Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, 20 December 2016

Timnas Menjadi Juara 2 di Piala AFF 2016





















 Bangkok, SN-
           Meskigagal menjadi juara piala AFF 2016, para pemain nasional tetap cinta Indonesia. Timnas Indonesia gagal mengakhiri kutukan di final Piala AFF 2016, karena harus mengakui keunggulan Thailand yang menang 2-0 di Rajamangala Stadium, Sabtu  17 Desember 2016 lalu. Pada final leg kedua tersebut, Timnas tumbang 2-0 dari Thailand dan hasil agregat final Thailand unggul 3-2.
            Pada putaran pertama, Timnas Indonesia menang 2-1 pada leg pertama final di Stadion Pakansari. Dengan modal itu, Timnas Indonesia diharapkan bisa menjadi juara jika memaksa Thailand bermain imbang pada leg kedua.
namun, skenario tersebut tak mampu diwujudkan anak asuh Alfred Riedl. Mereka malah kalah 0-2 dari Thailand akibat gol Siroch Chatthong di menit ke-37 dan ke-47. Alhasil, untuk kali kelima Timnas Indonesia hanya bisa menyandang status runner-up Piala AFF.
           Pemain Timnas, Hansamu tetap merasa bersalah karena gagal mewujudkan harapan suporter Timnas Indonesia. Mengikuti jejak rekan-rekannya, bek kelahiran pun melayangkan permintaan maaf. "Manusia hanya bisa melakukan, tapi Allah jualah yang menentukan. Atas nama pribadi dan Timnas, kami minta maaf kepada masyarakat Indonesia," tulis Hansamu di akun Instagram. Kegagalan timnas Indonesia meraih Piala AFF 2016 membuat SC Telstar ikut berkomentar. Klub Stefano Lilipaly itu memuji perjuangan Tim Garuda hingga ke final. Telstar yang sekarang berkompetisi di Divisi Dua Liga Belanda memang terus mengikuti perkembangan Lilipaly. Bahkan mereka mengizinkan pemainnya itu selama mungkin membela Tim Garuda.
Menariknya sebelum dan sesudah timnas bertanding, Telstar selalu memberikan dukungan. Mereka mengunggah foto timnas atau Lilipaly di media sosial klub seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. "Tetap tegakkan kepala dan bangga. Telstar juga mencintai Indonesia," bunyi kalimat di InstagramTelstar.

           Dengan kegagalan di babak final itu, Indonesia menjadi negara spesialis final piala AFF, sama seperti negara Belanda untuk meraih piala dunia, sering maju ke final, tapi tak sekalipun meraih juara. Tapi harapan timnas belum habis, masih ada piala AFF berikutnya. Kita tunggu (wandy)

Friday, 16 December 2016

Final Leg ke-2 Pilala AFF 2016: Timnas Hanya Latihan Ringan di Bangkok

BANGKOK, SC-
            Timnas Indonesia yang pada leg kedua pada babak final Piala AFF 2016, telah tiba di Bangkok dan hanya membutuhkan hasil seri untuk memastikan gelar juara AFF Suzuki Cup 2016 di bawa ke tanah air. Pada leg pertama mereka menang tipis dengan skor 2-1 atas Thailand. Sebaliknya, Thailand hanya butuh 1-0 untuk mempertahankan juara piala AFF kali ini. Masyarakat di seluruh tanah air pasti berharap, Boaz Salosa dan kawan-kawan diharapkan bisa membawa pulang piala AFF kali ini.
          Pada leg ke-2 ini, Timnas dipastikan tak bisa diperkuat Andik Vermansah, yang terkena cedera robek Anterior Cruciate Ligament (PCL). Andik diperkirakan harus menjalani pemulihan sekitar tiga hingga enam pekan. Andik  tetap dibawa ke Bangkok. Meski untuk berjalan, dia harus dipapah oleh rekan-rekannya. Timnas Thailand tampak mulai bisa melupakan kekalahan 1-2 melawan Timnas Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/12/2016). Saat tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, sehari berselang tim ashuan Kiatisuk Senamuang tampak lebih ceria. Di Bangkok, Timnas tampak hanya latihan ringan, menjaga stamina. “Mudah-mudahan kita bisa menambah gol ke gawang Thailand, agar langkah kita makin mulus,” jelas Kapten Timnas, Boaz Solosa dari Bangkok.
          Sejumlah bintang Thailand tampak asyik bercanda selepas menjalani pemeriksaan imigrasi yang memakan waktu cukup lama. Thailand mendarat di Bangkok pada Kamis.
Teerasil Dangda cs. terlihat dengan senang hati melayani permintaan foto kepada para fans. Hanya saat dicecar pertanyaan oleh jurnalis lokal mereka memilih diam dan langsung bergegas menuju bus.
Mereka sempat berpapasan dengan para pemain Timnas Indonesia yang tiba di bandara di waktu berdekatan, pasukan Thailand memilih meninggalkan bandara lebih dulu.
Kedua tim bakal menjalani duel final Piala AFF 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu 17 Desember 2016 (Ujang S)


Wednesday, 14 December 2016

Timnas Sukses Memenangkan Leg Pertama Final Piala AFF 2016




















 Timnas Sukses Memenangkan Leg Pertama Final Piala AFF 2016

BOGOR, SC-
Sukses meraih kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2016 membuka peluang buat Timnas Garuda menjadi juara piala AFF tahun 2016. Meski menang tipis, namun hasil ini menjadi modal penting buat Indonesia sebelum memainkan leg kedua final di kandang Thailand, Minggu, 17 Desember mendatang.
          Setidaknya kemenangan ini bisa menjadi tambahan motivasi adalah sejarah dimana pemenang di leg pertama final selalu menjadi juara Piala AFF sejak tahun 2002. Indonesia setidaknya butuh hasil seri di Bangkok, untuk membawa pulang piala AFF 2016. Meski tidak mudah, setidaknya timnas punya peluang menjadi juara tahun ini, jika mental anak-anak Garuda tidak menurun.
           Tahun 2004, Singapura menjadi juara setelah menang 3-1 atas Indonesia. Di leg kedua, Singapura kembali menang 2-1. Lalu pada penyelenggaraan tahun 2007, Singapura kembali menjadi juara usai menang agregat 3-2 atas Thailand di final. Di leg pertama Singapura menang 2-1. Tahun 2008 dimana Vietnam menjadi juara usai menang agregat 3-2 atas Thailand. Ini setelah di leg pertama Vietnam menang 2-1. Tuah kemenangan di leg pertama berlanjut dipenyelenggaraan tahun 2010 saat Malaysia menjadi juara usai mengalahkan Indonesia. Kemenangan 3-0 di leg pertama di Stadion Bukit Jalil memberikan keuntungan besar, meski kemudian di leg kedua Malaysia kalah 2-3. Kemenangan 3-1 di leg pertama yang diraih atas Thailand membuat Singapura kembali menjadi juara di Piala AFF 2012. Meskipun kemudian di leg kedua Singapura kalah 0-1.
Dan pada penyelenggaraan dua tahun lalu, Thailand menjadi juara usai menang agregat 4-3 atas Malaysia. Ini setelah di leg pertama Thailand menang 2-0 dan kalah 2-3 di leg kedua.
Akankan tuah kemenangan di leg pertama juga dirasakan Indonesia setelah menang 2-1 atas Thailand.

            “Kita tentu optimis bisa meraih juara, jika setidaknya kita mampu bermain imbang di Bangkok,” jelas pelatih timnas Alfred Riedl usai pertandingan (wandy)

Final Piala AFF 2016 Leg Satu: Tahun Ini Milik Indonesia Atau Thailand




















Tahun Ini Milik Indonesia Atau Thailand
SOLOK, SN-
            Tinggal menghitung menit, timnas Indonesia akan bertemu timnas Thailand dalam babak final piala AFF leg pertma, yang akan digelar di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor sekitar jam 19.00 WIB.
Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Alfred Riedl, menyatakan bahwa anak asuhnya sudah siap 100 persen menghadapi Thailand. Menurut Riedl , saat ini Indonesia cenderung tidak diunggulkan saat menghadapi Thailand yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepakbola Asia. Namun, imbuhnya, semua kemungkinan masih bisa terjadi di final. Indonesia tidak boleh takut dan kalah mental sebelum bertanding. Menurut Riedl, Thailand memang nomor satu di Asia Tenggara namun bukan Thailand bukan tidak bisa dijinakan. Apalagi Timnas bermain di depan publik sendiri. Saat ini semua pemain kita sudah siap untuk menghadapi pertandingan nanti. Doakan saja Timnas menang," jelas pelatih asal Austria itu usai memimpin latihan.
      Saat menghadapi Thailand, Alfred Riedl meminta semua pemain untuk fokus. Apalagi tim yang dihadapi memiliki pemain yang komplet yang pergerakannnya sering membahayakan gawang lawan. Pihaknya meminta pemain juga waspada.
Konsentrasi tinggi sangat penting untuk menghadapi Thailand. Makanya kita jangan lengah.
Pada latihan terakhir di SPH Karawaci ini, timnas terus mengaplikasikan serangan dari sayap karena Indonesia dikenal memiliki banyak pemain dengan tipikal cepat. Sebut saja Andik Vermansah yang diplot di posisi gelandang Serang itu. Begitu juga dengan Rizky Pora yang pada Piala AFF kali ini bermain gemilang. Latihan yang diiringi gerimis ini terbilang cukup ringan dibandingkan latihan sehari sebelumnya. Bahkan semua pemain terlihat rilek dan beberapa kali diselingi dengan candaan. Namun, saat mengaplikasikan strategi semuanya serius termasuk pemain yang selama ini menjadi pemain pengganti.
           Pada game ringan yang dilakukan, beberapa pemain harus mendapatkan hukuman karena dinilai kurang fokus. Sebut saja striker Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Karena kurang konsentrasi, pemain PSM Makassar ini harus menerima hukuman push up yang diberikan pelatih. Tidak hanya Muchlis, gelandang serang andalan Indonesia Andik Vermansah juga tidak luput dari hukuman push up. Bahkan, pemain Selangor FA itu harus push up dua kali atau lebih banyak dibandingkan dengan pemain yang lain. Meski demikian, pelatih Alfred Riedl tetap memberikan apresiasi kepada mereka. Setelah menyelesaikan latihan di SPH Karawaci, semua pemain dan ofisial timnas bertolak menuju Aston Hotel Sentul guna bersiap diri menghadapi pertandingan final. Andik Vermansah dan kawan-kawan juga satu hotel dengan timnas Thailand yang sudah tiba di Indonesia.
            Kunci keberhsilan untuk bisa menundukan  Thailand adalah kekompakan tim dan semangat juang dan jangan pantang menyerah. Kalau itu sudah dilakuakan, maka kita pasti bisa tundukan Thailand, pungkas Riedl (wandy/Tim)

Tuesday, 13 December 2016

Tiket Final Piala AFF 2016 Terjual Habis, Sebagian Akan Disumbangkan ke Aceh





















 Tiket Final Piala AFF 2016 Terjual Habis, Sebagian Akan Disumbangkan ke Aceh
SOLOK, SC-
            Kecintaan masyarakat Indonesia kepada tim nasional, tampak sangat tinggi. Apalagi masyarakat Indonesia sudah sangat mendambakan tim kebanggaanya bisa membawa pulang piala AFF Tahun 2016 kali ini.
            Tercatat sudah lebih dari tiga kali masuk final, namun timnas selalu kandas oleh Thailand dan Malaysia. Kali ini, masyarakat sangat berharap timnas bisa berbicara banyak dengan memenangkan leg pertama, minimal 2-0, sehingga pada putaran kedua nanti di Bangkok, timnas bisa bermain aman. Antusiasme masyarakat untuk menonton partai final Piala AFF 2016 juga terlihat dalam pembelian tiket yang sudah dibuka sejak jam 08 Selasa tanggal 13 Desember 2016. Babak Final leg pertama antara Indonesia vs Thailand, yang akan dilangsungkan pada hari Rabu 14 Desember 2016,dipastikan berjalan menarik. Terbukti, dua loket penjualan tiket Piala AFF sudah diserbu sejak semalam. Loket tiket yang berada di Makostrad Gambir, sudah diserbu oleh suporter sejak semalam. Bahkan, ada yang rela menginap demi mendapatkan tiket sejak jam 02 dini hari.
         Satu loket lainnya terdapat di Kodim 0621, Kabupaten Bogor. Sama halnya dengan Makostrad Gambir, sudah ada beberapa suporter yang mengantre sejak malam hari.
Gelombang kedatangan suporter ke Kodim 0621, semakin tinggi sejak pukul 05.00 WIB. Puncaknya, terjadi pada pukul 07.00 WIB.
Antusiasme suporter ternyata tak diimbangi oleh ketersediaan tiket. Hanya 5.000 tiket yang dijual, ternyata jumlah suporter lebih dari 5.000 orang. Aksi saling dorong pun terjadi. Mereka berharap bisa mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan besok. Upaya mereka pupus. Sebab, pada pukul 09.00 WIB, tiket dinyatakan habis. “Saya kecewa sudah tidak dapat tiket, sebab satu orang hanya bisa membeli 2 tiket, tapi saya tetap mendukung timnas, hidup timnsa,” tutur Amri, yang sengaja datang jauh-jauh dari Bekasi.
"Kami kan orang Bogor, masa tak bisa menonton di daerah sendiri sementara tiket terbtas, kok tidak di Senayan saja" tutur Sbambang yang mengaku datang sejak pukul 04.00, tapi tak dapat tiket. Saya kecewa," lanjutnya.
         Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)  membagi tiga kategori harga tiket. Kategori I dibanderol Rp 500.000, Kategori II Rp 300.000 dan Kategori III senilai Rp 100.000.
Hasil penjualan tiket sebagian akan disumbangkan ke korban bencana alam di Pidie, Aceh. Sumbangan per tiket yang terjual sebesar Rp 50 ribu dari tiap-tiap kategori (wandy)



Wednesday, 7 December 2016

Indonesia Diramalkan Ketemu Thailand di Babak Final Piala AFF 2016


Indonesia Diramalkan Ketemu Thailand di Babak Final Piala AFF 2016
SOLOK, KRM
         Timnaas Merah Putih berhasil lolos ke final AFF Suzuki Cup 2016 setelah dalam pertandingan leg kedua semi-final yang berlangsung dramatis di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12) malam WIB, bermain imbang 2-2 melawan Vietnam.
            Dengan hasil seri tersebut, Indonesia melaju dengan kemenangan agregat 4-3, karena pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, anak asuh Alfred Riedl menundukkan Vietman 2-1. Indonesia selanjutnya menunggu pemenang antara Thailand dan Myanmar yang bertanding, Kamis lalu, di leg kedua. Thailand sudah mengungguli Myanmar dengan skor 2-0 di leg pertama. Indonesia akan diperkirakan bertemu Thailand di babak Final.
Jalannya pertandingan babak pertama, Vietnam dari awal pertandingan terus membombardir pertahanan Indonesia. Vietnam yang membutuhkan kemenangan menerapkan permainan agresif, dan langsung melakukan tekanan ke pertahan Indonesia sejak peluit kick-off ditiupkan wasit Fu Mi asal Tiongkok. Sebaliknya, skuat Garuda lebih memperkuat lini belakang demi mengamankan keunggulan agregat.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Vietnam tidak mampu menembus pertahanan solid Indonesia. Umpan-umpan silang yang dilepaskan juga berhasil dihalau kuartet bek Merah Putih.
Kendati demikian, Vietnam sempat melepaskan umpan kepada Le Cong Vinh yang berada di depan gawang Indonesia pada menit ke-22, namun dapat dipotong kiper Kurnia Meiga. Peluang diperoleh Vietnam lewat tendangan bebas Dinh Thanh Trung
Di lain sisi, Indonesia berusaha melakukan serangan balik. Peluang sempat diperoleh Boaz Solossa yang lepas dari jebakan off-side pada menit ke-42, namun ia tidak bisa menguasai bola, sehingga bisa direbut pemain belakang Vietnam.
Vietnam nyaris membuka keunggulan menjelang babak pertama berakhir. Menerima umpan Dinh Thanh Trung, Cong Vinh menanduk bola. Namun si kulit bunda menerpa tiang kanan gawang, dan selanjutnya diamankan Meiga. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
           Pada babak kedua, Vietnam yang merasa penasaran tidak berhasil menjebol gawang Indonesia meningkatkan intensitas serangan mereka. Tuan rumah mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti seperti yang dilakukan Nguyen Van Toan pada menit ke-50, tapi sepakannya melenceng di sisi kiri gawang Meiga. Selang tiga menit kemudian, Stadion My Dinh menjadi sunyi setelah Stefano Lilipaly membobol gawang Nguyen Manh Tran. Kesalahan Tran Dinh Dong menghalau umpan silang Boaz membuat bola menjadi liar, dan disambar Lilipaly. Indonesia pun unggul agregat 3-1. Vietnam terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Manh Tran diganjar kartu merah pada menit ke-76. Mengingat pergantian pemain Vietnam sudah dipakai semua, Que Ngoc Hai terpaksa menjadi kiper. Kendati demikian, Vietnam mampu mengubah papan skor pada menit ke-83. Sepakan Vu Van Thanh yang berdiri bebas saat menerima umpan tendangan bebas pemain pengganti Phan Thanh Luong tidak bisa dibendung Meiga. Unggul jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan Indonesia untuk menuntaskan laga dalam 90 menit setelah Vu Minh Tuan menjebol gawang Meiga di masa injury time, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, karena skor agregat menjadi 3-3.

Perpanjangan waktu
Tidak ingin mengulang kesalahan, Indonesia bermain lebih terbuka dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Kendati demikian, serangan Indonesia dapat dikandaskan barisan belakang Vietnam. Indonesia akhirnya kembali mengungguli Vietnam melalui eksekusi penalti Manahati Lestusen pada menit ke-97. Hadiah penalti diberikan wasit setelah Ferdinand Sinaga yang menerima umpan lambung, dan melakukan aksi solo run dijatuhkan Ngoc Hai di kotak terlarang. Keputusan kontroversial dikeluarkan wasit pada menit ke-105. Wasit sempat menunjuk titik putih ketika Rizky Pora didorong pemain belakang, dan dipegang Ngoc Hai di kotak terlarang. Namun setelah berdiskusi dengan asisten wasit Ma Ji, Fu Mi meralat keputusannya. Di waktu tersisa, Vietnam tampil lepas, dan mampu membuat pertahanan Indonesia kerepotan. Bahkan Ngoc Hai beberapa kali ikut maju membantu serangan. Namun upaya The G olden Star tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
         Pelatih timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang, tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya disingkirkan Indonesia dari semifinal Piala AFF 2016. Dalam semifinal leg kedua yang berlangsung sampai perpanjangan waktu, Rabu 7 Desember 2016 malam, Vietnam hanya imbang 2-2 melawan Indonesia. Skor itu membuat Vietnam kalah agregat 3-4 dari Indonesia. Sebab, di semifinal leg pertama Vietnam kalah 1-2 dari Indonesia, di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Sabtu lalu. Kegagalan ini membuat semua anggota timnas Vietnam meratapi kegagalannya.
"Saya dan semua pemain meminta maaf kepada suporter Vietnam. Kami tidak beruntung di pertandingan ini. Usaha luar biasa para pemain tidak berujung hasil yang diinginkan suporter. Atas nama tim, saya meminta maaf," kata Nguyen Huu Thang, sambil menyeka air mata yang keluar, dalam jumpa pers usai pertandingan.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Vietnam: Nguyen Manh Tran; Que Ngoc Hai, Truong Dinh Luat, Vu Van Thanh, Tran Dinh Dong, Nguyen Trong Hoang, Luong Xuan Truong, Dinh Thanh Trung (Thanh Luong 74'), Nguyen Van Toan (Minh Tuan 57'), Le Cong Vinh, Nguyen Van Quyet (Cong Phuong 69').
Cadangan: Huynh Tuan Linh, Dang Van Lam; Ngoc Duc Sam, Dinh Tien Thanh, Bui Tien Dung, Vu Minh Tuan, Pham Thanh Luong, Ngo Hoang Thinh, Nguyen Cong Phuong, Le Van Thang, Tran Phi Son.
Pelatih: Nguyen Huu Thang

Indonesia: Kurnia Meiga; Beny Wahyudi, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama, Abduh Lestaluhu, Bayu Pradana, Manahati Lestusen, Rizki Pora, Stefano Lilipaly (Zulham 85'), Andik Vermansah (Dedi 88'), Boaz Solossa (Ferdinand 72').
Cadangan: Teja Paku Alam, Andritany Ardhiyasa; Ferdinand Sinaga, Zulham Zamrun, Evan Dimas, Bayu Gatra, Dedi Kusnandar, Yanto Basna, Gunawan Dwi Cahyo, Muchlis Hadi Ning, Abdul Rachman, Lerby Eliandry.



Pelatih: Alfred Riedl (BOLA/Berbagai sumber)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang