Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Friday, 3 March 2017

Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditabrak Sedan di Guguk Solok

Tampak petugas lakalantas Polres Arosuka, Kabupaten Solok sedang melakukan pengamanan terhadap sepeda motor korban dan kanan kendaraan Totoyota Yaris yang dikendarai oleh Efison dan menewaskan dua pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera KM 16, Bolai, Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Solok, Kamis pagi (2/3)


Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera Guguk-Solok
Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas di TKP
SOLOK, SN--Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera KM 16, Sawah Ujuang, dusun Bolai, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis pagi (2/3), sekitar jam 05.45 WIB.
            Informasi yang berhasil dihimpun Koran Padang di TKP dan berdasarkan data dari Unit Lakalantas Polres Arosuka Kabupaten Solok, kejadian laka lantas yang menewaskan dua pengendara sepeda motor, diduga akibab cuaca buruk karena disiram hujan gerimis dan  jalan licin. Dua orang pengendara sepeda motor yang tewas di TKP adalah atas nama Husen Jailani, warga Cibuntu, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukabumi, yang memboceng adik iparnya yang juga meninggal di TKP atas nama Abdullah Wahab (15) yang datang dari arah Padang dengan menegendarai sepeda motor Vixion Nopol BA 3687 QO. Kedua orang ini tewas akibab bertabrakan dengan mobil Toyota Yaris dengan Nopol BM 1458 ZA, yang dikendarai oleh Efison,Skm (45) Warga Komplek Ranah Minang, Lubuk Kilangan, Kota Padang yang pagi itu datang dari arah kota Solok menuju kota Padang.
            Kedua korban meninggal dunia, langsung dilarikan ke RSUD Arosuka, untuk dilakukan Visum et repertum untuk mendapatkan keterangan tertulis dari dokter Rumah Sakit. Sementara pengendara mobil Toyota Yaris  yang mengakibabkan dua orang meninggal dunia, Efison, diamankan di Mapolres Arosuka Kabupaten Solok. Efison merupakan Karyawan di Rumah Sakit Jiwa Gadut, Padang, karena sehari-hari bertugas di RS Jiwa Gadut Padang.
            Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, melalui Kasatlantas, AKP Anggara Rustamoyo, kepada Koran Padang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut sangat sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Untuk itu pihaknya meminta para pengendara yang melintas di daerah tersebut untuk lebih ekstra hati-hati. Sedangkan kecelakaan lalulintas yang menewaskan dua orang pengendara sepeda motor Kamis pagi itu, disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan jalan licin. “Namunpun begitu, sesuai hukum yang berlaku, kita akan lakukan penyelidikan dan memproses untuk diminta pertanggungjawabannya,” jelas AKP Anggara, yang didampingi Kanitlaka lantas Polres Arosuka, Iptu Miswal di Mapolres Arosuka. AKP Anggara Rustamoyo juga menyebutkan bahwa pengendara sepeda motor atas nama Huesn Jaelani merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat dan mempunyai isteri orang Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. “Saat kejadian, korban ini bermaksud akan pulang ke rumahnya di Sungai Janiah dan saat itu korban memboncengi adik iparnya Abdullah Wahab yang juga meninggal dunia dan korban masih tercatat sebagai seorang pelajar di sebuah SMP di Talang,” jelas  AKP Anggara.

            Usai dilakukan proses otopsi atau visum, kedua korban langsung di bawa keluarga korban ke rumah duka di Sungai Janiah Talang untuk dimakamkan. Sementara sampai berita ini diturunkan, pengendara mobil Toyota Yaris, Efison masih diamankan di Mapolres Arosuka, Kabupaten Solok (wandy)

Sunday, 8 January 2017

Musibah Banjir dan Longsor Kabupaten Solok Diperkirakan Mencapai Milyaran Rupiah

SOLOK, SN-Akibab banjir yang melanda Kabupaten Solok pada Kamis dan Jum’at awal Januari 2017 lalu, telah mengakibabkan kerusakan ratusan hektare sawah, baik yang siap panen atau yang baru siap tanam.
            Sekeratris Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharta Maria, Minggu (8/1) menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mendata lahan pertanian masyarakat, baik sawah atau perkebunan yang dihantam musibah banjir di seluruh wilayah Kabupaten penghasil Bareh Tanamo itu. “Sampai saat ini kita masih melakukan pndataan, berapa luas persawahan dan perkebunan masyarakat yang rusak akibab banjir. Tapi yang pasti hampir ratusan hektare sawah baik yang siap panen atau yang baru ditanam,” jelas Miharta Maria. Dijelaskannya, di Nagari Air Batumbuk saja, akibab longsor yang terjadi pada Kamis, sudah mengakibabkan kerugian Ratusan Juta Rupiah, karena tanaman padi dan bawang siap panen dihantam longsor. Sementara di Selatan Kabupaten Solok, seperti Nagari Aia Dingin di Kecamatan Hiliran Gumanti, banjir badang juga sudah merusak dua jembatan dan tiga rumah serta ratusan hektre perkebunan siap panen maupun yang dalam pengolahan.
           Di Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB. Bahkan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, sudah melakukan peninjauan langsung ke Aia Dingin, Lolo dan Surian pada Kamis Sore lalu. Ddi Pantai Cermin, banjir bandang terparah terjadi di Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok, Yulfadri Nurdin memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di Jorong Sungai Indaruang, Jorong Pisau Hilang, Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
            Khusus di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Hiliran Gumanti, masyarakat Jorong Koto dan Jorong Data Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti yang dipimpin oleh anggota DPRD asal daerah setempat, M. Syukri, tampak bergoro membangun Jembatan Darurat, karena jembatan yang menghubungkan kedua jorong tersebut hanyut dibawa banjir bandang yang terjadi Kamis lalu. “Untuk sementara kita dirikan jembatan darurat, karea jembatan aslinya hanyut dibawa banjir bandang, sambil menunggu bantuan pemerintah memperbaikinya,” jelas M. Syukri
             Di Kecamatan Kubung, banjir juga merusak ratusan hektare sawah di Salayo dan Koto Baru serta ribuan rumah penduduk terendam banjir. Lokasi paling parah yang dihantam banjir adalah Jorong Lubuak Agong dan Jorong Simpang. “Banjir juga merusak ternak masyarakat seperti yang terjadi Tangah Padang di mana satu ekor kerbaumilik warga setempat hanyut di bawa air bah dan puluhan kolam ikan masyarakat juga diporak-porandakan oleh musibah banjir,” jelas Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM.

        Data yang dikumpulkan  di posko bencana Nagari Salayo, memastikan jumlah rumah penduduk yang terendam sebanyak 890 unit dengan jumlah penghuni 3.727 jiwa. Banjir terparah  terjadi di Jorong Galanggang Tangah. Kawasan ini merupakan langganan karena berada di bantaran batang Lembang dengan jumlah penduduk sebanyak 3.050 jiwa  yang tinggal di rumah 745 rumah. Sedangkan di jorong Sawah Sudut,  terdapat sebanyak 145 rumah yang dihuni oleh 677 jiwa. Menurut Bupati Gusmal, meski dalam kejadian musibah banjir ini tidak ada korban jiwa, namun banjir kali ini dinilai paling parah sejak 20 tahun terakhir.
          Di nagari Koto Baru, selain merusak puluhan hektre sawah dan perkebunan, banjir juga mengepung sebanyak  216 rumah dengan jumlah penghuni sebanyak 993 jiwa di tiga Jorong. Banjir terparah terjadi di Jorong Simpang, yaitu sebanyak 790 jiwa, jorong Lubuk Agung sebanyak 158 dan Jorong Kajai sebanyak 45 jiwa.  Menurut Walinagari Koto Baru Afriza, musibah banjir sudah melumpuhkan sebahgian ekonomi masyarakat. Sebagai upaya perttolongan, pihak telah berupaya menyalurkan sebanyak 1.050 bungkus nasi untuk warga yang terendam banjir. Sementara untuk tambahan lain, pemerintah nagari  baru menerima sebanyak 10 dus mie Instan, 10 dus air mineral dan 4 dus sarden dari dinas Sosial Kab. Solok. " Sejauh ini kita baru menanggulangi secara darurat saja dengan bantuan nasi bungkus. Banyak warga yang tak bisa memasak karena dapurnya terendam banjir," kata Afrizal.
            Di Utara Kabupaten Solok, banjir juga merusak lahan persawahan di Paninggahan dan Sumani. Bahkan sampai saat ini pihak terkait masih melakuka pendataan tentang kerugian yang diakibabkan oleh banjir yang hampir serentak terjadi di Kabupaten Solok. Semua pihak ikut turun dan peduli dengan musibah ini. Bahkan pihak Pemerintah Kabupaten Solok, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Pihak BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Dinas Pertanian, Kesehatan, Tigana, Orari, Anggota DPRD serta semua unsur tampak turun ke lapangan, mereka bahu membahu dlam melkukan pertolongan kepada masyarakat yang terkena banjir.

            “Mudah-mudahan hujan tidak turun lagi hari ini, sehingga debet air Batang Lembang kembali normal. Dan hari ini, sudah mulai menyusut hingga 1 meter dari ketinggan biasa,” jelas Bupati Gusmal (wandy)

Friday, 6 January 2017

Banjir Bandang Terjang Surian, Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat

Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, saat meninjau lokasi banjir bandang di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, kemaren sore


Banjir Bandang Terjang Surian
Jembatan dan Sawah Warga Rusak Berat
SOLOK, SN
            Bencana banjir tidak hanya terjadi di bagian tengah Kabupaten Solok, sejak Kamis kemaren, namun juga melanda Kabupaten Solok bagian Utara dan bagian Selatan dari bumi penghasil bareh tanamo itu.
            Di bagian Utara Kabupaten Solok, sejak Kamis hingga Jum’at sore,, banjir juga menerjang Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Sedikitnya, lebih dari 5 hektare ladang bawang warga siap panen dan 1 hektare sawah penduduk diterjang luapan aliran Batang Paninggahan. Beruntung, banjir tidak merusak rumah penduduk, seperti yang terjadi di Nagari Salayo dan Nagari Koto Baru. “Banjir memang tidak merusak rumah warga, tapi merusak tanaman bawang siap panen dan juga lahan persawahan,” jelas Reva (29)
"Untungnya, banjir tidak merusak rumah penduduk. Tapi, akibat banjir ini,  masayarakat mengalami kerugian Ratusan Juta Rupiah,” jelas Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Pemkab Solok, Drs. Efriadi, MM, usai meninjau lokasi banjir di Paninggahan, kemaren.
        Sementara di Bagian Selatan Kabupaten Solok, yakni di Nagari Aia Dingin, Lolo dan Surian Kecamatan Pantai Cermin, banjir bandang sudah melanda sejak Kamis subuh, sekitar jam 01.30 WIB, seperti di jorong A Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin mengatakan, menurut informasi Wali Nagari Aiadingin, banjir bandang terjadi sekitar pukul 05.30 Wib yang menghantam tiga Jorong seperti Jorong Aie Angek Sonsang, Jorong Data dan Jorong Koto. Wabub Solok yang langsung meninjau lokasi banjir Aia Dingin dan Pantai Cermin, memperkirakan kerugian banjir Pantai Cermin dan Aia Dingin diperkirakan diatas Rp 1 Milyar. “Saya melihat bahwa kerugian masyarakat yang terbesar adalah lahan bawang siap panen dan juga tiga rumah warga ang diondoh bencana banjir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Selain itu, banjir bandang juga merusak 3 buah jembatan dan beruntung tidak ada korban jiwa. Adapun daerah yg terkena banjir di Nagari Lolo meluapnya aliran sungai Ulu indarung, Sungai Muaro indarung di jrng Sungai Indaruang dan Sungai di Hulu Pisau Hilang, Sementara di Nagari Surian, banjir juga menimpa Jorong Tambang dan Kulemban, yang mengakibatkan sawah dan ladang bawang msyarakat seluas 30 Ha rusak serta gagal panen dan juga merusak 2 buah jembatan di Jorong Sapan Kayu Manang serta menghanyutkan sebuah jembatan, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Wabub Yulfadri Nurdin, beserta Camat Pantai Cermin, Syaiful Anwar dan Anggota DPRD Kabupaten Solok, M. Syukri, meninjau lokasi tersebut, kemaren.

            Sementara di Nagari Salayo dan Koto Baru, masyarakat masih tetap waspada, karena sejak Kamis malam hingga Jum’at sore kemaren, hujan belum berhenti mengguyur hulu Gunung Talang dan Lembang Jaya, sehingga debet air Batang Lembang yang melintas Nagari Koto Baru dan Salayo, tampak terus menaik. Bahkan dikabarkan, di Jorong Tangah Padang Ngarari Jawi-Jawi Guguk, Satu ekor kerbau dan puluhan itik milik petani terkepung banjir di sebuah pulau aliran Batang Lembang dan satunya mati sementara satunya lagi masih terjebak banjir (wandy)

Thursday, 5 January 2017

Banjir Dan Longsor Kembali Hantam Bumi Bareh Solok


SOLOK, SN- Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam sebulan terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor di beberapa nagari di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.
            Kamis pagi (5/1), dua musibah melanda Kabupaten Solok. Pagi sekitar jam 07 terjadi longsor di dua titik di jorong Sangkak Puyuah, nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang. Dua titik longsor itu adalah di depan SD Negeri 42 Air Batumbuk dan sebelum kantor Walinagari lama. Longsor mengakibabkan antrian panjang sekitar 4 jam dan memutus hubungan Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang dan Kabupaten Solok Selatan dan sebaliknya. Dua alat berat dari Dinas PU Kabupaten Solok dikerahkan ke TKP. Tumpukan matrial tanah setinggi 3 meter disertai sebuah pohon Sengon besar, menghalangi jalan utama menuju Solok Selatan dari Lubuk Selasih. Petugas PU dan BPBD dibantu pihak kepoliasian dan TNI, berusaha menyingkirkan matrial longsor di dua titik. Beruntung pada kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun longsor mengakibabkan sawah warga tertimbun matrial longsor. “Longsor pertama terjadi sekitar jam 7 pagi dan jalan masih bisa dilintasi kendaraan. Namun longsor besar disertai pohon tumbang terjadi pukul 8 dan menutup semua badan jalan disertai ambruknya pohon sengon ini,” jelas Isap Iyur (50), warga Sangkak Puyuh di TKP. Akibab longsor tersebut, puluhan hektar tanaman bawang dan tanaman warga lainnya yang siap panen dan sawah warga di tumpuki matrial longsor dan satu keluarga dengan 5 orang anak bernama Am (47) terisolasi karena aksesjalan menuju rumahnya terputus. Sangat disayangkan warga, meski longsor melanda nagari mereka, masyarakat menilai bahwa Pemerintahan Nagari Air Batumbuk terkesan cuek dan tidak turun ke lokasi, sehingga sikap Walinagari Air Batumbuk, Roni Buswandi banyak disesali warga. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Sebelumnya, pada tanggal 15 November tahun 2016 lalu, sekitar 100 meter dari longsor sekarang, juga terjadi longsor yang menewasakn satu orang warga setempat.  Sementara pada tanggal 27 Oktober 2016, juga terjadi longsor dan pohon tumbang di Pauah, Kayu Jao dan hanya berjarak 2 KM dari TKP. Longsor yang paling parah terjadi di Rawang, Lubuk Selasih tanggal 24 Agustus 2016 silam dengan menewaskan 4 orang yang merupakan satu keluarga. Sementara kendaraan kembali bisa melintas setelah petugas gabungan menyingkirkan matrial longsor dan pohon tumbang, sekitar jam 12.00 WIB Kamis siang.   

Bupati Solok Tinjau Banjir Selayo

            Sementara itu, akibab hujan yang turun tiada henti, di Nagari Salayo dan Koto Baru Kecamatan Kubung sejak Kamis pagi, juga terjadi banjir besar karena meluapnya Sungai Batang Lembang yang tidak mampu menampung debit air. Banjir yang hampir sama dengan kejadian akhir Tahun 2014 silam yakni setinggi 1,5 Meter, mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran. Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMA 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo. Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan  Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Jum’at, akibat  hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.
            Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo dan SKPD terkait, langsung mengunjungi TKP dan berharap Dinas BPBD dan Sosial segera membantu warga. Selain itu, Posko untuk bantuan warga juga akan didirikan di depan kantor Walinagari Salayo. “Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini” jelas H. Gusmal. Di lokasi yang sama, pada akhir tahun 2014 silam, juga dilanda banjir, di mana waktu itu sekitar 2824 buah rumah warga mulai dari Koto Baru hingga perbatasan kota Solok terendam banjir.
          Tim gabungan yang turun ke lokasi banjir seperti  petugas BPBD,  tim SAR gabungan dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daeraha hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas H. Gusmal. Petugas BPBD yang dibantu dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pemadam Kebakaran, akan disiagakan pada posko yang didirikan. Dua titik lokasi posko petugas BPBD berada di depan Kantor Wali Nagari Selayo dan depan kampus UMMY Koto Baru, Kecamatan Kubung.
            Selain di Selayo, banjir juga terjadi di Kecamatan Bukit Sundi seperti di Galagah Muara Panas, meski tidak separah yang di Salayo.
 Sampai berita ini diturunkan, koban banjir nagari Salayo dan Koto Baru, Kecamatan Kubung masih tampak membersihkan rumahnya masing-masing. Bahkan para petugas jaga di Mapolsek Kubung, juga tampak membersihkan halaman dan bagian dalam kantor, karena sejak jam 15 banjir mulai surut. Sayangnya, sejak jam 17 sore, hujan kembali mengguyur derah hulu yakni Gunung Talang da Lembang Jaya. “Kalau hujan terus begini, maka yang kita cemaskan adalah banjir akan tambah parah di malam hari,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, yang turunmeninjau lokasi banjir, bersama anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Sutan Bahri dan Aurizal.
            Sementara sesuai catatan yang dihimpun KORAN PADANG di posko Banjir Salayo, hingga pukul 18 Kamis sore kemaren, jumlah rumah yang yang terdampak banjir khususnya di nagari Salayo berjumlah 890 buah yang terdiri dari 745 di jorong Galanggang Tangah dan 145 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah penduduk yang beresiko di jorong Galanggang Tangah berjumlah 3050 dan 677 di jorong Sawah Suduk. Sementara jumlah bayi yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 55 dan sawah Suduk 13 orang. Untuk jumlah berita yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 237 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 67 orang. Sedangkan kelompok Lansia yang beresiko di jorong Galanggang Tangah sebanyak 204 dan di jorong Sawah Suduk sebanyak 50 orang. Sementara di nagari Koto Baru sampai berita ini diturunkan, belum ada data pasti tentang korban banjir, namun salah seorang warganya dikabarkan digigit ular dan saat ini masig dirawat di RSUD Kota Solok dan inisial korban belum diketahui. Sementara bantuan korban banjir yang tercatat di Posko Bnjir Salayo adalah berupa mie instan, air mineral, sarden, beras, telur itik, uang tunai datang dari dari donatur  dan anggota DPRD Kabupaten Solok seperti H. Hardinalis Kobal dan Sutan Bahri. Bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Kantor Walinagari Salayo, Karang Taruna dan donatur lainnya seperti Riska Dt Aceh. Sementara pejabat yang sudah mengunjungi korban banjir antara lain Bupati Solok, H. Gusmal, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Plt Sekda Kabupaten Solok, Edisar Dt Manti Basa, Staf Ahli, Aliber Mulyadi dan Efriadi, Kadis Kesehatan, dr. Sri Efianti, Kepala BPM, Medison, Kadis Sosial, Raflis, Kadis BPBD, Dasril, Kadis Pariwisata, Yandra, Kabag Humas, Devi Pribadi, Camat Kubung, Dafrizon, Sekwan, Is dan lainnya
3 Unit Rumah, 2 Jembatan Dilaporkan Rusak (wandy)


Monday, 12 December 2016

Bukit Subang Lubuk Selasih Kembali Longsor

Tampak alat berat membersihkan timbunan longsor di Bukit Subang Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, karena untuk kedua kalinya lokasi ini kembali dilanda longsor, Senin pagi (12/12)

Bukit Subang Lubuk Selasih Kembali Longsor
SOLOK, KRM
            Akibab cuaca buruk dalam dua Minggu terakhir yang melanda Kabupaten Solok dan sebagian besar wilayah di Sumatera Barat, beberapa daerah mengalami banjir kecil dan longsor. Selain itu, cuaca buruk juga menghambat aktivitas masyarakat dan melumpuhkan perekonomian sebahagian masyarakat.
            Di jorong Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin siang kembali terjadi bencana longsor. Meski tidak ada korban jiwa akibab kejadian tersebut, namun bekas longsor yang terjadi akhir Agustus 2016 lalu, kembali longsor setelah sepekan ini hujan dan angin kencang hampir tak pernah henti melanda daerah itu. Walinagari Batang Barus, berushaa mendatangkan alat berat untuk mengangkat matrial timbunan ongsor yang hampir setinggi 2 meter dengan lebar 20 meter. Sehingga lokasi ini sempat terisolasi beberapa jam dari dunia luar. “Kejadiannya tadi pagi dan hujan turun secara terus menerus di sini, sehingga kita meminta masyarakat untuk tetap waspada,” jelas Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar, Senin (12/12).  Bukit Subang merupakan sebuah dusun di Lubuk Selasih dan berjarak sekitar 3 KM dari Rawang arah Kota Padang. Sedikitnya 8 rumah yang terdiri dari 8 KK serta dihuni 36 Jiwa, tinggal di daerah ini.
         Longsor diakibabkan oleh hujan disertai angin kencang dan Pemerintah Nagari dan kecamatan kesulitan mengevakuasi warga sampai Senin sore. Sebuah alat berat tetap bekerja membersihkan timbunan longsor. Pengangkatan material longsor Bukit Subang, sempat terhenti karena cuaca hujan dan angin kencang. “Yang penting kita bersyukur tidak ada korban jiwa di Bukit Subang ini,” Anita Viona, jelas warga setempat (wandy)

Saturday, 10 December 2016

Cuaca Buruk Melanda Hampir Seluruh Daerah di Sumatera Barat





















Cuaca Buruk Melanda Hampir Seluruh Daerah di Sumatera Barat

SOLOK, KRM
         Ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padangpariaman, Sumatera Barat beberapa waktu bahwa  cuaca buruk melanda wilayah pesisir dan sebagian daratan Sumatera Barat bulan Desmeber 2016 ini terbukti.
Saat ini, di beberapa Kabupaten dan kota di Sumbar, seperti Pesisir Selatam, Agam, Padang Pariman, Padang Panjang, Kota Solok, Tanah Datar, Kabupaten Solok, Mentawai, Solok Selatan dan daerah lainnya dalam dua Minggu terakhir dilnda hujan dan angin kencang. "Ya, cuaca buruk akan melanda hampir seluruh daerah Sumatera Barat, terutama yang berada di kawasan Pesisir Pantai dan sebahagian daratan," jelas Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kataping Padangpariaman, Budi Samiaji, di Pariaman, beberapa waktu lalu. Cuaca buruk tersebut terjadi karena masih adanya peningkatan awan hujan yang berada di langit Sumbar dan sekitarnya. Dijelaskan Budi, cuaca buruk melanda hampir seluruh daerah pesisir Sumatera Barat, mulai terjadi pada Minggu kemaren dan wilayah paling parah dilanda cuaca buruk terdapat di Perairan Mentawai, Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.
           Berdasarkan ramalan BMG, arah angin berdasarkan pantauan BMKG Kataping saat ini bertiup dari Barat ke Timur dengan kecepatan 35 Kilometer per jam. Sedangkan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter akibat cuaca buruk.  Sementara intensitas hujan tinggi terjadi hampir pada seluruh daerah pesisir pantai Sumatera Barat. Dimulai dari Kota Padang, Tiku, Kota PadangPanjang, Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Solok.

Sesuai pantauan media ini sejak beberapa hari yang lalu, di Kabupaten Solok hampir siang malam terjadi hujan dan angin kencang. “Kalau cuaca begini terus, ekonomi kita bisa lumpuh,” jelas Aldi, warga jorong Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi Guguk. Sementara beberapa ricmilling masyarakat, tampak berhenti beraktivitas, dikarenakan gabah tidak ada yang kering karena matahari tidak pernah terlihat. BMKG memperkirakan dalam beberapa hari ke depan intensitas cuaca buruk akan menurun untuk wilayah pesisir selatan Sumbar (wandy)

Label

Apakah Anda Puas Setelah Membaca Berita Di Kabar Ranah Minang