 6,5 SR itu terjadi pada Rabu pagi, 7 Desember 2016. Gempa tektonik ini menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan bangunan (Detikcom/Berbagai sumber)

Korban Gempa Aceh Sudah Lebih 100 Orang

 Korban Gempa Aceh Terus Bertambah

SOLOK, KRM

Korban jiwa akibat gempa Aceh di Kabupaten Pidie Jaya, diperkirakan terus bertambah. Sebab, diperkirakan masih banyak warga yang tertimbun bangunan runtuh. Hingga jam 00.00 Kamis, sudah lebih dari 100 orang meninggal, 450 orang luka berat dan 200 lebih luka ringan. Selain itu, gempa berkekuatan 6,5 SR, merubuhkan ratusan rumah penduduk, tempat ibadah dan juga merusak sarana pertanian dan jembatan.


"Korban diperkirakan masih akan bergerak naik, mengingat kerusakan yang massif di Aceh Pidie Jaya," tutur Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2016). Sutopo menyebutkan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian korban gempa Aceh ini. Namun, peralatan tersebut terkendala masuk di beberapa tempat akibat banyaknya bangunan runtuh. "Ribuan personel gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, Tagana, relawan, dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Korban masih akan bertambah mengingat ada warga yang masih tertimbun bangunan roboh," kata dia. Hanya saja, Sutopo menambahkan, pihaknya belum mendapat data pasti terkait jumlah korban hilang akibat tertimbun bangunan roboh. "Kami belum dapat data jumlah korban yang tertimbun. Perkembangan tambahan jumlah korban meninggal ini cukup cepat," Sutopo menandaskan. Gempa Aceh berkekuatan 6,5 SR itu terjadi pada Rabu pagi, 7 Desember 2016. Gempa tektonik ini menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan bangunan (Detikcom/Berbagai sumber)

Gempa Aceh, 50 Orang Tewas, 72 Luka Berat dan 122 Luka Ringan



Gempa Aceh, 50 Orang Tewas, 72 Luka Berat dan 122 Luka Ringan

SOLOK, KRM
           Bumi Serambi Mekkah kembali Dihantam gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Rabu (7/12), Aceh kembali berduka. Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 5.19 Lintang Utara, 96.36 Bujur Timur, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
             Hingga kini, disebutkan sejumlah bangunan di lokasi kejadian roboh dan menimpa sejumlah warga. "Masjid, fasilitas umum dan rumah warga juga banyak yang roboh akibat gempa itu, namun saya belum bisa melaporkan jumlah bagunan yang rusak akibat gempa," kata Kepala BPBD Pidie Jaya Puteh A Manaf, Rabu (7/12), seperti diwartakan Antara.
Sementara puluhan orang menderita luka ringan dan berat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya mengatakan empat warga dilaporkan meninggal dunia selepas gempa berkekuatan 6,4 SR menghantam Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
"Benar saya sudah mendapatkan informasi ada empat warga Pijay (Pidie Jaya) yang meninggal akibat gempa bumi itu dan saya belum tahu identitasnya," sambung Puteh. Sedangkan korban luka yang sebagian merupakan anak-anak sudah dilarikan ke rumah sakit, di mana kebanyakan dari mereka menderita patah tulang.
             BMKG Aceh merilis, gempa 6,4 SR terjadi pukul 05:03 WIB, dengan lokasi 5.19 lintang utara (LU), 96.36 Barat Timur (BT) dan 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, di kedalaman 10 kilometer. Saking kencang, getaran pun turut dirasakan di sejumlah wilayah Aceh, yakni Aceh Besar, Sabang, Bireun dan Lhokseumawe.
Di samping itu,  gempa susulan pun sempat melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. "Usai gempa 6,4 SR sudah terjadi lagi gempa susulan sebanyak empat kali dan dipastikan gempa ini tidak berpotensi terjadinya tsunami, namun masyarakat diimbau mewaspadai terjadinya gempa susulan," ujar Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang, seperti dimuat Antara.
            Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan kini jumlah korban tewas setidaknya tercatat 52 orang.
Juru bicara BNPB Sutop Purwo Nugroho mengatakan, 50 korban tewas di Pidie Jaya, sementara dua orang lagi adalah korban tewas di kabupaten tetangga, Bireun.
"Korban dikhawatirkan bisa terus bergerak naik karena saat ini masih ada warga yang terjebak di bawah bangunan yang ambruk," jelas Sutopo dalam jumpa pers di kantor BNPB, Rabu (7/12) siang. Dari jumlah korban itu belum dipilah berapa korban anak-anak dewasa maupun orang tua, laki-laki dan perempuan. Sementara korban luka berat tercatat 73 oang dan 122 orang menderita luka ringan
Sutopo mengatakan sekarang ini fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan korban jiwa. Dia mengatakan belum dapat memperkirakan jumlah korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. Disebutkannya, cukup banyak warga yang menolak masuk penampungan sementara, dan lebih suka kembali ke rumah mereka.
"Sebetulnya bagi yang rumahnya rusak disediakan lokasi pengungsian. Namun masyarakat seringkali tidak mau ke pengungsian dan mendirikan tenda di depan rumah mereka," jelas dia. Banyaknya kerusakan rumah penduduk itu, katanya karena banyaknya bangunan yang tidak dibangun untuk tahan gempa.
Sutopo mengatakan daerah Pidie Jaya merupakan daerah yang rawan terhadap gempa dan berada di jalur gempa zona sesar samalanga sipopo yang berada di darat.
Daerah tersebut pernah terjadi gempa.

"Masayrakat sudah berpengalaman, sehingga begitu trjadi gempa langsung berlari ke daerah yang lebih tinggi. Menurut data BNPB sekitar 62 persen penduduk indonesia tinggal di daerah rawan gempa bumi (Berbagai Sumber/wandy)

Sunday, 4 December 2016

Ketua DPRD Kab Solok Mengimbau Agar Masyarakat Selalu Wapada Terhadap Bencana


Ketua DPRD Kab Solok Mengimbau Agar Masyarakat Selalu Wapada Terhadap Bencana

SOLOK, KRM-
          Ketua DPRDKabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, kembali menghimbau agar masyarakat Kabupaten Solok yang tinggal di lokasi rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan, karena musim hujan dan angin kencang ditambah cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Solok dalam sebulan terakhir.
            “Kita menghimbau agar masyarakat kita yang bermukim di daerah perbukitan atau daerah rawan longsor, agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, karena daerah kita sangat rentan terhadap bahaya longsor,” jelas H. Hardinlais Kobal, SE, MM, Senin (5/12). Dijelaskan H. Hardinalis, dua peristiwa longsor yang terjadi akhir Agustus 2016 dan pertengahan Oktober yang merengut korban jiwa, cukup menjadi pelajaran bagi masyarakat. “Kita memang menyadari, musibah itu datang tidak mengenal waktu, tetapi kita harus tetap waspada, karena masyarakat Kabupaten Solok banyak yang tinggal di daerah rawan bencana,” himbau H. Hardinalis Kobal.
           Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sony Sondra juga berharap yang sama dengan Ketua DPRD. Sony juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Kabupaten  Solok  untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana longsor, terutama mereka yang tinggal di daerah perbukitan tadi. “Kabupaten Solok, termasuk salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang rentan terhadap bahaya longsor. Selain wailayahnya masuk daerah perbukitan, penduduk Kabupaten Solok juga  banyak yang tinggal dan mendiami lembah dan dataran Bukit Barisan. Selain itu, curah hujan yang intensitasnya masih tinggi, bisa asaja menimbulkan bahaya longsor yang sewaktu-waktu bisa menimpa,” jelas Sony Sondra. Ditambahkannya, BPBD telah melakukan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan pemahamannya mengenai bencana serta telah membuat sistem komunikasi saat terjadi bencana. Bahkan beberapa nagari sudah memiliki pemuda siaga benacana, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi musibah.

      Sebelumnya Bupati Solok, H. Gusmal, juga sudah mewanti-wanti agar masyarakat Kabupaten Solok terus waspada terhadapa bahaya longsor, banjir dan bencana lainnya, terutama pada saat musim hujan seperti sekarang.  Beberapa wilayah yang rawan longsor di Kabupaten Solok adalah kawasan jorong Bungo Tanjung Saok Laweh, Aie Dingin di Lembah Gumanti, Lolo, Surian, Sulit Air, Bukit Sileh, Koto Anau, Sirukam, Batang Barus, Cupak dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Solok (wandy)

Pesawat Milik Polisi Jatuh Di Kepulauan Riau

 Pesawat Polri dengan tipe M-28 Sky Truck jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu, 3 November 2016. Pesawat ini dikabarkan membawa 15 kru yang terdiri dari lima orang kru dan sepuluh orang penumpang. Istimewa

Pesawat Polisi Jatuh Di Kepri
SOLOK, KRM-

           Orang tua salah satu korban pesawat tipe M-28 Sky Truck yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, milik Kepolisian Negara Republik Indonesia, masih menunggu kabar keberadaan anaknya.
         Syafawi, 67 tahun, mengatakan mendapat kabar pesawat yang ditumpangi anaknya, Ajun Komisaris Safran, hilang kontak saat menuju Batam, Kepulauan Riau, dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Sabtu, 3 Desember 2016.  "Saya baru tahu kemarin sore jam empat dari televisi, bahwa pesawat yang ditumpangi Safran jatuh," kata Syafari di rumah duka di Perumahan Kelapa Dua Residence Nomor A17 Jalan Tugu Raya RT 7 RW 7 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Minggu, 4 Desember 2016. Pesawat yang membawa 13 orang tersebut hilang kontak di Perairan Lingga, Kepulauan Riau, pukul 10.15, Sabtu, 3 Desember 2016. Ia menuturkan anaknya bakal menuju ke Palembang, Sumatera Selatan. Pesawat yang mengangkut anaknya berangkat dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Rencananya, dari Pondok Cabe, pesawat yang membawa 15 orang tersebut akan menuju Bangka Belitung, Batam, dan Palembang. "Di Bangka Belitung, ada yang turun dua orang." Safran, kata dia, bekerja sebagai pilot di kepolisian. Tugasnya, kata dia, setiap bulan selalu keliling ke berbagai kepolisian daerah di berbagai provinsi. Sebab, pilot dari kalangan polisi masih sedikit. "Jadi, setiap bulan selalu di-rolling tugasnya ke berbagai Polda di berbagai daerah," ucapnya.
         Syafwi bakal menerima apa pun keadaan anaknya. Soalnya, tugas anaknya sebagai pilot pesawat di kepolisian memiliki risiko. "Saya akan terima apa pun keadaannya. Sampai sekarang, saya masih menunggu kabar Safran," ucapnya. "Semoga selamat."

Berikut ini identitas 15 anggota polisi yang menjadi penumpang pesawat jenis Cassa P.240 SKTRU-CK 28, yang jatuh di perairan antara Kabupaten Lingga dan Provinsi Bangka Belitung.
1. AKP Budi Waluyo
2. AKP Tonce A Manao
3. AKP Eka Barakah
4. Brigadir Joko Sujarwo
5. Briptu Mustofa
6. Brigadir Erwin
7. Brigadir Samoko
8. Brigadir Joko Sungatno
9. Brigadir Endri L
10. Brigadir Suwarno
11. Bripda Eri
12. Bripda Angga
13. Bripda Rizal Ilmi
14. AKP Safran
15.  AKP Munir

(IMAM HAMDI/Berbagai sumber)



Wednesday, 16 November 2016

Pasca Longsor dh Air Batumbuk Jalur Lubuk selasih-Alahan Panjang Kembali Normal

Pasca Longsor dh Air Batumbuk Jalur Lubuk selasih-Alahan Panjang Kembali Normal

Wabub Solok Kunjungi Keluarga Korban
SOLOK, KRM
            Pasaca longsor di Jorong Sangkak Puyuh, Nagari Aia Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang, jalur utama Lubuk Selasih yang menghububkan Alahan Panjang dan Kabupaten Solok Selatan, kembali normal. Material longsor setnggi 2 meter yang menimbun seluruh badan jalan dan berasal dari longsoran tebing Bukit Sangkak Puyuah atau hanya berjarak 50 meter dari kantor Walinagari Air Batumbuk. Longsor yang terjadi Selasa malam sekitar jam 18.20  WIB, juga menewaskan satu watga setempat, bernama Anas Tasya alias Naneh (41) warga stempat. Anas ditemukan sekitar 12 meter dari pinggir jalan.
            Kasatlantas Polres Arosuka, AKP Rustamyono, Rabu (16/11) menyebutkan Akses jalan Lubuk Selasih dibuka sekitar jam 02. 00 WIB Rabu dini hari, namun sejal jam 01 sudah mulai diberlakukan sistimm buka tutup. “Lendala utama yang kita hadapi selain cuaca hujan juga listrik di TKP juga padam dan ditambah petugas gabungan juga harus berhati-hati karena sedang mencari korban longsor,” jelas AKP Rustamyono.
         Sampai saat ini menurut AKP Rustamyono, petuhas Sat lantas masih tetap berjaga-jaga di lokasi kejadian sejak pagi hingga siang hari ini. Sebab, kawasan sekitar masih diguyur hujan. Di sisi lain, jenazah korban Anastasia,  warga Jorong Sangkakpuyuh ditemukan petugas dengan keadaan tertimbun material longsor setinggi 2 meter tersebut dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Petugaspun langsung mengevakuasi jasad korban yang berlumuran lumpur ke RSUD Arosuka.
Posisi jasad korban ditemukan dekat pohon pisang yang berjarak sekitar 12 meter dari pinggir jalan Solok-Muaralabuh.
"Korban ditemukan sekitar pukul 00.15 Wib, langsung di bawa ke RSUD Arosuka," sebut Kapolres Arosuka Solok AKBP Reh Ngenana.
Sekitar pukul 03.00 Wib usai dimandikan, jenazah dibawa keluarga korban ke rumah duka. "Korban dimakamkan di pandan pakuburan keluarga di Jorong Sangkakpuyuh," terang rekan korban, Bertaria, 28, warga Jorong Lambah, Nagari Aiabatumbuak yang selamat dari terjangan longsor.

            Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH,  Rabu pagi juga mengunjungi rumah duka di jorong Sangka Puyuah sebelum korban dimakamkan. Kepada keluarga korban, Wabub menyampaikan rasa duka yang mendalam dan berharap keluarga bersabar menerima semua ujian tersebut. “Semua cobaan datang dari Allah dan beliau berbiuta sekehendak hati. Jadi kita hanya bisa bersabar menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah,” ujar Wabub Yulfadri Nurdin. Dalam kunjungan tersebut, Wabub didampingi Walinagari setempat Roni Buswandi juga menyerahkan uang duka untuk meringankanbeban keluarga korban (wandy/Ricky)

Tuesday, 15 November 2016

Jalan Lubuk Selasih Menuju Alahan Panjang Terputus Hingga 6 Jam

Jalan Lubuk Selasih Alahan Panjang Terputus Hingga 6 Jam
SOLOK, KRM- Ruas Jalan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang dan ke Kabupaten Solok Selatan, terputus lebih dari 6 jam, akibab longsor yang terjadi Selasa malam (15/11), tepatnya di jorong Sanka Puuah, nagari Air Batumbu,
         Pihak Dinas Pekerjaan Umum mendatangka dua alat berat ke lokasi longsor, guna untuk menyingkirkan bahan matrial longsor setinggi hampir dua meter menimbun Jalan utama dari Lubuk Selasih ke Alahan Panjang sekaligus mencari warga setempat yang masih dalam pencarian tim SAR dibantu Tagana dan BPBD dan Damkar Kabupaten Solok. "Masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan dari Lubuk Selasih  menuju Solok Selatan atau sebaliknya bersabar dulu karena pihak tim gabungan masih mencari satu orang warga yang diduga masih tertimbun dalam lokasi longsor," jelas Kasatlantas Polres Arosuka, AKP Anggara Rustamoyo. Buruknya cuaca yang disertai hujan yang mengguyur terus, termasuk salah satu kendala yang dihadapi tim gabungan dalam pencarian terhadap korban. "Sampai saat ini Jalan menuju Selatan atau Alahan Panjang masih dalam upaya pengangkatan materil longsor (wandy
)

Longsor di Air Batumbuk, Satu Orang Meninggal


Longsor di Air Batumbuk, Satu Orang Masih Tertimbun
SOLOK, KRM-
Kabar duka kembali datang dari Kabupaten Solok. Setelah longsor di Rawang Lubuk Selasih yang terjadi tanggal 25 Agustus 2016 lalu dan menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga, Selasa malam pada saat jam sholat maghrib, peristiwa longsor kembali terjadi di bumi penghasil bareh tanamo itu.
            Longsor terjadi di Jorong Sankak Puyuah, Nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, juga menelam korban jiwa. Satu orang warga setempat, tewas akibab longsor. Korban yang tewas bernama Anas Tasya (41), jenis kelamin laki-laki, suku Caniago, warga jorong Sangkak Puyuah, Aia Batumbuak. Menurut keterangan anggota Tigana yang merupakan warga setempat, Ilen (35), peristiwanya terjadi sekitar pukul 18.20 WIB. Hingga jam 23.00 WIB  Selasa malam,  anggota tim SAR dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Damkar yang dibantu masyarakat setempat, masih berupaya melakukan penjarian jenazah Anas Tasya yang tertimbun material longsor lebih kurang setinggi 2 meter. Sementara korban luka-luka, Rafli (20), dilarikan ke RSUD Arosuka.
            Menurut keterangan warga setempat yang selamat dari korban longsor, Isap (50) saat kejadian dirinya bersama korban Anas Tasya dan tujuh orang lainnya, sedang sibuk membersihkan material longsor yang menimpa rumah korban, karena ada longsor kecil menimpa rumahnya. Namun malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih, bukit yang berada dibelakang rumahnya, mengalami longsor besar yang merupakan longsor susulan dan langsung menimpa dirinya, sementara yang lainnya berhasil melarikan diri dan korban tidak bisa menyelamatkan diri. “Hingga pukul 2.00 WIB malam ini, masyarakat dibantu tim SAR masih serta dua alat berat, masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban Anas Tasya. Diantara korban selamat dari terjangan longsor adalah Tadung (45)  Ajun (13), Iyur (37) dan Enti (35). Korban Anas Tasya, meninggalkan satu orang isteri bernama Enti (35) dan tiga orang anak yakni masing-masing bernama Latif  baru duduk dibangku kelas 3 SMP, kemudian Lana baru kelas 5 SD serta sibungsu bernama Dion  baru berusia 3 tahun.
            Sekretaris Dinas BPBD Kabupaten Solok, Soni Sondra menyebutkan bahwa pihaknya dibantu warga Air Batumbuk, masih berupaya melakukan pencarian dan evalkuasi terhadap korban. “Mudah-mudahan korban bisa ditemukan, kita mengalami kesulitan karena lampu juga mengalami pemadaman di daerah ini,” jelas Soni Sondra. Ditambahkan Soni Sondra, pihak BPBD Kabupaten Solok juga mensiagakan termasuk 1 unit mobil Damkar untuk membantu menembak timbunan longsor tersebut agar mudah dipindahkan.
Akibat timbunan longsor tersebut, akses jalan yang menghubungkan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang dan Kabupaten Solok Selatan terputus total. "Kita juga telah menghubungi Dinas PU Kabupaten Solok untuk mengerahkan alat berat guna membantu memindahkan timbunan longsor tersebut. Kita berharap, dalam beberapa jam ke depan, akses jalan sudah bisa dibuka kembali," jelasnya Soni Sondra.
Sementara Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, selain menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga korban, juga berharap agar warga Kabupaten Solok yang tinggal di kawasan rawan longsor, agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. “Kita tidak bosan-bosannya mengingatkan warga terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, karena musibah bisa datang setiap saat,” jelas H. Gusmal (wandy)

Bupati Gusmal Tetap Himbau Warga Kabupaten Solok Waspadai Bahaya Longsor

Bupati Gusmal Tetap Himbau Warga Kabupaten Solok Waspadai Bahaya Longsor
SOLOK, KRM
            Seringnya terjadi peristiwa longsor di Kabupaten Solok, membuat Bupati dan Wakil Bupati sering mengingatkan warga agar selalu mewaspadai bahaya longsor.
            Selasa malam (15/11), pada saat jam mabghrib, peristiwa longsor kembali menimpa bumi bareh Solok. Longsor terjadi di jorong Sangkak Puyuah, nagari Air Batumbuk, kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok dan menimbun serta menewaskan korban bernama Anas Tasya alias Naneh (41), bapak dari tiga orang anak yang saat longsor terjadi masih sibuk membersihkan timbunan longsor kecil yang sebelumnya terjadi menimpa rumahnya. “Peritiwa yang menimpa Bapak Anas adalah longsor susulan, karena kami sebelumnya sibuk membersihkan timbunan longsor yang terjadi sebelumnya,” jelas Isap (50), tetangga korban.
           Sebelumnya, Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, sudah sering menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Solok, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, untuk selalu berhati-hati, karena saat ini sedang musim hujan dan rentan terhadap longsor. “Lebih dari 30 ribu warga kita tinggal di daerah rawan longsor, karena kondisi alam kita yang berada di perbukitan. Jadi kita ingatkan melalui pemerintah nagari dan jorong, untuk mengingatkan masyarakat agar terus berhati-hati terhadap bahaya longsor, karena saat ini sedang musim penghujan,” terang Bupati Solok, H. Gusmal, Minggu (16/10). 

Di jelaskan Gusmal, Kabupaten Solok, termasuk salah satu daerah di Sumatera Barat yang rentan terhadap bahaya longsor. Selain wailayahnya masuk daerah perbukitan, penduduk Kabupaten Solok juga  banyak yang tinggal dan mendiami lembah dan dataran Bukit Barisan. Selain itu, curah hujan yang intensitasnya masih tinggi, bisa asaja menimbulkan bahaya longsor yang sewaktu-waktu bisa menimpa. 

Untuk itu, Pemkab Solok tidak henti-hentinya menyerukan dan menghimbau agar warga terus waspada. Beberapa wilayah yang rawan longsor di Kabupaten Solok adalah kawasan jorong Bungo Tanjung Saok Laweh, Aie Dingin di Lembah Gumanti, Lolo, Surian, Sulit Air, Bukit Sileh, Koto Anau, Sirukam, Batang Barus, Cupak dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Solok. 

Sekeretaris BPBD Kabupaten Solok, Sony Sondra, juga berharap hal yang sama, bahwa kondisi alam yang berada di perbukitan, membuat daerah penghasil bareh tanamo itu rawan bencana. “Kita hanya bisa mengingatkan agar masyarakat terus waspada dan kita juga sudah membentuk kelompok siaga bencana di setiap nagari untuk mengantisipasi bahaya longsor ini,” tutur Sony Sondra.


Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Solok asal nagari Surian, Hardi Hasmi berharap agar BPBD Kabupaten Solok memberi penyuluhan kepada warga yang tinggal di loakasi rawan bencana longsor seperti di Surian dan nagari Lolo. “Dua nagari di Pantai Cermin yakni Lolo dan Surian adalah daerah rawan longsor,” tutur Hardi Hasmi (wandy)

Monday, 14 November 2016

Pusat Grosir Pasar Senen Dilalap Sijago Merah

Pusat Grosir Pasar Senen Dilalap Sijago Merah
SOLOK, KRM-

Peristiwa kebakaran terjadi di Pusat Grosir Pasar Senen di Jakarta Pusat, Kebakaran terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa dini hari (15/11). Menurut Anthony (33), warga Kramat Sentiong Jakarta, Antony (33), kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di lantai II Pusat Grosir tersebut. Disebutkannya, akibab kebakaran itu, beberapa petak kios di lantai dua dilahap Si Jago Merah. Setidaknya lebih dari 10 unit mobil damkar didatangkan dari Jakarta Pusat untuk memadamkan api. "Kebetulan saya melintas di sana dari Pasar Baru mau ke Ancol dan sudah banyak melihat warga berkerumun dan mobil pemadam datang silih berganti untuk menjinakkan api," tutur Anthony. Kita sudah bisa menjinakan api sekitar jam 01. 20 jelasnya.  
Menurut informasi, api melalap ruko yang menyediakan alat-alat  sparepart mobil dan lainnya. Sampai saat ini, Polsek Senen dan Polres Jakarta Pusat masih menyelidiki penyebab kebakaran dan polisi sudah memasang garis polis line di TKP. Belum diketahui apa penyebab kebakaran dan uga belum diketahui apakah ada korban luka maupun jiwa dari kejadian ini, sebab petugas masih sibuk melakukan pendataan (wandy)

Saturday, 12 November 2016

Sunardi Tewas Ditikam Buaya

 Buaya Tikam Sunardi Hingga Tewas
SOLOK, KRM-

Seorang petani di Desa Usul, Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau, tewas diterkam buaya di Sungai Batang Gangsal. Petani bernama Sunardi, 28 tahun, itu ditemukan mengambang di dalam sungai. Namun tidak berapa lama tubuhnya menghilang lagi karena diseret buaya ke dasar sungai. 

Perwira Urusan Humas Kepolisian Resor Indragiri Hulu Inspektur Satu Yarmen Djambak mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 11 November 2016. Sunardi memang rutin menyeberangi sungai untuk ke kebun. "Korban selalu berenang untuk menyeberangi sungai," kata Yarmen, Sabtu, 12 November 2016.

Namun, menjelang siang, korban belum juga pulang ke rumahnya. Dua petani, Wahyudi dan Meggi, yang sedang istirahat di pondok kebun di pinggir sungai, secara tidak sengaja melihat benda mencurigakan muncul dari sungai. Benda itu mirip tubuh manusia. 

Karena penasaran, keduanya mendekat menggunakan perahu. Setelah di perhatikan, ternyata benar itu sosok manusia dalam keadaan tertelungkup. "Saat ditemukan itu sebagian badan dari kaki hingga pinggang seperti tersangkut di Batang kayu," kata Yarmen. 

Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut ke Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Brigadir Syukri. Mendapat laporan itu, polisi datang ke lokasi dan berusaha mengevakuasi tubuh korban. Saat itulah buaya bergerak dan menarik tubuh korban ke dasar sungai. "Ternyata kaki korban berada dalam mulut buaya," ujar Yarmen.

Polisi dibantu Tim SAR Indragiri Hulu turun ke sungai untuk mencari jenazah Sunardi. Jasad korban akhirnya ditemukan pada Sabtu, 12 November 2016, sekitar pukul 05.30. "Saat ini korban telah disemayamkan di rumah duka," kata Yarmen (Sumber Temp/RIYAN NOFITRA)

Friday, 11 November 2016

Tuban Dilanda Longsor dan Banjir Bandeng

 Tuban Dilanda Longsor dan Banjir Bandeng
SOLOK, KRM-
Sejumlah kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Hujan deras pada Jumat hingga Sabtu dini hari, 12 November 2016, mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban telah mendata jumlah plengsengan dan tanggul yang jebol dilanda banjir. 

Daerah yang terendam banjir, seperti Desa Mandirejo dan Desa Sendanghaji Kecamatan Merakurak. Banjir bandang kiriman dari meluapnya Sungai Jambon, yang bermuara di dataran tinggi di Kecamatan Montong, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Banjir ketinggian sekitar 30 centimeter merendam sedikitnya 45 rumah di dua desa berjarak sekitar 15 kilometer arah barat Kota Tuban. 

Hujan deras juga mengakibatkan plengsengan di avour Jabon, longsor hingga panjang lebih dari 15 meter. Dampaknya air sungai meluap dan menggenangi persawahan di Merakurak dan sekitarnya. 

Banjir juga menggenangi Desa Ponco Kecamatan Parengan pada Jumat malam. Banjir setinggi antara 30 hingga 40 centimeter berasal dari luapan Sungai Kenin, anak Sungai Bengawan Solo. 

Selain itu, banjir menggenangi desa-desa di Kecamatan Soko. Dampak jalan pedesaan di yang menghubungkan antara Desa Rahayu dan Dusun Losari, Desa Sokosari, Tuban bagian selatan, tergenang air. Pengendara sepeda motor, tak berani lewat dan takut mesinnya mogok. ”Kami masih menghitung plengsengan yang jebol,” ujar Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono, Sabtu, 12 November 2016.

Sementara itu, dampak dari hujan lebat di Tuban, warga di Kabupaten Bojonegoro, bagian selatan, bersiap-siap. Terutama yang bertempat tinggal di Kecamatan Trucuk yang dilewati Sungai Kening.

Menurut Kepala BPBD Bojonegoro Andi Sujarwo, Sungai Kening—anak Sungai Bengawan Solo—tetap menjadi perhatian serius warga. Alasannya, lebar Sungai Kening, hampir separo dari Sungai Bengawan Solo. Artinya, jika Tuban dan Rembang, Jawa Tengah, hujan deras, maka air bisa mempengaruhi ketinggian Sungai Bengawan Solo. “Bisa banjir besar,” ujar Andi kepada Tempo, Sabtu, 12 November 2016.

Andi menyebutkan, saat hujan deras, permukaan Sungai Bengawan Solo, berada pada posisi Siaga Satu yaitu pada angka 13.58 tinggi permukaan atau phielschaal. Jika ada hujan lokal, maka otomatis ada tambahan air dari anak sungai. “Ini yang harus diwaspadai,” imbuhnya.  (Sumber Tempo/SUJATMIKO)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang